Lihat Situasi, Lihat Kondisi

Hari ini saya belajar sesuatu : tentang bagaimana ‘melihat situasi dan melihat kondisi’.

Ketika kita terbiasa menjadi seseorang yang ‘cuek’, ada baiknya suatu ketika kita juga melihat ‘kita’ dari kacamata orang lain. Apakah kita tidak merugikan mereka, apakah kecuekan kita ini ada dampak yang kurang pas bagi lingkungan sekitar? Apakah yang sudah kita perbuat sudah sesuai dengan batas dan etika? Karena terkadang, kecuekan ada sisi positif dan negatifnya lho… Mungkin, ada orang yang menganggap bahwa kecuekan kita itu sebagai wujud keegoisan kita. Jadi, begitulah…

Dan juga, ketika kita niat untuk berbuat baik, ada baiknya kita harus melihat situasi dan juga kondisi. Apakah sudah tepat cara kita memberikan solusi, saran atau kritik ketika kita menginginkan seseorang untuk berbuat/bersikap lebih baik, ataupun menginginkan seseorang agar mengevaluasi diri? Karena terkadang, hati orang siapa yang tahu, apalagi di tempat yang kurang pas, di waktu yang kurang pas, di suasana hati yang kurang pas, apalagiii… masalahnya menyangkut masalah pribadi. Analoginya, misalnya kita mau minta sesuatu ke orang tua, otomatis kita sudah harus bisa melihat sikon orangtua kita dong ya, cari saat waktunya pas, cari saat hati mereka lapang. Dan, voillaaa… terkabullah keinginanmu.

Intinya, kita harus bisa menempatkan diri kita di situasi atau kondisi yang tepat. Entah itu kita sebagai pelaku atau sebagai orang lain. Dan, tidak rumit kok sebenarnya. Karena begitulah kita hidup sebagai makhluk sosial, bersosialisasi.

 

#selfreminder

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s