event wonosobo, genPI, jalan-jalan, keluarga, kinan, kuliner, lomba blog, mbakyublogger, memory, referensi, review, wisata

Palawi Risorsis, Wana Wisata Baturraden Purwokerto Yang Harus Kamu Datangi (2)

“Besok si kecil  ini ikutan tracking lhooh…” , seru mbak Sista ke salah satu pemandu. Saya cuman senyum dan mengangguk, agak curiga sih, tapi, emang apa beratnya tracking bawa bayi?

Melanjutkan cerita hari pertama, di hari kedua kami diajak untuk menjelajah ke Pancuran Telu dan Pancuran Pitu. Kinan saya gendong dan masih tidur, saking nyamannya kasur di Agathis  dan cuaca di Baturraden nih, masih nyenyak aja dibopong-bopong, padahal biasanya selimut digeser aja udah bangun. Kalau sesuai rundown, kami harusnya berangkat pukul 05.30 sesudah sholat Subuh. Tapi, akhirnya kami start berangkat sekitar pukul 06.30 bersama-sama dengan pemandu.

Berangkaaatt !

Ternyata, bener-bener deh, yang namanya tracking beneran ya kayak gini nih, hahaha! Kami masuk hutan, yang bener-bener hutan. Jalan batu, tanah licin dan juga menanjak juga turunan. Wagelaseehhh. Oiya, kita juga lewat jembatan pertama, jemabatan kayu yang cakep, tapi karena lapuk , maka kita harus muter dan turun ke bawah. Dan Kinan masih bobok! Berasa digoyang-goyang tambah ngantuk kali ya. Lalu, lewat juga di semacam pemandian kolam renang gitu, lewat jembatan  lagi, tapi jembatan yang ini katanya dulu pernah ambrug, tapi pemandangannya keren bangeeet!

Masih bobok Kinan-nya

Pancuran Telu

Nhah, dari sinilah perjuangan dimulai. Menuju Pancuran Telu, jalannya tangga dan naiiiik.. terus. Sumpah menggeh-menggeh! Untung hawanya mendukung, dingin-dingin sejuk gitu. Kurang lebih 1 jam perjalanan, kami sampai di Pancuran Telu. Sesuai dengan namanya, ada tiga pancuran yang mengalirkan air panas belerang. Ada banyak warung-warung, kamar mandi untuk ganti baju dan juga jasa pijat belerang. Oiya, tiket masuk ke Pancuran Telu ini sebesar Rp 13.000 ya..

Mringis !
Photo by Mbak Olipe

Nggak lama kami di Pancuran Telu, kami melanjutkan perjalanan ke Pancuran Pitu. Lewat hutan lagi doongs. Kali ini, bener-bener di tengah hutannya, Kinan kebangun. Tapi, tau kan ya anak bayi kalau bangunnya agak “kagol” ya gitu deeh, bisa nangis dan cranky. Pegang bapaknya gak mau, mamahnya duduk istirahat gak boleh, yang bener-bener harus gendong saya dan majuuuu terus. Ya gimana lagi coba, disinilah saya merasa harus jadi ibu tangguh, wkwkwkwk, lebay. Dan jalannya masih naaaikkkk terus…  Mantaappp…

Wedang Badeg dan Nabuti

Sampai akhirnya, tibalah kami di tempat semacam rest area. Alhamdulillaaahh… Kami rombongan ke-3 yang sampai. Saya langsung duduk sambil selonjor kaki. Oiya, disana sudah menunggu bapak-bapak penjual wedang badeg. Bagi yang belum tahu, badeg adalah air nira atau hasil sadapan pohon aren. Yang unik, air/wedang badeg ini dijual menggunakan bambu sebagai wadahnya. Katanya lagi, wedang ini punya banyak khasiat salah satunya karena mengandung zat gizi, asam amino dan juga vitamin. Kalau menurut saya, minuman ini sangat menyegarkan, dan mengembalikan stamina. Apalagi abis jalan jauh, butuh minuman pengganti ion, kan. Capek, haus, sruput-sruput wedang badeg! Mantap!

Wedang badeg nih, segeer! Talent : Mbak Dian Photo by mbak Olipe

Oiya, makan pagi kita juga ternyata disini lhoh, apa coba menunyaaa? Nabuti, alias nasi bungkus daun jati! Ini juga pengalaman pertama saya makan nasi yang dibungkus dengan daun jati. Menunya adalah oseng klika atau kulit singkong, (*baru tau kalau kulit singkong bisa dimasak!) dan oseng kedelai tempe hitam, juga telur balado. Nikmatnyaaaa…

Pancuran Pitu

Setelah selesai makan, kami siap-siap untuk menuju ke Pancuran Pitu. Kali ini untuk ke parkirannya kami diantar menggunakan mobil, lumayan menghemat tenaga, karena untuk menuju ke Pancuran Pitu ternyata kita harus menuruni tangga guys! Halooo tangga, haha! Saat turun, saya jalan melenggang sendiri karena Kinan minta dituntun bapaknya dan Bapak Mas Jiwo, yeaaay! Tiket masuk ke Pancuran Pitu ini Rp 13.000 juga ya..

Minta jalan digandeng Bapak – bapak
Pancuran Pitu, pancurannya berjumlah tujuh. Panas banget disini..

Sesampainya disana, wooaaaa.. rame sekali! Hampir sama dengan Pancuran Telu, tapi Pancuran Pitu ini versi gedenya. Banyak pedagang juga, dan jasa pijat. Tergiur untuk turun dengan iming-iming air di bawah nggak begitu panas, maka saya ikutan turun ke tebing belerang atau Goa Selirang. Tangga-nya nanjaaak! Nggak kebayang harus naik lagi nanti, haha.

