event wonosobo, jurnal, keluarga, mbakyublogger, perempuan, Uncategorized

Perempuan Membangun Desa ? Bisa?

“Halo halo..
Masih di Alun-alun kah?
Jum’at besok ada diskusi/estratalkshow di Dieng Creative Hub tentang perempuan membangun desa
Datang yaa..”

Demikian pesan yang dikirimkan mbak Aldhiana ke whatsapp saya, saat hari Selasa kemarin. Nggak tau darimana mbak Aldhiana tau saya di alun-alun, haha. Yang pasti saya curi-curi pandang liat mbak idola pake crown, cuantik aneeet. Maklum lah ya, saya adalah salah satu penggemarnya mbak Dhina, demikian nama panggilannya. Ngefans karena apa? Yang pasti bukan cuman cantiknya. Coba aja deh ngobrol sekaliii aja, pasti bakalan mikir hal yang sama kaya saya, hahahaha.

Malah curhat hihi, next..

Forum Interaktif Desa #1

Acara dimulai pukul 14.00 tepat, sebelumnya kita diminta untuk registrasi, ambil snack dan menikmati hidangan mie ongklok. Di ruangan DC Hub sudah banyaak sekali yang hadir, dan mayoritas memang perempuan. Kira-kira pesertanya sekitar ± 100 orang, ada dari perwakilan Dinas KBPPA , TP PKK Kabupaten Wonosobo, 15 Ketua PKK Kecamatan se Kabupaten Wonosobo, Ketua IBI Kabupaten, 15 Ketua IBI Kecamatan se Kabupaten Wonosobo, Perwakilan Generasi Berencana (GENRE) kecamatan se Kabupaten Wonosobo, Pendamping Desa di Kecamatan se Kabupaten Wonosobo, Kasi Pemerintahan Kecamatan se Kabupaten Wonosobo, Istri Persatuan Kepala Desa Kabupaten Wonosobo, Perwakilan komunitas Wonosobo (Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Mbakyu Blogger, Komisi Advokasi Peduli Perempuan (KAPP), Keluarga Sosial (PKH), Migrant Care, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Himpunan Wanita Disabilitas Wonosobo ) dan juga dari teman-teman media Wonosobo Ekspress, Jawa Pos, Suara Merdeka, Wonosobozone dan Radio Pesona FM. Selain undangan, ada pula unsur umum yang di hari sebelumnya mendaftar, sekitar 30 orang.

Kinan dimana? saya gendong, hihi. Setelah abis makan mi ongklok, ngantuk dianya. Dan seperti biasa, Kinan jadi peserta termuda!

Dilatarbelakangi oleh suatu kondisi dimana peran kepemimpinan perempuan di desa masih kurang, terlebih di dalam lembaga pemerintah desa dan BPD, masih jarang ditemui figur-figur perempuan desa yang secara aktif menyuarakan kepentingannya demi kesejahteraan warga, padahal secara Undang-Undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa, sudah disebutkan bahwa ada jaminan keterwakilan perempuan dalam setiap proses pembangunan desa.

Kalau mau diakui jujur, perempuan di desa, terlihat di kegiatan apa? Posyandu? KWT? PKK ? Lalu berapa persen atau berapa orang perempuan yang duduk dan ikut menyampaikan pendapat di BPD atau desa? Bisa dihitung dengan jari!

Pemateri yang Asyik

Dengan melemparkan “umpan” pertanyaan tentang bagaimana keterlibatan perempuan di desa, mbak Dhina mulai diskusi dengan 4 narasumber yang sudah hadir. Yaitu mbak Alimah Fauzan, (Program Manager Gender Specialist INFEST Yogyakarta) , Ibu Retno (Sekretaris TP PKK Kabupaten, yang mewakili Ibu Fairuz), Bapak Drs. Tono Prihatono (Kabag Pemerintahan Setda Kab. Wonosobo) dan Ibu Raminah (Ketua BPD Larangan Kulon Kec. Mojotengah).

Materi pertama disampaikan oleh mbak Alimah mengenai Peluang dan Tantangan Kiprah Perempuan Dalam Membangun Desa. Sebelumnya, beliau mengajak peserta untuk bercerita bagaimana perubahan setelah adanya UU tentang Desa. Ada prinsip-prinsip yang dibagikan kepada para peserta salah satunya adalah : Akses, Kontrol, Partisipasi dan Manfaat. Juga beliau menyarankan bahwa sudah saatnya program maupun kebijakan yang kita buat adalah yang bersifat strategis, nggak melulu yang praktis. Contoh strategis? Misal hak pendidikan, dan banyak lainnya.

Mbak Alimah optimis bahwa Wonosobo bisa lebih baik. Mengutip quote siapa saya lupa, haha.. “Harapan itu seperti jalan di dalam hutan, ketika jalan itu sering dilewati, pasti ada”

Sempat selfie sama mbak Alimah dan mbak Astien

Bener banget!

