pulang

walau kuyu setelah seharian menelan ludah,
aku teringat rumah

detik jam dinding yang semakin menyipitkan mata,
memberiku sedikit jeda

nelangsa?
aku kumal di mata mereka

aku sempat berpandangan dengan diriku,
ketika banyak suara sumbang dan biru

ah, aku ingin pulang.
banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu sayang.

jangan khawatirkan bagaimana pulangku,

di teduh tatapanmu, aku pulang.
di sunggingan bibirmu, aku pulang.
di nyamannya bahumu, aku pulang.

rumahku, kamu.

 

Selomerto, 30 Januari 2015
sore hari, ngopi, menunggu suami.

Advertisements

2 thoughts on “pulang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s