jurnal, kuliner, marriage life, mbakyublogger, referensi, review, tips & trik, wisata, wonosobo

Duo Wisata Air Wonosobo yang Tersembunyi

Telaga Menjer 

menjer, wonosobo
Telaga Menjer – Wonosobo. Photo by Erwin Abdillah

Ada yang pernah ke Telaga Menjer? Masih jarang sepertinya. Kebanyakan, kalau kita berbicara tentang wisata di Wonosobo, orang langsung menuju Dieng dan sekitarnya, padahal…. Wonosobo punya telaga alami yang terluas se Kabupaten Wonosobo, yaitu Telaga Menjer.

Wisata telaga ini terletak di Garung Wonosobo, jauh mblusuk di dalam Desa Maron Kecamatan Garung. Lokasinya sebenarnya cukup mudah, karena sejalan dengan jalan menuju Dieng. Jadi, jika kita dari arah Wonosobo, mungkin sekitar 13km, sebelum Pasar Garung, ada gapura di sebelah kiri jalan bertuliskan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Garung. Dan, air dari telaga Menjer ini juga digunakan untuk pembangkit listrik itu lho… Setelah masuk gapura, ikuti jalan beraspal kira-kira 3km.

Pemandangannya indah, hijau, asri dan dinginnya sejuk, sepanjang perjalanan akan kita temui pipa-pipa besar berwarna hijau dan juga banyak sekali tanaman labu siam (*di Wonosobo disebutnya Waluh), kubis, loncang, dan cabai. Boleh juga lho kalau yang berminat beli langsung dari petaninya.

Kata petugas penjaga Menjer ini, lokasi telaga Menjer berada di ketinggian 1300dpl, dengan luas sekitar 70 hektar, dan bayangkan berapa kedalamannya? 45 meter! Dalam bangeettt….

Saat memasuki kawasan Telaga Menjer, ada dua tempat yang bisa dijadikan tujuan. Di sebelah kanan, kita bisa menikmati kawasan Telaga Menjer yang enak untuk duduk-duduk santai dan berpiknik. Namun, jika memilih untuk bisa menikmati dan mengelilingi telaga Menjer dengan menggunakan perahu, bisa dipilih masuk ke arena pariwisata (jangan lupa bayar, hehe…) Tiketnya sebesar Rp 2.000 – Rp 3.000 untuk dewasa dan anak-anak. Untuk tambahan naik perahu, bisa bayar sekitar Rp 50.000 untuk banyak orang, sekitar 12-15 orang dalam 1 rombongan dan 1 putaran. Di pojok-pojok telaga juga ada karamba-karamba ikan milik penduduk sekitar. Sepertinya kita juga diperbolehkan mancing kok, hehe…

Makanan yang tersedia hanya makanan ringan, jajan seperti mie dalam cup. Kalau beruntung, (misalnya ada acara), ada yang jual bakso atau mie ayam di dekat kawasan Telaga. Jadi, yang mau kesini dan piknik, bawa makanan sekalian yaa…

 

Lobang Sewu Erorejo

wonosobo
Lobang Sewu Erorejo Wonosobo. Photo by Erwin Abdillah

Ini bukan gambar pantai atau laut lho… bagus kaaan? Dan letaknya di Wonosobo! Kawasan wisata yang letaknya di Kecamatan Wadaslintang ini memang masih sangat jarang dikunjungi wisatawan lokal apalagi manca.

Dari Wonosobo, sebenarnya dibutuhkan waktu yang hampir sama dengan ke wilayah Dieng yaitu sekitar 1,5 jam. Jika menuju Dieng kita ke arah utara, maka untuk bisa sampai kesana kita ke arah selatan Wonosobo. Yang kita tuju pertama adalah desa Erorejo, satu-satunya desa terdekat yang terkenal dengan ikan tawar seperti nila dan patin. Lobang Sewu letaknya kurang dari 400 m dari jalan utama desa Erorejo dan masih bisa dicapai dengan kendaraan umum.

Lalu, kenapa disebut Lobang Sewu Erorejo? Ternyata, menurut warga dulu kawadan waduk ini banyak sekali lobang yang hanya terlihat ketika air waduk surut. Lobang itu jumlahnya banyak sekali sehingga akhirnya disebut Lobang Sewu (*Lobang Seribu) yang diyakini sebagai salah satu penyebab adanya air di waduk, dan juga ketika air penuh, lubang tersebut menjadi rumah bagi ikan yang melimpah.

Dan asyiknya lagi, selain pengunjung bisa mancing sepuasnya, menyewa getek atau perahu kecil untuk berkeliling waduk, bisa juga menikmati keindahan pulau di tengan waduk yang bernama desa Kumejing. Meskipun belum banyak juga pedagang makanan, namun fasilitas toilet umum dan gazebo juga sudah ada sehingga para pengunjung bisa leyeh-leyeh sambil menikmati keindahan kawasan wisata Lobang Sewu Erorejo.

Oiya, kalau sudah sampai di kawasan Lobang Sewu Erorejo Wadaslintang ini, jangan lupa beli oleh-oleh pepes ikan nila-nya yang top markotop! Jadi, selain Waduk Wadaslintang, kita sudah punya tempat tujuan lain jika melewati Wadaslintang, yaitu Lobang Sewu Erorejo :)) Berminat?

Advertisements

8 thoughts on “Duo Wisata Air Wonosobo yang Tersembunyi”

  1. Saya pernah ke Telaga Menjer mampir numpang istirahat di taman sebelum turun ke telaganya. Tapi kalau ke Erorejo belum pernah. Malah baru pertama kali saya dengar nama itu mbak. Kalau wadaslintang sih sering dengar.

    1. masih satu kawasan dengan waduk wadaslintang, tapi beda area, dan yang ini lebih eksotis 😀
      jarak temuh dari waduk wadaslintang kira-kira 20 menitan, ada jalur masuk sendiri..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s