jurnal, sastra

Surat.

Halo sayang, ehhmm… bagaimana kabarmu?

Semoga baik-baik saja.

Lama tak bersua, lama tak menyapa. Aku kehilangan banyak kata.

Melihatmu bersliweran di kepala dan mataku, namun aku terlalu takut untuk mengatakan bahwa aku rindu.

Hei, masih ingat tanggal 29? Aku mengingatnya dengan jeli dan menghitungnya. Kira-kira sudah berapa lama ya kita bersama? Bukankah itu bulan Juni 2012? Ah, sudah lama ternyata.

Lewat surat ini aku hanya ingin berkata, bahwa aku selalu disini. Tidak akan kemana-mana.

Dan aku bingung harus berkata apa. Aku merasa salah tingkah dengan hanya membayangkan wajahmu.

Kamu masih berjanji kepadaku mentraktirku bebek goreng dan mi ayam kesukaanmu, kan?

Masih minum kopi setiap pagi?

 

Sayang,

Aku hanya rindu. Tapi aku penakut. Dan aku juga mudah sakit hati.

Tapi, aku merindukanmu.

Sungguh.

 

Kapanpun kamu membaca surat ini, kamu tahu aku disini.

Seperti janjiku : “Aku tidak akan kemana-mana”

Eh, sebentar lagi kamu ulang tahun. Ingin kado apa dariku?

 

 

Wonosobo, 29 November 2014

Teruntuk : kamu

Dariku : pacar yang tidak pernah selingkuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s