Cerita Kehamilan Trisemester Ketiga

Kehamilan Trisemester ketiga

Memasuki trisemester ketiga, perut saya semakin menggendut, pakai apa-apa sudah gak muat. Kalau sampai rumah paling nyaman pakai daster, surgaaa..

Perut udah guede , daster andalan nih. Dikasih mbak Puri :*

Acara mitoni disepakati dibikin di Parakan. Riweuh-riweuh masak dan bungkus-bungkus dibantu budhe, bulik, dan kakak tercinta, muaaahhh. Malamnya diadakan doa bersama agar ibu dan jabang bayi dilancarkan kelahirannya. Amin. Dan paginya, masih saja kami sempat main ke pasar Legi Parakan, tapi bedanya sekarang udah jadi hehehe..

Belanja baju bayi juga sudah diperbolehkan lhoo.. besok saya posting sendiri aja yaa..

Selain baju udah gak muat karena start 53 kilo merangkak naik ke kanan timbangannya, huehe.. keluhan yang saya alami lumayan bikin gak nyaman sih

Perut bawah sakit
Nhah perut bagian bawah sering banget sakit kalau si bayi lagi gerak. Dan sakitnya itu gimana ya, nyeri gitulah. Ternyata setelah diperiksa, posisi jabang bayi itu muter, jadi kepala diatas, bokong dibawah, jadinya kaki leluasa nendang-nendang perut bagian bawah. Disaranin untuk kneechest atau sujud nungging gitu selama 5menitan setelah bangun tidur dan mau tidur.

Paha atas seperti disilet
Kalau ini paha saya berasa panas semreset kayak disilet gitu lhoh. Ahh gimana ya njelasinnya, pokoknya sakiit banget. Sakitnya itu di level kalau pakai celana dalam trus bagian karetnya nempel paha dooohhh sakit banget. Katanya, dikompres air dingin aja. Kemungkinan karena ototnya tegang dan kecapekan. Lumayan berhasil sih, tapi masih aja bikin sakit.

Tangan kaki kesemutan
Gak cuma kaki yang kesemutan. Tiba-tiba tangan juga sering kesemutan. Lebih-lebih kalau lagi asyik ngetik atau mager. Mau gerak dikit langsung semutnya menjalar. Solusinya, jangan banyak diem, harus sesekali gerak biar peredaran darah lancar.

Kaki bengkak
Level kaki bengkak yang bikin nambah ukuran sepatu jadi 41 (yang tadinya 39). Berdiri bentar, jalan bentar udah langsung bengkak. Sampai kalau ngajar di kelas, sepatu sering saya copot karena nggak nyaman. Solusinya, angkat kaki sejajar duduk dan nyamankan posisi duduk kita. Lama kelamaan kempes. Tapi ya nanti balik lagi.

Kaki bengkak setiap pulang ngajar

Nhahh masih hubungan dengan kaki bengkak, trisemester ketiga wajib cek lab. Hasilnya protein urin negatif, HB 13.1 Oke banget. Jadi memang bawaan lahir nih.

Cek.HB : 13.1
PU –
HBSAG –
RU –
GDS 64

Periksa ke puskesmas juga sudah mulai 1 minggu sekali. Masuk bulan HPL, bulan Mei, awal bulan kami periksa di Puskesmas Wonosobo, hasil OK hanya posisinya belum pas, jadi harus lanjutkan nungging atau kneechest dan barang-barang sudah harus dipacking masukkan ke tas untuk persiapan kelahiran.

Posisi kneechest

Dua minggu kemudian, kami periksa ke Puskesmas Selomerto. Karena suami saya ada liputan mendadak, jadi tidak bisa menunggui dan hanya mengantar saja. Hiks, agak sedih sih. Tapi nggak apa. Rumah kami juga dekat tinggal seberang jalan.

Diluar ekspektasi saya, karena antrian banyak, bidannya kayaknya kecapekan deh. Jadi, memeriksa saya dengan semacam asal-asalan. Nada bicaranya juga tidak begitu menyenangkan. Tapi saya masih berusaha menghibur diri. Ketika dicek lewat usg, katanya bayinya masih presentasi bokong. Dan catatan yang ada di pukskesmas ternyata berbeda dengan yang ada di buku saya. Bidannya bilang kalau sebenarnya minggu kemarin sudah bagus posisiinya alias preskep, tapi karena saya melakukan kneechest yang berlebihan, makanya posisi janin kembali presbo. Padahal saya masih ingat jelas bahwa bidan tersebut bilang kalau minggu kemarin saya harus kneechest. Nyesek deh. Saya jadi agak berdebat dan anyel sendiri. Kok saya yang disalahin sih. Sebel. Ditambah lagi bidan bilang kalau denyut jantung bayi terlalu cepat dan berbahaya. Lahdalah, pingin nangis rasanya. Kesel sama bidannya, tapi juga khawatir sama bayi saya.

Saya pulang dari puskesmas sambil nahan nangis. Sesampai rumah langsung masuk kamar trus mewek deh sambil telepon suami. Suami menyarankan kalau sore ini periksa ke RSIA Adina saja, siang ini mau diantrikan. Saya setuju.

Doakan ya teman-teman.. semoga bayi saya baik-baik.saja.. kami sehat semuanya, amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s