Tebingnya di bawah sana..

Tapi memang bener sih kata orang, nggak ada jalan mudah menuju surga. Nggak nyesel saya turun dan menginjakkan kaki ke tebing ini, Kinan juga bisa seneng dan betah main air. Pemandangannya juga cakep. Awalnya lihat tebing ini berasa licin karena sampai berwarna orange kecoklatan, tapi ternyata sama sekali nggak licin dan bahkan kami bisa naik-naik dan main air disana, soalnya kalau air pas di Pancuran Pitu-nya itu hot banget! Yang belum kesampaian cuma satu, pijat kaki! Padahal cuman bayar Rp 10.000 dan misal pingin pijat yang komplit juga hanya bayar Rp 30.000.

KInan dan Bapak asyik main air anget di tebing belerang. Siapa yang ngira ini licin? Photo by Rizkichuk

Walaupun untuk kembali ke villa penuh dengan perjuangan dan harus minum teh panas hingga paracetamol ( karena hampir pingsan , haduuh, malu deh) dan kembali nggendong Kinan yang mulai ngantuk dan cranky lagi, tapi ketika saya bisa mencapai pintu keluar dan duduk manis di angkot yang membawa kami pulang ke villa saya bersyukur, ternyata the power of kepepet jadi motivasi terbesar saya menyelesaikan misi ini, hahaha. Saya bersyukur bisa mengunjungi dan melihat langsung kecantikan tersembunyi dari Pancuran Telu, Pancuran Pitu, juga Goa Selirang. Yang belum pernah kesana, apalagi cuman dengar dari “katanya”, harus banget-banget cobain kesini! Oiya, dari terminal, angkot ini ada kok, jadi gak usah khawatir yang nggak bawa kendaraan pribadi yes, dan biasa stay di parkiran Pancuran Pitu sampai sore…

Bancakan, Sambalnya Bikin Susah Move On

Sesampainya di Villa, Kinan masih terlelap dan saya ikutan tidur sebentar. Lalu setelah itu, kami mandi dan bersih-bersih. Ternyata, di teras samping sudah disiapkan makan siang berupa bancakan, ada urap, ayam goreng, tempe, tahu goreng, lalapan, mie goreng, dan kerupuk. Asyik bangeet! Yang bikin saya nggak bisa move-on dari Villa Palawi ini salah satunya adalah momen makan siang ini. Kenapa? Karena sambelnyaaaa… Huhuhu, sampai kebawa mimpi makan sambelnya nih. Tahu kan, kalau saya ini penggemar pedas, dan ini adalah salah satu sambil ternikmat yang pernah saya coba. Pokoknya, kalau saya kesini lagi, saya harus request sambal ini! Rasanya? Puedes banget, asin terasinya pas, trus seger asem jeruk nipis. Ah, susah diungkapkan, pokoknya enak banget. Sampai ke koretan terakhir lah pokoknya, iya nggak mbak Dev sama Pungky? *cari temen.

Bancakan ala Palawi. Kok fotonya udah pada nggak konsen ya, laper guys? hahahaha… Photo by Mbak Sista

Taman Labirin

Setelah makan siang, kami menuju ke Taman labirin. Hari pertama, taman labirin ini sempat diiming-imingkan dan bikin penasaran. Karena ternyata, nggak cukup buat ngapalin jalan dan arahnya lhoh, kalau dilombakan, tentunya jadi grogi dan buyar konsentrasi ngapalin kan? Hahahaha..  Setelah diundi, saya plus Kinan dapat kelompok bareng Pungky dan kak Yugo. Padahal kaki masih gemeteran karena tracking tadi pagi, tapi ternyata kami bisa juara duwaaaa, yeaaayyy! Dapat mug cantik.

Asyiknya berlomba di Taman Labirin. Jangan kesasar yaaa!

Nggak kerasa waktu sudah siang dan waktunya harus berpisah dengan teman-teman blogger, juga dengan Palawi. Sungguh, ini adalah weekend yang sangat menyenangkan dan suatu kebanggaan tersendiri bagi saya bisa ikut merasakan keseruan bersama teman-teman di Palawi, menginap di villanya, menjelajah wisata alam yang ada, dan saya dapat keluarga baru disini, juga pengalaman berkesan yang nggak bisa saya lupakan.

Terimakasih Palawi !!!

Untuk  teman-teman yang butuh rekomendasi menginap atau berwisata di Purwokerto, ke Palawi aja! Dijamin bahagia!

-0-

Blogger Goes To Palawi ini diselenggarakan oleh Palawi Resorsis Baturraden, dan disponsori oleh Rumah Makan Putri Gunung Baturraden serta Lili Chicken Baturraden.

 

Palawi Risorsis

Unit Wana Wisata Baturraden
Jl. Raya Bumi Perkemahan Baturraden
Kec. Baturraden – Kab. Banyumas – Jawa Tengah
Office (0281) 681616
Sista 0813 9144 2211 / Adi 0812 2594 863 / Fajar 0852 2788 8030
IG : @baturadenpalawi

 

Advertisements

6 thoughts on “Palawi Risorsis, Wana Wisata Baturraden Purwokerto Yang Harus Kamu Datangi (2)”

    1. duhhh, kata-katanya heartwarming banget Om Rizki, makasih 😀
      semoga kita bisa ketemu seru-seruan lagi yaaa (red : minta difoto, hahahaha)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s