5 Ciri Berwisata ala Generasi Milenial

Beberapa waktu terakhir ini, saat mengecek akun instagram, saya kok baru sadar ya kalau foto yang diupload teman-teman masa SMP, SMA, bahkan kuliah adalah foto anak bayi. Berarti jaman saya dan teman main saya sepedaan keliling kampung sebentar lagi digantikan sama anak-anak kami. Ih, berasa tua nggak si, hihi. Mungkin nanti saya lebih norak deh posting-posting #PertamaKali -nya Kinan naik sepeda, main-main di wisata alam sampai keliling-keliling objek wisata di Wonosobo (seperti yang Bapak dan Mamahnya lakukan dulu, hehe)

Baca juga : #PertamaKali Mengajak Kinan Naik Bus

Meskipun umur bertambah banyak, tapi ternyata saya dan teman

seumuran saya sudah masuk generasi milenial lho. Generasi yang diakui sebagai generasi yang lahir antara tahun 1980 sampai 2000an, dan saya berada ditengah-tengahnya. Generasi yang lebih banyak menggunakan teknologi aka gadget hingga media sosial dalam hidupnya. Pingin delivery makan miayam, tinggal pencet. Mau manggil ojek, tinggal nut-nut. Mau beli popok bayi tinggal pakai handphone. Anak sakit, cari dokter via browsing internet. Pingin liburan yang asik, cari rekomendasi tinggal liat instagram pake hashtag. Ahh, mudahnya dengan sekali klik.

Nhah, untuk yang terakhir saya sering banget nih, cari rekomendasi piknik lewat media sosial. Pikniknya yang dekat-dekat aja, karena biar Kinan bisa ikutan hehe. Kan sering tuh temen-temen saya upload foto-foto tempat cakep, tinggal search pake hashtag, nongol deh..

Ternyata, menurut nsighttravel.com  ada sepuluh ciri umum piknik ala generasi milenial, dan menurut versi saya, dari 10 ada 5 (lima) yang cocok, yaitu :

1. They trust their friends’ recommendations over a travel agent. 
Hehe, ini sih saya banget. Saya lebih percaya sama rekomendasi teman daripada agen travel. Apalagi kalau rekomendasinya langsung kita baca lewat tulisan di blog, atau lewat foto yang diposting di instagram atau facebook.
Ini saat saya ke wisata petik jeruk di Sirancah Kalikajar Wonosobo yang asri dan enak banget deh jeruknya,  yang ini berdasarkan postingan teman di Facebook dan sempat tanya-tanya langsung.

Foto bersama jeruk jeruk yang bergelantungan.

Baca juga : Wisata Petik Jeruk Sirancah Kalikajar 

2. They want to fully immerse themselves into new cultures, and feast on local cuisine.
Ini juga sih, semakin kesini semakin dicari wisata-wisata lokal atau sejenis desa wisata yang kita bisa ikut mengikuti kebiasaan disana, hingga merasakan pengalaman tinggal yang “berbeda”. Makan nasi jagung, petik teh/kopi, bakar jagung/ubi di pawon dapur, dan lain-lain. Kalau yang ini, kami ikut field trip ke Bowongso Kalikajar, bareng Blogger-blogger kece dari luar kota. Kami 2hari 1 malam disuguhi kopi, main ke gardu pandang, dan bersenang-senang pokoknya.

Bareng blogger hits

Baca juga : Agrowisata Bowongso – Tur Kebun Kopi – Cinta Satu Malam

3. They use mobile devices and digital platforms for their entire digital journey.
Semakin banyak kemudahan yang kita dapatkan dengan menggunakan smartphone, untuk mencari info tentang perjalanan yang akan kita lakukan. Misal saat main ke kebun strawberry , sebelumnya kami hanya lihat foto yang nongol di Instagram. Karena semakin kesini, orang sudah membawa dunia ke genggamannya alias handphone hihi..

Petik Strawberry di kertek

Baca juga : Pilih Sendiri, Petik Sendiri : Strawberry Organik

4. They are engaging with the exploding number of travel-related apps designed to improve the travel journey.

Yang ini pasti semua orang generasi milenial saya jamin 90% setuju deh. Kita selalu terhubung saat kita melakukan perjalanan dengan teman dan follower lewat apa yang kita unggah. Cari tempat juga langsung pakai Google Maps. Malah sebagian besar lewat Facebook, Instagram, dan juga Path dan Twitter, bisa sekalian tandai lokasi. Saat kami makan pizza di Pizza Hot Sobo di Sapen, saya langsung upload foto di Facebook, eh banyak yang nanyain dan langsung nyamperin, hihi

Yang ini, pizza toping spesial πŸ™‚

Baca juga : Pizza Hot Sobo

5. They are attracted to destination and experience content online to satisfy their wanderlust and adventure seeking nature.

Secara tidak sadar, ketika mencari informasi secara online, kita lebih tertarik dan sangat memperhatikan tempat tujuan kita. Rute, bagaimana mencapai tempat tujuan, tempat makan selama perjalanan, SPBU, akomodasinya, hingga alat transportasi yang digunakan. Ketika saya dan suami hendak pergi ke Erorejo Wadaslintang, kami juga benar-benar mempersiapkan dan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai rute dan transportasi, jangan sampai kesasar dan kehabisan bensin, apalagi kelaparan, hahaha…

wonosobo

Lobang Sewu Erorejo Wonosobo

Baca juga : Wisata Air yang Tersembunyi

Jadi, dari 5 ciri ini apakah ada yang cocok dengan kamu? 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s