Duduk Semeja dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo

Tahun lalu, Kabupaten tetangga-lima-langkah, Banjarnegara sempat mengundang kami, perwakilan komunitas blogger Wonosobo untuk ikut dalam rangkaian kegiatan #AyoPlesirMaringBanjarnegara, agenda promosi daerah wisata Banjarnegara. Masih terbayang keseruannya main-main eksplor daerah Banjarnegara meskipun hanya lewat tulisan dan ngintip lewat hashtag. Soalnya saat itu Kinan masih terlalu kecil untuk diajak, jadi yang berangkat suami dan teman. Nhah, dari situ, muncullah pertanyaan: Apakah Pemkab Wonosobo juga akan melakukan agenda yang serupa? Mengajak teman-teman blogger, dan pegiat sosial media untuk jalan-jalan mengeksplorasi wisata yang ada di Wonosobo kayaknya juga seru dan asyik.

Ditambah lagi, lihat teman-teman blogger bersliweran sebagai relawan media sosial yang tergabung dalam GenPI (Generasi Pesona Indonesia) Jateng yang baru pertengahan Maret ini diresmikan , tapi Wonosobo nggak ada. Huks. (Kami siap menunggu untuk chapter tiap Kabupatennya ;)). Bahkan even hari Jadi Wonosobo yang banyak bikin penasaran tentunya menarik bagi wisatawan, kayaknya terlalu sayang untuk dilewatkan deh.

Setelah chitchat secara personal dengan salah satu karyawan di Dinas  Pariwisata, akhirnya pada hari Kamis pagi, 23 Maret 2017 kemarin,  MbakYu Blogger diundang untuk sharing dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo. Kami (saya+Kinan 😂 , mbak Nessa dan Ardy) ngobrol santai dengan perwakilan dari Dinas Pariwisata dan kebudayaan, yaitu Mas Edy Santoso, Pak Asmoro, Om Bambang Tri dan Pak Satriyatmo (Sekdin).

Ngobrol dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo

Kurang lebih 2 jam kami saling menumpahkan uneg-uneg dan tercapai suatu kesepahaman bahwa kegiatan promosi yang paling efektif yang bisa dilakukan lewat online tidak bisa hanya dilakukan oleh “orang dinas” saja, namun harus bersinergi antara komunitas dan dinas. Berarti cocok dong ya, komunitas ingin lebih “disupport, diikutkan dan diberi ruang” untuk kegiatan promosi, begitu pula dengan dinas yang ingin “dibantu promosinya”.

Malahan, rencananya kami akan dilibatkan dalam pembuatan sistem informasi mengenai wisata di Wonosobo. Komunitas juga diminta untuk mengisi pelatihan mengenai website di desa, hingga studi wisata ke 3 desa wisata (@desawisatalestari) 

Moga-moga jadi awal yang baik untuk komunitas dan dinas untuk bisa saling support dan bersinergi mempromosikan wisata demi membangun  Wonosobo. Amiinnn..

Btw , thank you buat Ibu Jasmine (@idahceris) . Love you full 😍

​Peralatan Mandi Kinan – Review Zwitsal Natural Baby Bath 2-in-1 Hair & Body

Dari umur 2 minggu, Kinan sudah dimandikan Bapaknya langsung. Sebelumnya sama Budhe Prih, dukun bayi. Ibunya? Masih senut-senut buat jongkok, akhirnya mandikan Kinan waktu umur hampir 1 bulan 😂 Pokoknya, apa-apa Kinan sama Bapak deh saat itu. Sekarang gantian, kalau gak sama saya gak mau hahahaha..

Nhah, setiap kali Kinan mandi, ada peralatan yang wajib ada, yaitu :

1. Ember panjang

2. Air hangat

3. Sabun

4. Shampo

5. Sikat gigi bayi yang tooth brush (sejak mulai MPASI di 6 bulan udah latihan pakai sikat)

6. Handuk

Nhah, khusus untuk sabun dan shampo, saya pakai Zwitsal Natural Baby Bath 2-in-1 Hair & Body. Praktis banget karena bisa sekaligus untuk sabun dan sampo. Jadi gak perlu riweuh tuang-tuang buat badan dan buat rambut. 

