genPI, jurnal, mbakyublogger, wisata, wonosobo

Borobudur , I’m In Love

“Impian saya pada saat Borobudur International Festival tanggal 28-30 Juli bisa launching GenPI Karesidenan Kedu”

Whaaat.. Launching di acara se-ngehits dan semegah BIF? Langsung nano nano dan norak deh baca pesan yang ditulis sama kak Shafigh, Ketua GenPI Jawa Tengah.

Sekedar informasi, GenPI yang merupakan singkatan dari Generasi Pesona Indonesia adalah komunitas relawan pariwisata yang dibesut oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. GenPI merupakan produk dari program promosi wisata “go digital” yang tengah gencar dilakukan oleh Kemenpar sebagai salah satu strategi pemasaran pariwisata Indonesia. Nhah, anggotanya adalah para pejuang digital yang selama ini aktif melakukan promosi pariwisata melalui media sosial.  GenPI Jateng sendiri baru diresmikan di Maret 2017, dan ada 6 karesidenan yang merupakan sub wilayah dari GenPI Jateng yaitu eks Karesidenan Kedu, Banyumas, Solo Raya, Pakujembara, Kedungsapur, dan Pekalongan.

 

29 Juli 2017, Deklarasi Cinta GenPI 

Dan akhirnya tanggal ditetapkan, yaitu tanggal 29 Juli 2017. Uhuk. Ulang tahun siapa yaa… Sayaaaaa 😀 *pamer banget yo. Maaf, karena euphoria kegembiraan belum selesai sampai disini, jadi akan ada tulisan-tulisan berbau pamer, moho dimaapkeun yaa.. hihihi. Dari Wonosobo, kami berangkat ber-4. Bareng sama Jani, Randi, mas Erwin dan Kinan. Berarti  5 ya. Ardha sedang ada urusan di Semarang, jadi akan menyusul kami langsung menuju lokasi Borobudur. Start berangkat jam tengah 2 siang via Silento karena juga menjemput April di Salaman. Bisa dibayangkan agak degdegan karena ini pertama kali bawa Kinan agak jauhan. Tadinya paling jauh cuma sampe Temanggung, ya agak was-was gitu deh. Tapi, sepanjang perjalanan Kinan malah bahagia, ketawa ketiwi, bobok manis, dan gak jarang dia menikmati dipangku bapaknya. Yeeyyy!

 

Bertemu Para Relawan Pariwisata se Jawa Tengah

Sekitar pukul 15.30, kami sampai di rumah dinas DPRD tempat meeting point dan ngumpul dulu untuk pembekalan GenPI. Ternyata teman-teman sudah pindah ke Gedung DPUPR, seberangnya Rumah Dinas DPRD. Sampai disana, waaaaa.. banyak banget teman-teman yang berasal dari 6 karesidenan. Wajah paling familiar ya Mbak Olip (Purwokerto), Mbak Dewi (Semarang), lainnya masih samar-samar dan langsung kenalan on the spot, hehe. Alhamdulillah, meskipun mereka blogger hits dan admin sosmed yang ratusan ribu follower, tapi baaaaikkkkkk banget. Ramah banget dan ah nyenengin pokoknya. Berasa udah kenal lama karena obrolan kita santai dan asik. Tapi sempat agak rusuh waktu kita tuker-tukeran makanan khas, hahahaha. Kebetulan kami bawa Carica, Sagon, Opak angin dan kopi Bowongso. trus dari Purworejo, mas Mimin dkk bawa clorot dan lompong (?). Biasalah sebelum dimakan kan difoto-foto dulu, terus baru deh rebutan, hahahaha. Besok-besok lagi kami bawakan cacah jiwa deh, atau mainlah kesini yeeeyy. Setelah selesai ngobrol santai masalah GenPI dan berbagai uneg-uneg dan permasalahannya di tiap wilayah hingga daerah, kami siap-siap untuk pindah ke Aula Dinas Pariwisata untuk makan siang dan siap-siap berangkat ke acara BIF. Berasa semua gedung milik sendiri nih pindah-pindah mulu hahahaha..

Kenalan, ngobrol singkat dan rebutan jajan

Akhirnya Sampai di Borobudur Lagi

Setelah Maghrib, kami berangkat menuju acara BIF di lapangan Lumbini Borobudur. Dan, Kinan masih aman! YES! Sesampainya disana, langsung deh terpana sama tata lampu yang nyenengin banget. Romantis, syahdu, megah, dan kereeeen! Siapa sangka bisa dapat hadiah ngerayain ulang tahun di acara sekeren ini. ((NGERAYAIN)), kayak ulang tahunan anak TK aja hahaha. Btw, ini kali kedua saya datang ke Borobudur. Pertama kali waktu saya kuliah semester 3 atau 4 ya, saya lupa. IYA. PERTAMA KALI DATENG WAKTU KULIAH! Udah deh jangan dibahas ya..Plis.

