jurnal, marriage life, mbakyublogger, wonosobo

(Menyambut) 17 Agustus

Ngiiiiing… tes…tes…

Assalamualaikum… diharapkan bagi warga Ngemplak Selomerto, agar memasang bendera merah putih untuk menyambut tanggal 17 Agustus besok. Terima kasih.

Demikian suara pengumuman di Musholla belakang rumah. Saya dan suami berpandangan. Bendera merah putih! Satu “little stuff” yang pasti kelupaan dan gak kepikiran yang padahal seharusnya dimiliki oleh setiap rumah. Saya dan suami memang baru mengalami merayakan 17 Agustus bareng serumah, hehe.. Jadi maklum lah masih newbie 😛

Dulu, saat saya SD (kalau tidak salah), Ayah selalu memasang lampu hias di teras depan rumah. Kebetulan, perayaan menyambut tujuhbelasan di kampung kami cukup meriah, ngalahi bodo (mengalahkan Lebaran). Namun, seiring waktu berjalan, lomba-lomba tradisional dan perayaan malam pentas seni jadi tidak semeriah dulu atau bahkan tidak ada. Sedih sebenarnya, namun kami sedang mencoba untuk menggalakkannya lagi, semoga direstui banyak pihak, Amin.

weningts , bendera merah putih
Merangkai bendera plastik merah putih.

Oke, kembali ke masalah bendera merah putih. Akhirnya, saya dan suami berniat untuk membelinya (Setelah proses menggeledah lemari di rumah Bapak Ibu tidak berhasil alias tidak ketemu, karena sepertinya dulu punya dua buah bendera, hehehe…). Saya juga mengusulkan kepada suami agar depan rumah dipasang bendera plastik kecil-kecil agar tampak meriah, dan juga murah hehehe… Setelah itu, kami membeli di toko Ratna yang di kompleks pertokoan Rita Pasaraya (kebetulan saat itu mau belanja juga untuk keperluan mengirim hadiah). Saya kira harga bendera itu sekitar Rp 30.000-50.000 , tapi saat bertanya kepada mas-masnya, ternyata harganya Rp 9.000 ! Tergantung ukuran dan bahan juga sih sebenarnya, tapi kalau yang standar dipasang ternyata harganya dibawah sepuluh ribu. Kemudian, saya tanya untuk bendera plastiknya, ternyata harganya Rp 5.000 , sudah mendapatkan 100lembar. Benang string harganya Rp 3.000. Jadi total belanja kami : Rp 9.000 + Rp 5.000 + Rp 3.000 = Rp 17.000. Hanya dengan 17ribu rupiah saja, kita sudah bisa ikutan merasakan euforia kemeriahan hari kemerdekaan walaupun sederhana!

Jadi, gak harus mahal kok untuk menyambut 17 Agustus. Bukan bendera yang besar atau umbul-umbul yang megah yang utama. Namun, lebih kepada bagaimana kita menyikapi sikap “kecintaan” kita terhadap Indonesia. Hal kecil, hal sederhana namun besar maknanya. Menggunakan produk-produk dalam negeri, tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon/tanaman, bangga terhadap potensi alam/wisata/kesenian negeri sendiri, dan masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan.

Cinta Indonesia? Buktikan!

Advertisements

2 thoughts on “(Menyambut) 17 Agustus”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s