review

Barklana, Waist Bag Minimalis dan Serbaguna

“Wening, kamu bawa minyak kayu putih? ada plester? bawa peniti?”

Biasanya sih pas bongkar-bongkar tas, saya diketawain. Tapi selalu berakhir dengan pertanyaan-pertanyaan di atas, hahaha.

Hingga saat ini mungkin bisa dihitung dengan jari berapa kali saya pakai tas dan dompet “cantik”. Tapi, jujur nih, saya seneng kalau ngliatin temen-temen yang menggandeng tas dompet manis bak kembang gula. Jadi bukan karena nggak suka, tapi lebih ke nggak “saya banget”. Beberapa teman dekat mungkin bisa memvalidasi bahwa sesungguhnya saya seneng petakilan dan lebih nyaman menggunakan sejenis celana jins, celana gombrong, dan kaos-kaos polos, bahkan pernah punya sandal gunung ( Retnooo tolong jangan manyun), gimana mau matching coba?
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ditambah, bawaan saya yang terhitung agak banyak ((AGAK)), jadi butuh semacam tas sekaligus dompet yang bisa muat dan tentunya nggak ribet. Setelah kemarin agak lama sempat nyaman sama kamu, eh sama totebag yang bisa blung-blung, meskipun banyak repotnya karena harus ubek-ubek, akhirnya Continue reading “Barklana, Waist Bag Minimalis dan Serbaguna”

jurnal, kuliner

Terharunya Bikin Soft Killer Bread Perdana

“Mah, bikin roti yuk!”

Pinta Kinan sambil merajuk. Eh, eh, btw, sudah habis kue lebaran berapa toples? Tiga hari ini, saya sibuk ngekepi criping pisang dan tidak lupa kue nastar buatan kakak, dengan prinsip #dietmulaibesok, hahaha.

Selain bebikinan kue kering, ada yang bikin saya happy dan terharu kemarin, karena pertama kalinya bikin soft killer bread, dan berhasil! Bisa mlenuk-mlenuk, shining (kata Kinan), berserat, empuk, bahkan sempat re-bake dua kali karena keponakan seberang rumah juga minta dibikinin lagi.

Pertama kali liat resep, sempat gojag-gajeg karena ya bebikinan kue maupun roti semacam it’s not my thing, banget. Takut juga, kalau hasilnya nggak ngembang lah, nggak enak lah, dan lainnya. Tapi, seorang teman dekat saya pernah ngasi quote, yang saya lupa quote siapa, tapi kurang lebih gini kalimatnya : When was the last time you did something for the first time? Dan ternyata Continue reading “Terharunya Bikin Soft Killer Bread Perdana”

jurnal, review, wonosobo

De Klubann, Sayur Sehat dan Segar Untuk Menemani #DiRumahAja

“Saya terinspirasi oleh masa pandemi sekarang ini.”

kata Bu Kartini, ketika saya tanya terkait foto-foto hamper berisi sayur yang segar dan cakep. Tapi, wait. Pandemi kok menginspirasi sih. Gimana ceritanya?

Dengan brand de Klubann, bu Kartini yang sudah lama merintis budidaya tanaman khususnya sayuran dan penggiat komunitas Hidroponik ini ingin lebih luas menjangkau konsumen dan petani. Saat pandemi seperti ini, banyak orang yang pesimis dengan usaha, padahal kebutuhan pangan kan tidak akan pernah habis, iya kaan. Di de Klubann, beliau ingin menghubungkan petani dengan konsumen secara langsung. Dan mengajak petani membudidayakan sayuran secara baik dan sehat. Yang jelas, sayur yang dihasilkan akan aman dikonsumsi. Continue reading “De Klubann, Sayur Sehat dan Segar Untuk Menemani #DiRumahAja”

review

Sakti Box, Sayuran Praktis Siap Masak

“Dek, di Temanggung to ada sayuran kemasan praktis, tinggal cemplung”

Begitu kata mbak Vita, kakak saya. Lhah, bedanya sama kemasan sayur sop, lodeh atau asem yang di tukang-tukang sayur itu apa? Ternyata memang beda, gaes!

Akhirnya, untuk menuntaskan rasa penasaran saya, kemarin mbak Vita membawakan saya dua macam kemasan yang beliau beli. Isinya bahan-bahan capcay dan tahu bacem siap sreng. Dengan branding Sakti Box sayuran praktis, produk ini bisa mengambil hati saya karena kemasannya yang cukup rapi dan bersih, trus lengkap sekali! Se-bumbu ulegnya, se-kaldunya, sampai oncang seledrinya pun sudah dipotong-potong. Benar saja kalau ini mah Continue reading “Sakti Box, Sayuran Praktis Siap Masak”