Yang kedua, ada Bu Retno yang menyampaikan tentang Mendorong Kader PKK sebagai pemrakarsa Perempuan Membangun Desa. Disini, dijelaskan pula bagaimana awal mula 10 program PKK dan memotivasi bagaimana kita sebagai perempuan harus bisa aktif dalam hal berdiskusi/musyawarah untuk pengambilan keputusan di desa.

“Aktif sebagai perempuan di lingkungan kita!”

Lalu, ada Pak Tono, satu-satunya narasumber yang paling ganteng, hahaha, karena laki-laki sendiri :P, menyampaikan materi mengenai Kebijakan Desa tentang Akses Perempuan Dalam Pembangunan Desa. Ada kata-kata Pak Tono yang sangat terngiang-ngiang itu “Perempuan, hadir saja, tidak cukup!”

Beliau juga menjelaskan detail tentang BPD yang mewajibkan minimal 1 (satu) keterwakilan perempuan. Tugas dan fungsi BPD ini sebenarnya ada 3 (tiga) yaitu Aspirasi, Legislasi dan juga Pengawasan. Menyambung dengan apa yang disampaikan oleh mbak Alimah, Pak Tono juga “menantang” jika ingin bisa menyampaikan dan menjalankan usulan strategism harus bisa duduk di suatu lembaga yang kita bisa ikut tanda tangan.

Lalu, sebagai awal, apa yang bisa kita lakukan? Peduli dengan desa! Caranya? Kita tahu bagaimana transparansi dana desa, lewat web Open Data Desa yang sudah sangat mudah diakses lewat smartphone saja bisa kok.. https://datadesa.wonosobokab.go.id/ . Disana kita bisa lihat RPJM Desa, RPA Desa, dan juga APB Desa. Misal desa menganggarkan untuk beli alat tulis saja pasti akan terlihat disini, hehe.. komplit pokoknya! Transparan setransparannya.

Yang ke empat, materi Menjamin Keterwakilan Perempuan dalam Lembaga Pemerintahan Desa disampaikan oleh ketua BPD yaitu Ibu Raminah. Disini beliau lebih banyak berbagi pengalaman sebagai BPD Perempuan di Desa Larangan Kulon, Mojotengah. Banyak suka-nya kata beliau hehe.. Bu Raminah juga memberikan cara untuk mengambil keputusan, yaitu dengan skala prioritas.

“Kita harus ikhlas dan suka berbagi (apapun itu), dan yang terpenting lagi adalah kita didik anak kita”

Membangun Kesadaran Kritis Perempuan

Setelah tanya jawab dan diskusi, kami juga diminta menuliskan apa ide atau gagasan dalam kertas. Tentu saja saya menulis yang ada hubungannya dengan menulis dan online hehe.. Gagasan para peserta lainnya keren-keren bangeets!

Nhah, tujuan diadakan kegiatan ini lebih kurang adalah membangun kesadaran kritis tentang pentingnya peran perempuan dalam pembangunan desa. Karena bersamaan dengan momentum pembentukan anggota BPD di seluruh desa di Kabupaten Wonosobo yang akan dimulai pada tanggal 6-14 Agustus nanti, dimana menjamin keterwakilan minimal 1 (satu) orang perempuan dalam lembaga BPD melalui musyawarah perempuan , maraknya lowongan pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Wonosobo, dan juga Pilkades serentak di 166 desa.

Terimakasih untuk mbak Aldhiana dan tim Forum Interaktif Desa , bagian Pemerintahan Setda Kab. Wonosobo sudah memfasilitasi acara yang sangat keren. Dari pemateri hingga pesertanya sangat antusias dan overwhelming banget. Nggak sabar buat ketemu di Forum Interaktif Desa #2 bulan depan !

Ketemu sama bu Lidya jugaa 🙂
Foto mode beautynya susah, kucel poho yo mbak, besok kita foto lagi, hahaha. Sukses acaranyaaa!

Oiya, acara ditutup dengan pembacaan resume dari mbak Aldhiana, saya berasa di scene terakhirnya mbak Nana Mata Najwa, hahaha!

Hadir saja tidak cukup, tapi kalimat lantang “Ijin, perempuan ingin berpendapat” harus diucapkan

Jika ingin lebih berdaya, maka ganti usulan praktis dengan usulan strategis
Dan untuk mendapatkan peluang usulan strategis membutuhkan kewenangan tandatangan

Maka tantangan untuk duduk dalam pemerintahan desa harus ditangkap oleh perempuan.

Sudah banyak bukti bahwa kegigihan perempuan mampu membongkar kebijakan dan budaya yang tidak berujung sejahtera warganya.

Dan tugas kita semua disini untuk mendorong lahirnya kader perempuan terbaik desa dan memgawal proses demi perubahan masa depan desa yang lebih baik

-0-

Wonosobo, 27 Juli 2018

Advertisements

2 thoughts on “Perempuan Membangun Desa ? Bisa?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s