Produk ini bisa banget dipakai bayi yang baru lahir karena tidak pedih di mata, dan kandungannya Aloe vera (lidah buaya) juga pro vitamin B5 yang bisa melembutkan sekaligus menutrisi kulit dan bikin rambut bayi berkilau. Makin senengnya sama Zwitsal ini karena sudah teruji Hypo-Allergenic sehingga dapat dipakai buat kulit sensitif. Ph-balanced-nya membersihkan dengan lembut dan bikin kulit lembab, melindungi kulit dari kekeringan.

Zwitsal Natural Baby Bath 2-in-1 Hair & Body ini warnanya bening dan teksturnya agak cair, jadi tinggal tuang sedikit busanya juga udah banyak. Yang paling penting adalah gak terlalu licin di tangan, jadi misal mandikan Kinan nggak takut badannya mleset-mleset gitu. 

Kalau wanginya, saya suka banget sama produk Zwitsal 2-in1 ini, soalnya lembuut banget. Dan tahan lama buat Kinan yang juga udah mulai banyak aktifitas dan keluar keringat banyak.

Zwitsal Natural Baby Bath 2-in-1 Ukuran 450ml dan 200ml

Yang biasanya saya pake yang ukuran 200ml, biasanya beli yang ukuran segini karena stok disini agak susah, adanya yang ukuran ini dengan harga dua puluh ribuan dan tutupnya flip. Termasuk pas di kantong untuk ukuran harganya, dan dipakainya bisa dua bulanan lebih sampai tiga bulan lho untuk ukuran ini. Apalagi  di umur 10bulan badannya kan masih mungil hehe. Tapi nanti semakin gede juga kan dipakenya lebih banyak ya jadi mungkin gak sampai tiga bulan. Ada juga ukuran yang lebih kecil 100ml, dan ada juga yang 300 ml dengan model pump. Isi ulangnya ukuran 450ml harganya tiga puluhan ribu. Kemarin sempat beli isi ulangnya diskon jadi dua puluh enam ribu, yeeaayy. Lumayan. 

Ada yang juga pakai Zwitsal Natural Baby Bath 2-in-1 Hair & Body untuk bayinya? 

​#PertamaKali Mengajak Kinan naik Bus

Sebagai orangtua baru, saya kadang norak deh kalau udah bilang tentang momen #PertamaKali -nya Kinan. #PertamaKali makan MPASI, #PertamaKali nunjuk cicak, sampai pengalaman #PertamaKali naik bus.
Tidak tanggung-tanggung naik busnya dari Parakan sampai Wonosobo lho.. sekitar 1-1.5 jam perjalanan.

Awalnya sih degdegan dong. Apalagi suami bawa barang bawaannya banyak hahaha. Ada 3tas. 1 tas besar isi baju dan peralatan Kinan, 1 tas punggung isi laptop dan endebre-endebre kami berdua, terus 1 tas kecil isi makanan hasil oleh-oleh dari ibu mertua. Aseekk.. Tapi, karena suami bawa barang banyak, mau gantian gendong Kinan kan tetap susah. Jadi diniatkan Kinan saya yang gendong.

Kami menunggu bis di pertigaan “Air Minum” (PDAM Parakan) yang dulunya pasar tiban. Tidak lama, ada bis kecil jurusan Parakan-Wonosobo, karena agak longgar, kami berhentikan bis itu. Kami sengaja cari tempat yang dekat pintu dan  jendela bisa dibuka. Soalnya jaga-jaga kalau ada yang merokok, huks. Dan juga kalau turun, lebih mudah. Mengingat gendong bayik hampir 9 kilo dan barang yang banyak.

Alhamdulillah, pas awal duduk Kinan masih bertampang usil cengengas cengenges. Penasaran dengan bus, dia minta berdiri, pegang-pegang kaca, pegang-pegang bangku, dan bercanda dengan bapaknya. Sempat selfie juga lhoh. Sekitar 10menitan, mulai agak ngek, ooh tandanya dia mengantuk. Langsung saya keluarkan jurus ampuh. Nenen! Tidak lama, langsung tidur dong di pangkuan saya. Yes!

