jurnal, marriage life, mbakyublogger, memory, notetoself, sastra, wonosobo

Membacamu

Mulai membacamu lagi. Membaca ribuan kata yang pernah kau jejalkan paksa di mataku. Entah paksa, atau aku yang merasa dipaksa. Baru satu bait, hangat di sekitar telingaku, hidungku. Lalu aku berkaca, apakah ini yang disebut perona pipi ? Ah, kamu.

Entah jampi-jampi apa. Mungkin sebelum menulis, kamu akan mandi kembang tujuh rupa, dan bertapa untuk mendapatkan mantera ajaib yang bisa membuat dadaku bergedup. Dag dig dug. Continue reading “Membacamu”

Advertisements
jurnal, marriage life, memory, musik, referensi, review, sastra, wonosobo

Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan

Sedikit curhat teman saya (*dengan inisial D) yang sedang kasmaran. Ketika kemarin saat manggung (dia penari) bertemu dengan gebetan yang langsung klik dalam sekali ketemu, hehe. Trus, ketika ditanya kenapa matanya merah dan ngantuk, eehhh… dia yang keceplosan curhat, katanya dari jam 11 malem sampai 5 pagi ditelpon sang gebetan, hahah (*jadi ingat masa muda dulu #haiyaahh… )

Saya dan suami saya (dulu masih pacar) juga punya ritual telepon malam-malam. Padahal pagi/siang/sorenya juga abis ketemu, hahaha.. Ritual telepon “Sekali lagi” yang suami bingkai dalam sebuah puisi. Awww.. dia so sweet, sumpah! :’)
Continue reading “Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan”