mbakyublogger, sastra

Dan seketika

Meski kita tidak pernah saling bersua,
Namun di telingaku, ceritamu menggema

Dan seketika orang-orang menyalahkan setan.

Apa benar, setan merayumu?

Dan seketika, suara-suara nyaring memekakkan telinga

Tapi, kawanku…
Bagaimana rasanya menikmati nafas tersengal disaat terakhir?
Apakah saat itu kamu mengingat ibumu yang bertaruh nyawa membuatmu terlahir?

Baiklah, kukira biarlah menjadi rahasia, antara dirimu dan Tuhanmu.

Dan seketika,
Kami menemukanmu terbujur kaku.

Semoga bertemu Tuhanmu.

Selomerto,  25 Januari 2015
Setelah mendengar mahasiswa, aktivis, memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan gantung diri tadi pagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s