jurnal, marriage life, mbakyublogger, notetoself, wonosobo

Malam Renungan Hari AIDS Sedunia 2014

Tanggal 29 November kemarin, saya mewakili MbakYu Blogger diundang oleh KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Wonosobo untuk mengikuti acara “Sarasehan & Malam Renungan AIDS Nasional Tahun 2014” di Gedung Korpri pukul 19.00WIB.

Acara dimulai tepat pukul 20.00WIB dengan penampilan manis dari Cessa and the band, dihadiri oleh banyak sekali perwakilan SKPD, perwakilan OSIS SMA/SMK se Kabupaten Wonosobo, komunitas-komunitas yang ada di Wonosobo (Iwawo, Bimalukar, HPPW, KAPA, dan masih banyak lagi). Mungkin total sekitar 250an orang yang ada di dalam gedung, semuanya duduk lesehan membuat suasana terkesan santai. Saat saya hendak masuk, kami dibagikan snack, brosur, stiker dan pita merah.

ness wen xel
Saya dan Mbak Nessa

Sarasehan dibagi menjadi 2 sesi, yaitu sesi presentasi oleh Pak Darwoto, Bu Susi, dan Bu Azsri. Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab kepada semua narasumber.

Awalnya, Pak Darwoto (Koordinator Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Wonosobo) memaparkan bagaimana itu bahaya HIV AIDS, gejala dan juga pencegahannya…

Apa sih HIV dan AIDS?

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia.

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh. Virus yang membawa penyakit ini adalah virus HIV.

Gejalanya?

Ada 3 tahap gejala infeksi. Yang pertama gejala infeksi tahap awal yang disebut periode jendela, yaitu dimana orang yang tertular HIV ini tidak akan menyadari kecuali jika dilakukan tes HIV (2 minggu – 6 bulan). Yang kedua, gejala infeksi tahap menengah, yaitu orang dengan predikat HIV positif (3-10 tahun) akan mulai tampak gejalanya yaitu flu, lesu, demam, berkeringat, otot sakit, gampang sariawan, batuk yang tidak sembuh-sembuh, infeksi mulut, infeksi kulit (di tahap ini, kita ditunjukkan gambar-gambar yang waaaa… bikin kita gak nafsu makan deh pokoknya 😦  huhuhu…. ). Oke, di gejala infeksi tahap akhir, berat badan seseorang bisa menurun sangat drastis , diare kronis (mungkin sebulan tidak sembuh), kanker kulit, bahkan sampai pada infeksi otak.

Bagaimana Penularannya?

AIDS ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam dengan cairan tubuh, misalnya : darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu yang mengandung HIV. Disamping itu penularan AIDS dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, serta kontak ibu dan bayi selama kehamilan, persalinan, atau pemberian ASI.

Siapa yang dapat tertular HIV?

  • Siapapun bisa tertular jika perilakunya beresiko
  • Orang dengan HIV positif sering terlihat sehat dan merasa sehat
  • Jika belum melakukan tes HIV, orang dengan HIV positif tidak tahu bahwa dirinya sudah tertular HIV dan dapat menularkan HIV kepada orang lain.
  • Tes HIV adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan kepastian tertular HIV atau tidak.

HIV TIDAK menular melalui :

  • Bersalaman, berpelukan ataupun ciuman
  • Terpapar batuk atau bersin
  • Berenang bersama
  • Berbagi makanan atau menggunakan alat makan bersama
  • Gigitan nyamuk atau serangga lain
  • Memakai toilet bersama

Bagaimana kita dapat mengetahui status HIV kita?

Status HIV dapat diketahui melalui Konseling Testing HIV (KTH)

  • Testing HIV merupakan pengambilan darah dan pemeriksaan laboratorium disertai konseling pre dan paska testing HIV
  • Konselor & Testing HIV dilakukan dengan prinsip tanpa paksaan, rahasia, tidak membeda-bedakan serta terjamin kualitasnya
  • Manfaat konseling & Testing HIV : mendapatkan informasi, pelayanan, perawatan sesuai kebutuhan masing-masing dan juga mendapatkan dukungan untuk perubahan perilaku yang lebih sehat dan lebih aman dari penularan HIV

