genPI, GenPI Wonosobo, jalan-jalan, jurnal, kopi, kuliner, mbakyublogger, referensi, review, temanggung, wisata

Belajar Kopi di Posong Temanggung

Bu Wen… ada undangan Coffe Trip untuk blogger besok tanggal 21-22 di Catgawen dan Posong, khusus dikau boleh datang Minggu pagi soale bawa bayik.

Kebetulan hari Sabtu (22/4) saya juga sudah janji untuk datang ke acara Kartinian-nya SD Agape, jadi kami, saya dan mas Erwin plus Kinan putuskan untuk memenuhi undangan mbak Dini di hari Minggu-nya. Kira-kira pukul 09.00 kami sampai menyusul teman-teman di rumah Pak Triyanto di desa Tlahab. Rumah beliau ada di pinggir jalan sebelum jembatan Sigandul. Nhah, Pak Triyanto ini adalah pengusaha kopi, dan ternyata masih famili dengan mas Eed Bowongso, masih ingat Bowongso? Coba baca ini juga yaa..

Demi Sebungkus Bowongso Coffee, Saya Rela
Tur Kebun Kopi Bowongso

Continue reading “Belajar Kopi di Posong Temanggung”

Advertisements
event wonosobo, jurnal, keluarga, mbakyublogger, perempuan, Uncategorized

Perempuan Membangun Desa ? Bisa?

“Halo halo..
Masih di Alun-alun kah?
Jum’at besok ada diskusi/estratalkshow di Dieng Creative Hub tentang perempuan membangun desa
Datang yaa..”

Demikian pesan yang dikirimkan mbak Aldhiana ke whatsapp saya, saat hari Selasa kemarin. Nggak tau darimana mbak Aldhiana tau saya di alun-alun, haha. Yang pasti saya curi-curi pandang liat mbak idola pake crown, cuantik aneeet. Maklum lah ya, saya adalah salah satu penggemarnya mbak Dhina, demikian nama panggilannya. Ngefans karena apa? Yang pasti bukan cuman cantiknya. Coba aja deh ngobrol sekaliii aja, pasti bakalan mikir hal yang sama kaya saya, hahahaha.

Malah curhat hihi, next..

Continue reading “Perempuan Membangun Desa ? Bisa?”

event wonosobo, jalan-jalan, keluarga, kinan, marriage life, mbakyublogger, memory, wisata, wonosobo

Selamat Ulang Tahun, Wonosobo

24 Juli 2018.

Pagi ini saya ajak Kinan ke Alun-alun Wonosobo, dan kali ini bukan untuk jalan-jalan seperti biasanya.
Kinan saya pakaikan baju kebaya berwarna merah muda dan jarik yang sudah dibuat rok berlatar putih dengan corak coklat tua dan hitam.
Kebetulan saya juga mengenakan kebaya bludru berwarna biru, dan bapaknya mengenakan surjan lengkap dengan iket.

Mungkin dia bertanya-tanya, ada apa?

Kami hanya ingin memberikan secuil kenangan pada Kinan, bahwa dia pernah menjadi bagian dari khidmat dan sukacita peringatan hari lahir tempatnya dilahirkan. Entah apa yang akan dia ingat kelak, mungkin hanya 5.000 penari lenggernya, mungkin hanya teriakan “Magito-gito…!”, atau bahkan buah pisang yang sempat dia ambil di panggung tadi yang katanya enak. Hehe.ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

“Sejauh apapun nanti kamu pergi, semoga kamu ingat hari ini, Nak. Ingat selalu tanah dimana pertama kali kaki kecilmu berpijak. Sejauh apapun nanti kamu pergi, kembalilah, dan berikan sesuatu yang baik untuk kotamu ini.” ㅤㅤㅤㅤ

Ps. Untuk Wonosobo, selamat bertambah umur, semoga selalu menjadi rumah yang nyaman bagi kami. Love you ❤

event wonosobo, genPI, GenPI Wonosobo, jalan-jalan, kuliner, mbakyublogger, referensi, review, wisata, wonosobo

Ride To Golden Sunrise 2018 : Acara Club Motor Pertama yang Saya (Nekat) Ikuti

Assalamualaikum mba
Saya Dipa temennya Mbak Mey Semarang
Salam kenal
Saya ingin berdiskusi dgn mba dan temen2 GenPI Wonosobo
Perihal dieng
Kapan ada waktu, sy mau ijin telp untuk proulouge

 

Hayoo, bisa ditebak nggak mas Dipa mau ngobrolin apa?  Continue reading “Ride To Golden Sunrise 2018 : Acara Club Motor Pertama yang Saya (Nekat) Ikuti”