fashion & makeup, jurnal, marriage life, mbakyublogger, referensi, wonosobo

#BelidiPasar (Action!)

Hari Minggu kemarin, saya dan suami sengaja menyempatkan waktu untuk jalan-jalan ke pasar relokasi yang ada di bawah RITA. Semenjak kami membuat film SEPI, kami ingin sekali main kesana dan belanja kebutuhan kami di pasar relokasi. Dan akhirnya, baru terwujud hari Minggu kemarin, hehe..

#belidipasar (1)
Ibu saya membeli kain jarik dan sarung untuk dibagikan ke simbah-simbah. Di kios Ibu Sumarno.

#belidipasar (4)
Saya dan mas Erwin beli jaket couplean hahaha…
#belidipasar (5)
Rok kotak-kotak masih “in” kan? 😀
#belidipasar (6)
Di kios bu Untung, saya beli legging, kaos dalam buat mas Erwin dan lihat-lihat batik 😀
#belidipasar (7)
Ini kios mbak Cuplis. disini tersedia kaos-kaos , kemeja, celana jins, khusus untuk cowok, semacam distro di pasar hehe.. Mas Erwin ambil 1 kaos bergambar vespa.

Dan,kenapa harus #BelidiPasar?

Pertama, pasar tradisional menyediakan hampir semua yang dibutuhkan oleh masyarakat seperti sayur, buah, rempah-rempah, alat rumah tangga, perlengkapan sekolah, pakaian hingga jajanan pasar yang belum tentu dijumpai jika berbelanja di pasar swalayan.

Kedua, harganya lebih murah bila dibandingkan berbelanja di pasar swalayan. Berbelanja di pasar tradisional juga memungkin proses tawar menawar yang memiliki efek tersendiri bagi pembeli untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

Ketiga, pasar tradisional memang tidak menyediakan lemari pendingin untuk menyimpan sayur dan buah agar tetap terlihat segar seperti di pasar swalayan. Dengan seperti itu kita dapat lebih mudah memilih sayur dan buah mana yang masih bagus atau tidak untuk dibeli.

Keempat, pasar tradisional memang terletak dekat dengan pemukiman masyarakat sehingga dapat menghemat waktu tempuh. Di pasar tradisional kita juga tidak usah antri untuk membayar di kasir seperti yang terjadi di pasar swalayan. Apalagi jika di akhir pekan antrian pembayaran bisa lebih ramai.

Kelima, pasar tradisional menjadi tempat interaksi sosial bagi masyarakat. Interaksi yang terjadi pun cukup menarik seperti saling tawar menawar hingga menimbulkan pembicaraan yang lebih intens bagi ibu-ibu sesama pembeli. Tidak hanya sesama pembeli, interkasi yang manarik juga terjadi oleh sesama penjual dengan menggunakan bahasa daerah masing-masing. Itu yang memberi kehangatan tersendiri jika berbelanja di pasar tradisional.

Keenam, pasar tradisional lebih banyak menjual hasil bumi negeri sendiri. Jika berbelanja di pasar tradisional maka kita ikut memajukan produk dalam negeri. Belanja di pasar tradisional sama saja dengan membantu mengembangkan usaha kecil dalam negeri.

Harganya OK, bisa ditawar, tempatnya juga sudah bersih. Namun, untuk belanja pakaian di pasar, nampaknya penjual harus lebih kreatif lagi untuk menarik para pembeli. Salah satunya yang belum ada di Pasar adalah Room Pas, atau ruang untuk mencoba pakaian. Jadi, mungkin jika ada kamar pas, akan semakin membuat para pembeli tertarik untuk #BelidiPasar 🙂

Ingin ikutan gerakan #BelidiPasar ?

 

Sumber : http://citizen6.liputan6.com/read/2134934/6-alasan-belanja-di-pasar-tradisional-tetap-menarik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s