jurnal, kinan, marriage life, wonosobo

Drama Menyusui Kinan : Resign

“Bu.. masuk sekolah lagi kapan?”
“Kalau kamu ngajar, Kinan sama siapa?”

“Cutinya lama banget Bu, anak-anak kangen”

“Gak sayang berhenti ngajar?”

Begitu banyak pertanyaan dan pertanyaan tentang pilihan yang saya ambil.
Lalu, tentang alasan utama saya berhenti mengajar adalah : Kinan belum bisa minum ASIP sampai sekarang (menggunakan media apapun) pun banyak dipertanyakan dan dipersalahkan. 

Kalau mau bicara jujur, saat hamil tidak pernah terlintas saya resign dari pekerjaan mengajar saya. Saya sudah prepare dengan membeli pompa ASI, botol ASI puluhan, plastik ASI, bahkan kulkas untuk menyimpan ASI saya beli dan sediakan khusus hanya untuk menjaga ASIP terjaga. Alhamdulillah, setelah drama menyusui yang pertama ASI saya “cukup” untuk Kinan. Bahkan sempat saya donorkan untuk bayi teman saya. Saya juga sudah membayangkan dan membuat manajemen waktu untuk pumping di sekolah. Waktunya, tempatnya, dan lain-lain. 

Baca juga Drama menyusui Kinan (1)

Tapi, drama dimulai. Cuti hampir berakhir dan Kinan sama sekali tidak mau minum ASIP. Ganti dot berbagai merk, cup feeder, pipet, gelas, sendok tetap tidak berhasil. Katanya jangan ASIP beku, oke saya pakai ASIP semalam. Katanya jangan ASIP yang sudah masuk kulkas, oke ASIP segar, langsung diperah. Tapi tetep gak mau. Dan saya bingung. Dan terpikirlah untuk resign. Namun, Kepala Sekolah saya menawarkan perpanjangan cuti. Dari 40 hari ke cuti 3 bulan. Saya manfaatkan kebijakan itu dengan sebaik-baiknya, mengajarkan Kinan minum ASIP. 

Walau semua orang yang saya ceritakan kisah saya bilang anak bayi pasti mau minum ASIP asal terpaksa dan tentunya kita sabar. Tapi, sampai cuti akan berakhir kembali, Kinan belum juga mau minum ASIP. Walaiyung. 

Kalau boleh jujur, akhirnya (sementara) saya sedikit menyerah memaksakan kehendak agar Kinan mau minum ASIP. Lha terus di rumah? Iya dong. Saya yang harus bisa sedemikian rupa sehingga membuat Kinan nyaman dan terpenuhi kebutuhan ASI-nya minimal 6 bulan hingga 2 tahun mendatang. Amin.

Tapi, kalau boleh jujur. Ini bukan hanya masalah ASI saja..

Saya seorang perempuan yang tidak bisa duduk manis. Adaaa saja yang ingin saya kerjakan. Adaaa saja yang ingin saya lakukan, tapi entah kenapa… melihat Kinan… dia adalah satu-satunya hal yang ingin saya perjuangkan sekarang. Saat-saat bersama Kinan inilah yang saya nikmati.

Menjadi guru itu fleksibel kan? Iya sih, daripada kerjaan saya dulu jadi CS di suatu bank BUMN yang pulang paling gasik jam 9 malam. Tapi, manajemen waktu saya masih berantakan jika harus bolak balik pulang untuk nyusuin Kinan. Sekolah dan rumah berjarak kira-kira 20menitan. Padahal, jatah saya mengajar ada 40jam seminggu. Seminggu bukan 7 hari ya, tapi 5 hari. Perharinya udah 8 jam. Misal dari jam 7 ya sampai jam 3 sore. Tapi kan ndak mungkin. Pasti banyak hari yang sampai jam akhir setengah 5. Masih ditambah jadi walikelas, pembimbing ekskul, sekretaris jurusan, ngurus administrasi, akreditasi, bla bla bla… Belum kalau misal harus bolak balik, karena jujur saya itu agak ringkih. Gak kebayang deh. Sudah sedih duluan. 

Nhah, saat Kinan menolak minum ASIP (Oiya dulu sempat mau lho, usia 1 minggu di RS saat dia harus difototerapi dan berpisah sama saya karena juga harus diinfus, diinkubator, dan diminumi ASIP) , pernah suatu malam saya sholat malam dan curhat dengan Allah mengenai drama ASIP Kinan, kok entah semacam dejavu saya langsung ingat momen dimana ketika saya rajin doa malam-malam minta dikaruniai putri yang cantik. Setelah 2 tahun kami menikah dan entah bagaimana setelah tahun pertama terlewati, kami benar-benar mengupayakan seorang anak. Dan, lahirlah Kinan. Semacam teguran atau peringatan dari Allah mungkin ya. Sudah minta, dikasih, ya harus dijaga, dipertanggungjawabkan. Dan kembali saya niatkan, saya ikhlaskan untuk menjaga Kinan. 

Saya masih bikin acara seru-seruan bareng komunitas, walaupun banyak undangan dari komunitas dan acara lain yang tidak memungkinkan untuk saya membawa Kinan untuk ikut serta ya saya tidak ikut. Beruntungnya, suami saya yang sibuknya masa ampun masih dan mau berbagi tugas. Memandikan, mengganti popok, meninabobok dan semua yang saya lakukan ke Kinan kecuali menyusui haha.. Thank you, partner!
Menyenangkannya adalah, saya bisa melihat perkembangan Kinan dari hari ke hari tanpa terlewat. Dan itu worth it!

Meskipun kadang saya baru bisa merem jam 2, bangun sewaktu-waktu karena  Kinan minta nen, dan harus curi-curi waktu buat nyuci-jemur-masak-bersihbersih-setrika (di banyak waktu, saya dan suami jadi kompak banget. Saat dia jaga Kinan, saya bisa melakukan hal itu, dan sebaliknya). Tapi, ini seru banget.

 Walau saya akui di banyak waktu juga jadi moody karena capek, ngantuk, dan pingin mandi #ehh, tapi liat Kinan tidur di malam hari bikin saya ingat satu hal bahwa : ini satu kali kesempatan dalam seumur hidup. Hidup saya yang ada di seumur hidup Kinan. Hanya perlu lebih enjoy mau seneng, sedih, takut, marah, norak bergembira dan sebagainya. Intinya, tidak ada yang bisa menggantikan ini. Karena momen seperti ini tidak akan terulang lagi.

Btw, selamat Hari blogger Nasional yaa.. Saya percaya, berbagi itu akan menginspirasi. Saya belum bisa disebut blogger, tapi saya sangat respect terhadap semua blogger yang emejing. semoga tetap sehat dan tetap berkarya. amin.

Oiya, selamat hari Sumpah Pemuda juga. meski ibu-ibu, saya masih kategori pemudi kan ya hihi.. Nyatanya, saya akan melanjutkan perjuangan dengan memberi ASI untuk anak saya agar bisa ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, amin. Yang lain, menyusul 😉

Wonosobo, h+1 Hari Blogger Nasional, Hari Sumpah Pemuda. Hujan gerimis, cucian belum kering. Dari pagi Kinan minta gendong tapi dapat kiriman bolen pisang di meja siap disantap. So, yeahhh.. Nikmati 😘

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s