giveaway, jurnal, mbakyublogger

Gara – Gara Godzilla

Gara - Gara Godzilla
Gara – Gara Godzilla

Mungkin ini adalah cerita kejadian ter-konyol yang pernah saya dengar, kebetulan terjadi pada kakak saya. Dikarenakan tempat kerja suami yang pindah, maka kakak saya dan anaknya juga ikut pindah ke Balikpapan. Cerita ini bermula dari hobi nonton film di bioskop. Awal di Balikpapan, mereka menonton film di Blitz Theater yang bisa ditempuh dengan jalan kaki dari rumah. Suatu ketika, kakak saya direkomendasikan oleh teman pengajiannya untuk menonton film di E-Walk Balikpapan yang katanya lebih murah. Di Blitz Theater satu orang harus membayar Rp 60.000 , sedangkan di E-Walk hanya membayar Rp 35.000 per orang. Penasaran karena iming-iming temannya, sore itu kakak saya keukeuh mengajak suami dan anaknya untuk menonton film Godzilla di E-Walk Balikpapan dengan alasan agar lebih murah dan lebih hemat.

Sesampainya disana, langsung mereka memesan tiket untuk 3 orang. Anehnya, pembelian makanan dijadikan satu kasir dengan tiket nonton. Keponakan saya ditawari popcorn oleh petugas langsung mengiyakan dan meminta porsi besar. Ketika bayar, ternyata totalnya Rp 195.000! Kakak saya kaget, lalu memperhatikan struknya, ternyata harga popcorn Rp 90.000! Dan popcornnya itu besaaaar sekali! Kata kakak saya, ukurannya seperti tempat sampah ukuran standar. Saat minta ditukar, petugas tidak memperbolehkan. Kakak saya dan suaminya hanya terdiam dan terlihat kesal, si keponakan juga diam merasa bersalah. Saat itu suasana sudah menegang dan sangat tidak enak. Namun, akhirnya mereka hanya pasrah dan melupakan masalah popcorn. Karena pengalaman dengan harga popcorn, kakak saya memutuskan untuk membeli minuman di minimarket samping E-Walk. Dengan waktu nonton kira-kira 15 menit lagi, pasti masih akan sempat. Lalu diambillah tiga minuman dingin, tapiii.. ajaibnya, kasir yang melayani terlihat sangat pelan dan ogah-ogahan. Kakak saya hanya mengelus dada sambil geregetan. Akhirnyaa, mereka bertiga terlambat masuk ruang. Saat akan masuk, penjaga pintu menggeledah tas dan bawaan kakak. Apa yang terjadi? Dilarang membawa makanan dan minuman selain yang dibeli disana! Hilanglah sudah minuman dingin yang diantri lama tadi. Sudah telat masuk, tak membawa minum, bayangkan saja makan popcorn sebanyak itu tanpa minum?

Dan ternyataaa, ruang yang mereka masuki, layarnya sudah lumayan rusak dan bergelombang. Di tengah-tengah film, listrik mati. Layar dan AC-pun mati. Selama hampir 10 menit mereka di dalam ruangan yang pengap. Suami kakak saya berbisik sambil bercanda “Dek, jangan dekat-dekat dengan Ibu X (teman pengajian yang memberitahu tempat ini) ya…” Saya ngakak saat kakak saya bercerita ini, dan membayangkan ekspresi suami kakak saya. Ajaibnya lagi, setelah film selesai, hujan turun dengan deras. Ditunggu hampir 1 jam tidak juga reda. Akhirnya karena sudah larut malam, mereka memutuskan untuk naik taksi sampai ke rumah, dan motornya ditinggal disana. Esok paginya, suami kakak saya naik taksi lagi ke E-Walk untuk mengambil motornya di parkiran.

Dua hari setelah acara menonton Godzilla, popcornnya belum juga habis, di hari ketiga kakak membuangnya karena masih agak kesal. Bayangkan saja, berapa uang yang dikeluarkan di malam itu? Tiket, popcorn, minum, parkir dan taksi dua kali? Niatnya ingin mencoba hal baru yang lebih murah namun ternyata… hahahaha… Sepertinya sedang diuji agar lebih sabar ya Kak 🙂

Ketidakberuntungan bertubi-tubi tidak hanya terjadi di film FTV. Sungguh pengalaman lucu, menggemaskan dan konyol, tentunya. Gara-gara Godzilla.

***

Diikutkan dalam “The Silly Moment Giveaway” Nunu el Fasa dan HM Zwan

Banner-giveaway-silly-moment

Advertisements

8 thoughts on “Gara – Gara Godzilla”

  1. Kasihan juga kakak Mak Wening. Yang sabar saja, ya. Itu memberi pelajaran agar mengenal medan sebelum memutuskan terjun ke lapangan.
    Kayaknya tempat macam itu dengan pelayanan ngaco akan hancur juga dan ditinggalin orang. Masa nawarin barang tanpa ngasi tahu harga. Itu memberi peluang agar konsumen merasa dibodohi.
    Kok ada pop corn seukuran gitu? Kayaknya apakah calon pembeli dimodusin?

    1. Heeh Mak, jadi pelajaran dan pengalaman berharga juga buat kakak saya 🙂
      Hehehe, iya tuh.. ya mirip punya filemnya Mr.Bean itu lho yg pas nonton filem horror, tapi agak gedean dikit. Kebetulan juga display picture produknya gak ada harga. Dan pas keponakan saya ditawarin yang “kecil atau besar?” otomatis namanya anak2 pasti mintanya yg besar.. Dan yaah begitulah, semoga kita sebagai konsumen semakin jeli 🙂

    1. Hehe iya mbak, kakak kesel banget, saya yg diceritani jg kesel tapi ngikik aja mbayangin hehe.. dan gak nyangka juga kalo semahal itu eee, kena zonk deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s