Acara Borobudur International Festival ini adalah acara 4 tahunan sekali yang diadakan di Borobudur dan khusus di tahun ini dilaksanakan selama 3 hari, pada tanggal 28-30 Juli 2017. Acara dibuka kemarin  tanggal 28 Juli 2017 oleh Bapak Ganjar (Gubernur Jateng).  BIF 2017 ini menampilkan sajian kesenian yang disuguhkan oleh ratusan seniman dari seluruh Indonesia dan juga seniman mancanegara dari negara Jepang, Cina dan India. Selain sajian kesenian, juga ada festival kuliner dari berbagai macam daerah. Ada pecel, ada mendoan, tempe kemul, dawet kopi hingga mi rebus. Disamping tenda yang memanjang, ada spot khusus untuk duduk-duduk. Baik yang pakai meja kursi sampai yang lesehan. Asyik banget lah pokoknya. Terang remang-remang dibawah lampu berwarna-warni.  Nhah khusus untuk sore kemarin, kami disambut dengan Tari Perang Obor dari Jepara, Tari Lengger Lanang dari Kabupaten Banyumas, Tari Gandrung dan Tari Tanjung Menangis datri NTB, Tarian dari Jepang, India, Tiongkok, Tarian Perawan Tenong dari Pemalang dan sebagai penutup adalah Tari Reog dari Kabupaten Temanggung.

Tarian dari Jepang. foto by @magelang

 

Malam romantis di Borobudur. Photo by @magelang

 

Menonton tarian . Photo by Pakde Ari

Deklarasi 6 Karesidenan GenPI Jateng

Di sela-sela pertunjukkan tari yang sangat keren tadi, kami beserta teman-teman mendapatkan kehormatan untuk mendeklarasikan GenPI dari 6 Karesidenan se Jawa Tengah. Deg-degannya lagi, kami  semua perwakilan dari wilayah dan daerah, mungkin sekitar 40 orang, diminta maju satu persatu ke panggung yang sedemikian megahnya. Diawali dengan sambutan dari Kak Shafigh Pahlevi Lontoh sebagai Ketua GenPI Jateng yang memperkenalkan apa itu GenPI dan apa peranannya untuk mempromosikan pariwisata dan membuat trending topik di media sosial, diteruskan oleh Mas Don Kardono (Staf Khusus Kementerian Pariwisata bidang Komunikasi) yang mengajak masyarakat untuk ikut aktif dalam mempopulerkan wisata di daerah masing-masing. Genpi Jateng juga diharapkan bisa menjadi penggerak di sisi sosial media yang kini menempati urutan teratas aplikasi media sosial yang digunakan masyarakat.

Penyelempangan selendang dari Mas Don Kardono ke masing-masing koordinator wilayah menandakan resminya deklarasi GenPI 6 Karesidenan  di Jawa Tengah. Harapan selanjutnya adalah dari karesidenan bisa membentuk GenPI tingkat Kabupaten/Kota sehingga akan lebih mudah terorganisir dan semoga bisa bersinergi dengan Dinas Pariwisata di Kabupaten/Kota masing-masing untuk membantu promosi wisata.

Acara dilanjutkan dengan nonton pertunjukan sampai selesai dan ngobrol-ngobrol sambil menikmati kuliner di festival kuliner yang letaknya ada di belakang panggung. Kinan sempat tidur dibopong mas Erwin dan ketika bangun , dia heboh dan excited jalan-jalan lihat topeng yang dipajang di jalan masuk. Agak rewel saat mau pulang karena udah sangat larut dan mengantuk, tapi gendong sambil mimik nen, langsung bobok lagi.

Kak Shafigh memperkenalkan GenPI Jateng. Photo by @magelang

 

Penyelempangan selendang oleh Mas Don . Photo by @magelang

 

Siap Gasssss Pariwisata . Photo by : Kak Hyudee

Borobudur, I’m In Love

Betapa Tuhan Maha Baik. Di hari spesial ini, saya bisa berkumpul dengan keluarga kecil saya (Mas Erwin dan Kinan), bisa ketemu banyak relawan pariwisata, blogger kondang, admin sosmed yang ngehits, influencer, teman-teman baru yang satu visi, yang hebat dan keren-keren, teman-teman yang sangat menginspirasi dan memotivasi untuk bisa membangun dan mengembangkan ide-ide untuk pengembangan pariwisata di Jawa Tengah, Wonosobo khususnya.

Borobudur, I’m In Love . Photo by Mbak Olipe

Biar lebih syahdu, nih liat videonya bikinan Kak Randi

Selamat ya 6 Karesidenan GenPI Jateng yang sudah dideklarasikan malam itu. Saya sangat beruntung menjadi bagian dari kalian.

 

 

Salam sayang,

Wening

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s