Selfie naik bus

Bus mulai penuh, dan banyak juga anak sekolah sampai ibu-ibu yang hendak ke pasar Kertek. Untunglah hari tidak hujan, jadi dengan bis yang penuh sesak, udara masih bisa ditolerir hehe.

Setelah lewat Pasar Kertek, ternyata sedang ada pelebaran jalan, dan huks macetnya… Sempat agak khawatir karena bus jalan perlahan dan mungkin saja Kinan bangun hingga rewel kepanasan. Tapi alhamdulillah tidak. Sempat agak curiga karena sopir menanyakan kami dan penumpang lain sekitar 5-6 orang turun dimana. Ya. Benar. Kami dioper pemirsaaa.. di pom bensin Siyono, sudah hampir sampai terminal Wonosobo. Untungnya bus operan juga tidak penuh, dan selama Kinan saya gendong turun dan naik bus juga tidak bangun. Amaaan.

Bus ini juga memutar lewat kota, dan kami ikut tidak hanya sampai di Terminal, tapi sampai di pertigaan Muntang, karena untuk menuju ke Selomerto, kami masih harus naik angkot jurusan Sawangan. Karena berhenti tepat di samping warung bakso kesukaan saya, mampirlah kami bertiga untuk makan bakso dulu, hihi.. Kinan enggak lho yaa, dia cukup ngemil puding labu kuning yang dibuat neneknya kemarin. 

Bakso Solo namanya. Cabang Silento. Menurut saya, kuah baksonya pas. Baksonya juga enak banget. Kupatnya lembut. Mie kuningnya keriting dan kenyal. Harga Rp 13.000 satu porsi. Kami pesan 2 bakso komplit, 1 jeruk hangat, 1 air putih, 1 kupat, dan 1 tempe kemul, bayar Rp 32.000

Bakso Solo

Setelah menyantap bakso, kami segera naik angkot jurusan Sawangan. Kira-kira perjalanan 15menit, sampai di Selomerto. Alhamdulillah lagi, Kinan ceria (abis bobok lama si ya.. hehe) dan sepanjang perjalanan ngobrol dan nyanyi-nyanyi (dengan bahasa Kinan).

Naik angkot sambil nyanyi

Yeaay.. #PertamaKali mengajak Kinan naik Bus is checked

Tips mengajak bayi bepergian naik bus :

1. Pastikan barang-barang kebutuhan si kecil yang urgent dekat dan bisa terjangkau dengan mudah

Seperti : gelas minum dan cemilan, mainan, kipas, serbet/lap, selimut kecil, dll

2. Pakaikan baju yang agak tipis dan menyerap keringat

Jangan terlalu tebal karena jika cuaca panas nanti gerah. Mending sediakan selimut atau jaket jika hawa dingin.

3. Pilih tempat duduk yang nyaman

Bisa didekat pintu atau di samping jendela yang bisa dibuka/tutup.

4. Pastikan kenyamanan bayi sebelum berangkat

Jika bisa cek apakah popoknya penuh, apakah sudah pup, apakah lapar, saat jam tidur,dll karena bayi bisa rewel jika tidak nyaman.

5. Atur kenyamanan di bus

Saya memilih untuk menyusui dengan memangku, karena Kinan pasti tidur hehe. dan jika ada yang merokok, tidak usah malu untuk menegur.

Nhah, sampai ketemu di #PertamaKali selanjutnya…

🔖Tarif bus Parakan-Wonosobo : Rp 12.500

🔖Tarif angkot Wonosobo-Selomerto : Rp 3.000

Belajar bersama KSM Munggang Resik

Belajar mengenal Instagram bersama teman-teman dari KSM Munggang Resik Kalibeber.

” Mbak Wening hari Kamis jam 1 ada acara tidak ya? Klo ngisi pelatihan utk ibu2 dan santri tentang pemasaran berbasis internet durasi sekitar 1,5 jam yg sederhana sj misal dg medsos bisa?”

Pesan via whatsapp datang dari mas Anung, ketua KSM Munggang Resik.

