Dandan Perlu Nggak Sih?

Postingan ini dipersembahkan oleh hasil ngobrol ngobril saya dengan sahabat saya kemarin.

Sejak kecil, saya tumbuh di lingkungan yang teman dan sepupu saya kebanyakan laki-laki. Bahkan, ketika pulang bermain, dari gundu yang hanya lima butir, bisa jadi satu botol lhoo, hehe… Ditambah, kakek saya juga sering membawa saya bermain layang-layang dan mencari ikan kecil di pinggir sawah. Bahkan, Ayah dan Ibu saya selalu memotong rambut saya juga seperti anak laki-laki alias pendek abiss.. waktu kecil, belum pernah rambut saya menyentuh bahu.

Beranjak SMP SMA, ketika banyak teman perempuan saya menyukai warna pink, warna kesukaan saya biru. Masih dengan rambut pendek, hehe.. dan sepatu kets.

Jadi ceritanya, sahabat saya ini penasaran sama saya, karena di usia saya yang seperempat abad ini, sudah menikah, kadang saya sering terlihat cuek dalam penampilan. Hehe, emang sih.. saya bukan perempuan yang suka dandan (kecuali untuk kondangan, dsb). Pernah di suatu kesempatan, saya bertemu dengan mantan guru saya (yang sekarang sudah menjadi partner kerja saya), saya yang sebenarnya cuek saja, tapi jadi agak “mikir” karena beliau ngendhika :”Mbok kalau udah nikah itu, pakaiannya yang memper, paling gak, kemana-mana jangan pakai sandal jepit, soalnya kita kan gak akan tahu ketemu siapa”. Saya hanya tersenyum kecut. Mringis.

Dan, akhirnya… ketika saya bekerja di bank, mau tidak mau saya harus berpenampilan sesuai standar pelayanan, meskipun masih setengah hati (*karena terpaksa, hehe), dan ketika sekarang saya belajar mengajar di suatu institusi sekolah menengah kejuruan, tadinya saya juga agak cuek. Tapi, akhirnya saya sadar satu hal. Bolehlah kita berbuat apapun pada diri kita, karena kita punya hak sepenuhnya atas diri kita. Tapinya lagi, yang perlu diperhatikan adalah : orang lain juga berhak merasa “nyaman” ketika berkomunikasi dengan kita. Apalagi setiap hari harus berhadapan dengan orang banyak, Dan hal pentingnya adalah lebih kepada bagaimana kita menghargai diri kita sendiri dengan menampilkan “kecantikan luar dalam” yang ada pada diri kita. Bukan berarti berlebihan lho ya… Sesuai porsinya πŸ™‚

Gimana kalau ada siswa yang bilang :”Bu Guru itu cantik, tapi galak”,kan lebih enak didengar daripada “Bu Guru itu kucel, galak lagi”

hahahaha….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s