jurnal, kinan, marriage life, mbakyublogger, memory, notetoself, wonosobo

Sembelit pada Bayi

Selama masa MPASI, alhamdulillah Kinan tidak pernah mengalami masalah pencernaan seperti sembelit. Pernah sih sekali dia absen tidak pup sehari di awal MPASI tunggal, tapi alhamdulillah hari berikutnya sudah lancar lagi.

Sebelum masa MPASI, Kinan selalu pup 1-2x sehari. Setelah memasuki masa makan makanan solid, Kinan rutin pup 1 hari sekali. Kadang di pagi hari, atau di malam hari mau tidur.  Tapi kemarin, di usia 10 bulan ini Kinan mengalami sembelit. Sediihh, denger tangisannya tiap kali mengejan mau pup. Huks.. Ditambah lagi, Kinan sembelit saat kami sedang berlibur di rumah neneknya, mertua saya. Deg-degan dong, takut kalau dimarahi, takut kalau nggak dipercaya ngasih makanan MPASI homemade, takut kalau di aaahh.. macem-macem. Yang jelas, takut kalau Kinan sakit. Kan ngebayangin kalau kita sembelit aja sakitnya kaya apa.. Kinan, maafin Mamah yaa…

Berdasar apa yang saya pelajari di grup HHBF (Homemade Healthy Baby Food), sembelit harus segera diatasi, agar tidak menjadi akut atau kronis yang menyebabkan waktu pengobatannya semakin lama.

Jadi, begini ceritanya..

Hari Sabtu, Kinan sudah mulai agak rewel. Makan pun sudah tidak lahap. Sarapan bubur kacang hijau + roti tawar, selingan buah naga, sorenya makan nasi labu siam telur dadar. Pup sedikiit sekali, berwarna kuning cerah dan menggumpal, kira-kira seruas jari telunjuk. Minum air putih juga susah.

Lalu di hari Minggunya, Kinan absen pup dan rewel tidak mau makan. Salah saya, malah dia saya kasih roti tawar dan pisang belitung, huks. Minum air putih juga masih gak mau. Tadinya saya pikir belum sembelit, tapi harus makan biar kenyang.

Tibalah di hari Senin, ketika dia juga rewel makan dan siangnya nangis kejer gak karuan dengan sebelumnya ngeden-ngeden gak keluar-keluar pupnya. Waahh , hati ibu mana yang gak terseok-seok melihat anaknya nangis sampai kejer karena kesakitan mau pup, huhuhuhu 😭 . Sampai akhirnya ketika tangisnya sudah agak mereda, saya dibantu suami mengganti popoknya. Dan yang keluar adalah pup seperti kotoran kucing, berwarna kuning cerah, besarnya sejempol orang dewasa, dan agak liat lembek. Ketika dibersihkan pun dia masih menjerit kesakitan, hiks, gak tega pokoknya.

Setelah agak mereda tangisnya, langsung saya potongkan buah naga dan saya suapi. Alhamdulillah mau habis banyak. Minum air putih hangat. Saya pijat gowes, pijat ilu, dan saya minumi air putih hangat. Selang beberapa jam, tiba-tiba dia mengejan lagi seperti mau pup, dan kesakitan. Bingunglah kami. Tapi alhamdulillah pupnya sudah lembek normal,  berwarna kehijauan seperti biasa. Saat dibersihkan pun, masih kesakitan. Mungkin dia masih agak “trauma” sakitnya tadi, atau mungkin memang masih agak sakit ya.
Saya sampai takut mau kasih makan karena takut Kinan bakal sembelit lagi.

Hari Selasa, Kinan sudah mulai lahap. Saya buatkan perkedel tahu telor wortel dan makan menggunakan nasi. Siangnya selingan alpukat. Alhamdulillah, pupnya sudah kembali lancar dan dia tidak kesakitan. Alhamdulillaahhhhhh

Nhah, berdasar pengalaman kemarin, ternyata sebelumnya Kinan sudah menunjukkan gejala sembelit lhoh, diantaranya :

  • Kerap menangis dan mudah rewel.
  • Tidur tidak nyenyak
  • Makan tidak lahap
  • Wajah kemerahan dan berusaha keras untuk mengejan namun pup yang keluar sangat sedikit.
  • Frekuensi BAB yang tidak semestinya atau jarang.
  • Bila kita meraba perut bagian bawah akan terasa keras.
  • Dalam posisi tidur terlentang, kaki diangkat-angkat ke atas

Dan yang saya lakukan selama sembelit, adalah :

1. Memijat perut bayi dengan ILU dan gowes sepeda
Ini yang diajarkan di rumah sakit dulu, ketika perut bayi bermasalah, bisa dicoba gerakan pijat I Love U (ILU) dengan membentuk huruf I , huruf L dan huruf U, di perut bayi. Kemudian pijat gowes di kedua kaki, seperti gerakan menggowes / mengayuh sepeda.

Pijat ILU

2. Perbanyak asupan cairan
Minumi dengan air putih hangat, agar proses pencernaan kembali lancar. Juga, jangan lupa perbanyak minum ASI, karena ini juga menambah asupan cairan untuk tubuh.

3. Makan buah yang mengandung kadar air lebih banyak
Tidak hanya air putih hangat, berikan buah yang banyak airnya seperti buah naga, melon, pir, semangka. Untuk Kinan, yang paling manjur adalah buah naga dan semangka.

4. Mandi dengan air hangat
Setiap kali mandi, gunakan air hangat karena dapat membantu lebih rileks dan membuat saluran pencernaan lebih mudah mengeluarkan kotoran.

5. Evaluasi komposisi makan
Menurut yang saya pelajari di grup HHBF, pencernaan bayi belum sesempurna orang dewasa, dan pencernaannya terbalik dengan orang dewasa, maka saat sembelit saya evaluasi komposisi makan : apakah sudah 4*, apakah sudah diberi lemak tambahan, apakah selingan buahnya, bagaimana tekstur dan seberapa porsinya, juga bagaimana asupan cairannya.
Menurut kasus kemarin, di hari Jumat karena kami bepergian naik bus ke rumah nenek Kinan, saya jadi ambil “gampang”nya aja, selingan untuk Kinan saya kasih pisang kukus dan roti tawar, hari Sabtunya juga, minum air putihnya pun sedikit sekali. Itulah kira-kira tersangka sembelitnya Kinan. Duh, maafin Mamah ya Nduuk..

6. Kalau cara diatas sudah tidak mempan, langsung hubungi dokter yaaa..

Beruntungnya, suami saya siaga banget dan ibu mertua saya bukan tipe yang gampang panik dan terlalu “ikut campur” , saya malah seneng banget karena beliau malah seolah “menenangkan” saya dan membuat sugesti positif dengan berbagai cara. Tidak terus menyalahkan atau memberi komentar negatif/nyinyir. Padahal saya udah deg-degan setengah mati. Membayangkan kata-kata “Makanya jangan bla..bla…”, “Kamu sih..” ,dan lain-lain yang bikin down. Terimakasih ya Ibuuuu.. love you to the moon and back😍

Jadi, masih trauma dengan sembelit dan bikin makanan homemade buat Kinan? Big NO! Bahkan dengan sembelit ini saya jadi banyak belajar , punya pengalaman dan harus lebih banyak sabar. Tapi bukan berarti coba-coba lho yaa.. buat anak kok coba-coba 😂 #ehgimanasih

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s