Saya malah jadi bingung, wong medsos saya aja biasa aja kok malah disuruh nglatih. Tapi, karena waktu sudah mepet dan mas Anung bersedia memindahkan acara yang awalnya diadakan si balai Posyandu Kalibeber menjadi diadakan di sanggar samping rumah, maka saya iyakan. Lagipula, isi materinya seputar pengenalan media sosial dan praktek pembuatan akun. Bismillah, bisa. Diingatkan sama suami kalau saya pernah bilang kalau apapun itu kembalikan niat ingin berbagi sekecil apapun. Bismillah. Amin.

Kamis, 1 Maret 2017

Hari sebelumnya, teman-teman dari KSM Munggang Resik dipandu oleh Ibu Ida, penggiat Bank Sampah Wonosobo sudah belajar tentang Bank Sampah. Lalu keesokannya, teman-teman diajak ke Wulungsari untuk melihat hasil olahan limbah sampah dan daur ulang sampah beserta dengan produk hitsnya yaitu : pembalut washable.

Pukul 13.00WIB, teman-teman sudah datang dan langsung makan siang dan gantian sholat. Ada sekitar 30an peserta yang ikut acara ini. Setelah selesai, kami mulai dengan perkenalan, dan membahas tentang pentingnya pemasaran lewat online. Selain murah dan mudah , pemasaran online juga bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Diskusi tentang media sosial Instagram sebagai media pemasaran online

Setelah berdiskusi tentang pemasaran online, kami belajar bersama tentang media sosial Instagram. Bagaimana peluangnya dan bagaimana tips-tips yang baik untuk memasarkan hasil jualan di instagram ( materinya saya olah artikel dari web rockingmama, trims!). Saat praktek, kami bagi kelompok dan tiap kelompok dipandu oleh teman SMK yang sedang PKL di Wonosobo Ekspres (Makasih ya guyys!). Praktek membuat akun, memotret objek dengan hp dan alat-alat sederhana, hingga mengupload dengan memberikan hashtag dan keterangan atau informasi yang baik di dalam sebuah postingan.

“Sudah jadi instagramnya? Akunnya apa? Saya follow yaa..”

Menyenangkan sekali karena teman-teman sangat semangat bertanya, foto-foto, upload, bahkan saling follow hehe. Malah ada beberapa ibu-ibu yang memang belum punya email, tapi semangat ingin punya instagram. Seneng banget rasanya.

Sibuk berlatih memotret objek dengan alat sederhana

Sebenarnya, target dari panitia kegiatan ini adalah peserta bisa memanfaatkan medsos/internet untuk memasarkan hasil bank sampah atau produk olahannya. Selama ini yang menjadi kendala adalah pemasarannya. Soalnya banyak yang sudah membuat karya, tapi karena masih belum paham teknologi dan masih belum bisa memaksimalkan media sosial untuk pemasaran. Yang kedua, panitia juga berharap akan ada paguyuban bank sampah yang bisa tukar informasi hasil pengumpulan limbah dan produknya bisa dipasarkan melalui blog/medsos paguyuban bank sampah.

Semoga dengan belajar bareng ini bisa memacu semangat teman-teman untuk lebih banyak kreatifitas dan memasarkan produknya lewat online. Sehingga jangkauan lebih luas, dikenal banyak orang dan produknya bisa merambah kemana-mana. Amiin.

Sebagian peserta berfoto bersama

Dan ternyata di Posyandu Kalibeber dipasang banner ini, huks, jadi terharu.. dan malu karena disandingkan dengan Bu Ida yang sudah melanglangbuana. Apalah saya.

Akhir acara, kami menyempatkan foto bersama untuk kenang-kenangan. Terselip harapan, acara ini akan jadi awalan bagi kegiatan-kegiatan serupa selanjutnya.

Dimuat di koran Wonosobo Ekspres hari Jumat, 2 Maret 2017

Btw, ini waktu terlama saya gak pegang Kinan. Dua setengah jam. Rekor. Hehe. Dari jam 13.00 (saya tinggal pas bobok, katanya jam 13.45 bangun langsung gendong utinya) sampai jam 15.30. Agak ayem karena kegiatannya disamping rumah, kalau nangis kan tinggal weerrrr.. Tapi alhamdulillah Kinan pinter banget, jadi ibunya bisa tenang. Makasi ya, Kinan…