Cara mencegah penularan HIV

  • A : Abstinance (Tidak melakukan hubungan seks)
  • B : Be Faithful (Bersikap setia kepada pasangan)
  • C : Condom (Cegah dengan memakai kondom)
  • D : Drugs (Hindari pemakaian narkoba)
  • E : Education (Edukasi dan penyuluhan tentang HIV AIDS)

Kemudian, diteruskan oleh Ibu Susi dan Ibu Azsri dari PMI Wonosobo yang lebih menjelaskan bahwa kita sebagai generasi muda harus lebih cerdas dan pintar dalam bersikap. Jika kita sudah paham fakta-fakta mengenai HIV AIDS, maka jangan hanya simpan ilmu untuk diri sendiri, tapi juga disebarluaskan informasi ini ke lingkungan masing-masing. Karena ilmu lebih bermanfaat jika bisa berguna bagi orang lain.

Intinya, orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) tidak ada bedanya dengan kita. Mereka juga punya hak, keuntungan dan kesempatan yang sama dengan orang yang menderita penyakit lainnya.

Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh audiens yang hadir kepada pemateri. Pertanyaannya bervariasi, antara lain, bagaimana jika si Ibu hamil terkena virus HIV apakah anaknya akan terkena virus juga? Dan jawabannya adalah kemungkinan besar sang anak akan terkena virus tersebut karena sudah jelas untuk penyebaran virus adalah melalui proses kehamilan, melahirkan dan menyusui. Lalu, ada juga yang memberi masukan kepada pihak rumah sakit yang melayani orang yang ODHA agar lebih bisa care dan membantu. Yang terakhir, pertanyaan datang dari KAPA yang menanyakan kepada para waria yang tergabung dalam IWAWO (Ikatan Waria Wonosobo) yang juga dijawab oleh Mbak Widi, ketua IWAWO.

Mbak Widi dari IWAWO mnejawab pertanyaan.
Mbak Widi dari IWAWO menjawab pertanyaan.

Ketika jam sudah menunjukkan pukul 22.00WIB, sesi tanya jawab ditutup dan acara selanjutnya adalah malam renungan yang dilakukan di halaman Korpri.

Cessa dan band
Cessa dan band
Ikatan Waria Wonosobo mengikuti acara malam renungan
Ikatan Waria Wonosobo mengikuti acara malam renungan

 

Berkumpul di halaman gedung Korpri
Berkumpul di halaman gedung Korpri
Mbak nessa, Axl, dan saya
Mbak nessa, Axl, dan saya

Saat malam renungan, diawali dengan pembacaan puisi oleh salah satu anggota Iwawo, yang kemudian diiringi oleh lagu-lagu yang membuat saya merinding terharu (*yang ini agak lebay gakpapa ya, tapi beneran saya merinding). Dibawakan oleh suara bening Cessa, ada lagu-nya alm. Chrisye yaitu Surya Tenggelam, lalu lagu Chrisye feat Ruth Sahanaya yaitu lagu Usah Kau Lara Sendiri yang merupakan lagu charity kepedulian penanggulangan AIDS.

Dan kemudian acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh panitia membuat suasana kembali hening dan trenyuh. Dan, diakhiri dengan senandung lagu Sarah McLachlan yang berjudul Angel yang membuat kami kembali larut dalam kesyahduan. Hari Minggu-nya, juga akan ada acara panggung hiburan di depan Pendopo Kabupaten dengan banyak penampilan band-band dan hiburan lainnya.

 

1 Desember 2014

Selamat Hari AIDS Sedunia! Benci penyakitnya, bukan penderitanya!

 

-0-

Yang ambil foto, masbojo Erwin Abdillah 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Malam Renungan Hari AIDS Sedunia 2014”

  1. Yah, semoga seluruh masyarakat kita tersadar untuk tidak melakukan seks bebas dan memakai narkoba. Karena menurut saya AIDS itu adalah semacam bentuk “hukuman” yang dieksekusi secara otomatis oleh Tuhan ketika kita melanggar larangan-Nya, hahaha. 😀

    Selanjutnya, ya tinggal bagaimana kita menyikapi para penderita AIDS. Ada yg kena AIDS karena memang terbukti “berdosa”, ada yg kena karena “dosa genetik”, dan ada yg memang karena “bernasib apes”. Saya yakin mereka pasti menderita dan adalah usaha kita untuk membuat mereka tidak tambah menderita dan mencegah orang-orang lain agar tidak ikut menderita seperti mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s