jurnal, kinan, marriage life, tips & trik

#PertamaKali Bepergian tanpa Kinan

Untuk yang belum tahu kenapa saya dan Kinan tidak terpisahkan, ceileee.. bisa baca di kisah saya tentang memberi Kinan ASIP yaa..

Baca juga Drama menyusui Kinan

Dan, hari Minggu kemarin seorang teman saya punya hajat mengkhitankan anaknya. Kebetulan teman saya itu juga salah satu mantan murid kursus ibu saya, jadi kami sekeluarga diundang kesana. Rencana awalnya, kami akan berangkat bersama naik mobil di siang hari, jadi meskipun hujan, Kinan akan aman bersama saya. 

Tapi.. ternyata rencana berubah. Ayah saya ada agenda lain, suami saya harus liputan sampai sore. Akhirnya ibu saya berangkat bersama rombongan mantan murid kursus lainnya naik motor dan tidak memungkinkan saya dan Kinan ikut. Ibu menyarankan saya untuk “titip” salam saja, tapi saya merasa tidak enak kalau sampai tidak hadir kesana. Setelah menelepon suami, beliau bilang kalau tidak apa nanti dia saja mewakili kami yang pergi kesana. Okelah.

Lalu kemudian, jam 5 sore suami saya pulang. Kinan sedang nenen dan mulai ngantuk. Ibu saya menawarkan untuk menjaga Kinan misal saya mau ikut pergi kondangan. Aduuhh, galau deh. Takut kalau Kinan nangis. Laper. Dan cari nenen. Paling jauh Kinan saya tinggal itu pas saya mandi je, hehee.. Tapi, selalu ada waktu untuk #pertamakali kan?

Akhirnya dengan dagdigdug, saya beranikan untuk ikut suami. Lebay yaah, perjalanan si memakan waktu sekitar 25menitan dan pulang pergi plus disana saya hitung 1 jam lah, maksimal. 

Setelah Kinan menyusu dan terlihat kenyang, saya segera siap2. Ahh gak tega sih awalnya. Tapi, saat digendong utinya, saya ciumi dan saya bisikkan di telinganya, Kinan jadi anak baik ya Nak..

Bismillaah.. kami berangkat. Dengan cuaca yang gerimis dan sudah agak gelap kami mengendarai motor menuju tempat hajatan. Dan betul saja keputusan kami tidak membawa Kinan, jalan licin, rusak dan juga tempat yang jauh apalagi ditambah gelap. 

Sesampainya disana, kami bertemu teman kami si empunya hajat, makan snack sambil ngobrol sebentar, makan besar dan segera pamit. Tidak lupa mengecek HP berkali-kali siapa tahu ibu saya mengabarkan kalau Kinan rewel. Tapi bismillah, saya mantep dan yakin saja kalau Kinan baik-baik saja. Alhamdulillah tidak ada sms atau telepon. 

Setelah pamit, kami bergegas pulang. Alhamdulillah sudah tidak gerimis. Di perjalanan, agak ketar-ketir juga sebenarnya.

Sesampainya di rumah, langsung cuci tangan kaki dan melongok di jendela. Pas 1 jam. Kami berangkat setengah 6 dan sampai rumah jam setengah 7. Kinan masih tidur di gendongan utinya, Alhamdulillahh.. Makasih ya sayangku.

Tips untuk yang akan #pertamakali pergi (sebentar) meninggalkan bayi di rumah dengan kasus yang sama seperti saya : 

  • ‌Pastikan bayi sudah menyusu dengan kenyang agar tidak menangis
  • ‌Pastikan baju yang dikenakannya nyaman agar tidak rewel (kepanasan misalnya)
  • ‌Tinggalkan dengan orang yang dipercaya (sebisa mungkin yang sudah sering kontak dengan bayi, nenek, kakek, bibi, dll)
  • ‌Lebih aman jika meninggalkan di jam-jam tidur 
  • ‌Usahakan yakin dan percaya kalau bayi tidak akan rewel, karena biasanya perasaan ibu akan “nyetrum” sampai ke anak, hehe.. Meskipun bagi saya agak susah 😀
Advertisements

2 thoughts on “#PertamaKali Bepergian tanpa Kinan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s