jurnal, marriage life, mbakyublogger, sastra, wonosobo

saya mudah terharu

saya mudah terharu,
dengan apa yang bapak sampaikan

katanya, ada nasi goreng di meja makan
kalau saja saya belum sarapan

saya mudah terharu,
setiap apa yang bapak lakukan

kata si bungsu,
tadi beliau membuat mie rebus untuk anak lanang
yang sedang meriang
sedangkan ibu belum pulang.

saya mudah terharu,
dengan apa yang bapak tuliskan

“nenek sudah makan malam, kamu istirahatlah”
dan mata saya memerah.

 

Selomerto, 29 Januari 2015

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s