28 Oktober – Hari Sumpah Pemuda

Kemarin, di papan pengumuman ruang guru, dituliskan pengumuman bahwa besok (28/10/2014) para guru dan karyawan diminta menggunakan seragam Korpri. Untungnya, saya masih meminjam seragam Korpri punya ibu saya (yang kata Ibu, tidak usah dikembalikan), asiikkk…

Tadi pagi, ternyata upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ada dimana-mana. Sekolah, instansi pemerintah, kantor, dan lain-lain. Sekolah saya saja sampai ada yang bertugas upacara di Wonogiri, upacra di Alun-Alun Wonosobo, dan di sekolahan. Meskipun ada insiden kecil (saat pengibaran bendera), namun tidak menjadikan suasana upacara tadi yang saya ikuti di sekolah menjadi tidak khusyuk. Semuanya berjalan lancar dan tertib. Tapi, ketika saya masuk kelas dan bertanya, apakah ada yang tahu makna dari Hari Sumpah Pemuda itu apa, banyak anak yang hanya menjawab sekenanya. Harusnya mereka bisa lebih memaknai hari ini sebagai awal dari persatuan dan semangat jiwa-jiwa muda untuk berbuat sesuatu untuk negara. Dan, menurut saya…  Sumpah Pemuda adalah semangat para pemuda-pemudi untuk bisa mencintai tanah air dan bangsa dengan seluruh jiwa raga serta menjunjung Bahasa Indonesia sebagai persatuan.

Banyak hal yang bisa dilakukan pelajar, dengan belajar meraih prestasi yang tinggi, mengahrumkan bangsa Indonesia. Atau mengikuti kegiatan-kegiatan positif seperti komunitas-komunitas yang bisa mengembangkan bakat, minat dan juga rasa cinta kita kepada Indonesia. Banyak hal yang bisa dilakukan seorang guru, dengan memberikan hak belajar untuk anak didiknya, agar bisa memperoleh pendidikan yang baik.

Lalu, meskipun jadi guru, saya masih mau juga disebut pemuda lho… hahaha… Saya memang belum bisa berbuat apa-apa. Tapi, saya selalu berharap hal kecil yang saya gerakkan saat ini bisa menjadi hal besar di masa mendatang. Amin…

 

Karena, Cinta Indonesia itu GAUL , Mas Broo… Mbak Broo…

 

14144510131743910751

 

 

Wonosobo, 28 Oktober 2014.

Advertisements

9 thoughts on “28 Oktober – Hari Sumpah Pemuda

  1. Saya malah suka kalau pemuda-pemudi melakukan sesuatu hal yang bermanfaat bagi orang lain. Sekecil apapun itu dan walau itu hanya di lingkup tempat tinggalnya sendiri.

    Saya tidak suka kalau pemuda-pemudi justru lebih sering menyalah-nyalahkan sesuatu hal. Saya lebih apresiasif jikalau mereka berbuat sesuatu untuk mengubah hal tersebut dan bukan menyalah-nyalahkan.

    Saya tahu kalau para orang tua cenderung takut untuk mengambil resiko. Beda dengan pemuda-pemudi yang masih bernyali kuat. Karena itu kalau kita menginginkan perubahan, mungkin kita harus pasrahkan kepada para pemuda-pemudi. Sebab masa depan selalu tak pasti dan hanya yang bernyali yang bisa memegang kendali.

  2. ya semoga saya sebagai generasi muda yang bahkan gak pernah ngucapin sumpah pemuda (soalnya belum lahir) bisa mewujudkan sumpah mereka. buat Indonesia yang lebih keren lagi 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s