jurnal, kinan, kuliner, marriage life, mbakyublogger, memory, notetoself, referensi, tips & trik, wonosobo

Tips Mematangkan Alpukat

Suka sebel gak sih kalau beli buah alpukat? Beli mentah diperam di beras eh pas ditengok belum matang, ditengok lagi eh busuk. Sekali nunggunya lama, dipegang udah empuk, pede banget dibelah eh ada banyak serabutnya, benyek, banyak hitam-hitamnya, atau paling sedih adalah ketika buahnya cakep tapi rasanya pahit, huks. Sakit sekali, Jendral!

Padahal, selain buah naga dan pir, alpukat adalah buah idola-nya Kinan. Mau dikerok, dibikin es krim, pasti habis dalam 15menit. Tapi, susahnya milih buah alpukat yang bagus itu kayak susah cari jodoh #ehgimanasih

Di Wonosobo, belum ada semacam mall besar yang menyediakan banyak buah beragam. Satu-satunya tempat yang buahnya komplit ya di pasar tradisional. Itupun musiman, dan banyak pula buah berkarbit, huks. Pada umumnya buah Alpukat yang kita beli itu masih mentah, soalnya buah ini kan bukan asli dari Wonosobo, pengiriman juga biasanya dari luar kota bahkan luar pulau, jadi kenapa dikirim mentah ya agar selama pengiriman si buah enggak busuk. Bayangin aja misal dari Lampung sana dikirim udah mateng, sampai Wonosobo udahh jadi apaaa.. benyek-benyek kayak hatiku, Bang.

Itulah kenapa sebelum kita konsumsi, ada tradisi memeram alpukat. Yang paling sering kita lakukan adalah memeram di dalam beras. Hubungannya apa sih memeram di beras dengan cepat matang? Berdasarkan hasil ngobrol dengan teman yang kuliah di perkebunan, katanya buah alpukat adalah salah satu buah yang tidak dapat matang langsung di pohon. Jadi setelah tua, harus dipetik untuk menjalani proses pematangan. Proses ini terjadi karena ada gas ethylene yang dikeluarkan oleh si buah alpukat yang ada di pangkal buah. Jadi, semakin banyak gas ethylene yang meliputi buah Alpukat, semakin cepat juga proses pematangannya. Lalu, dengan diperam di beras, gas yang dikeluarkan akan terperangkap, jadi buahnya cepat masak.

Tapi, hasilnya kok kadang kurang sip ya kalau diperam di beras? Bahkan kadang benyek, hitam-hitam dan serabut merah-merah banyak sekali yang muncul, hingga rasa pahit yang timbul. Katanya, karena jika diperam di beras masih memungkinkan berongga, sehingga buah masih terkontaminasi oleh kutu beras hingga bakteri lainnya. Sehingga hasilnya kadang mengecewakan.

Kali ini, saya mencoba cara lain yang praktis dan hasil ya jauh lebih cepat dan juga memuaskan. Hanya membutuhkan 4 alat yaitu : pisau, tissu, lakban bening, dan gunting. Pasti ada kan alat-alat ini di rumah? Caranya adalah :

  1. Siapkan alat-alatnya
Gunting, pisau, lakban bening, dan alpukat tentunya

2. Potong sedikit pangkal buah Alpukat dengan pisau

Potong sedikit pangkal buah alpukat

3. Ambil selembar tisu, balut pangkal buah alpukat yang sudah dipotong tadi.

Balut dengan tissu

4. Rekatkan dan lilit dengan lakban bening

Pakai lakban bening

5. Taruh di luar, suhu ruangan saja (bisa matang 2-3 hari)

6. Setelah dirasa empuk dan matang, belah alpukat dan siap dinikmati.

Hasil setelah 2 hari. Kuning sempurna

 

Hasli di alpukat lain setelah 3 hari

 

Dari sekian banyak cara, inilah cara yang paling praktis dan lebih cepat menurut saya. Saya sudah mencobanya berkali-kali dan alhamdulillah hasilnya belum pernah mengecewakan. Semenjak tahu cara ini, saya memilih membeli yang mentah dan memeram sendiri karena hasilnya matang sempurna dan rasanya jauh lebih enak.

Ada yang belum pernah mencoba dan masih penasaran? Yuk aaah.. gampang banget!

Advertisements

3 thoughts on “Tips Mematangkan Alpukat”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s