Novel Yang Tersimpan di Sudut Hati (Review)

Novel Yang Tersimpan di Sudut Hati (Ade Anita)

Novel Yang Tersimpan di Sudut Hati 

 

Review Novel Yang Tersimpan di Sudut Hati

 

Penulis: Ade Anita

Sampul: Soft Cover

Tahun Terbit : 2013

Penerbit: PT. Elex Media Komputindo

Tebal: 450 halaman

ISBN: 9786020221120

 

Solasfiana adalah seorang gadis remaja cerdas yang harus belajar tangguh menjadi ‘tulang punggung’ keluarganya sepeninggal kematian ayahnya, Aslam. Seorang ibu yang lumpuh, Mak Pinah dan 2 orang adiknya, Marsya dan Isfahan yang harus selalu dikuatkannya, ketika  mereka harus menghadapi kenyataan : diusir oleh keluarga dan orang-orang di desa dengan tuduhan tukang santet. Tuduhan itu membuat mereka sangat terpukul. Mereka yang selalu menegakkan ajaran Agama Islam, yakin bahwa santet dan hal lain sejenis itu adalah hal yang sangat dibenci oleh Allah.

Padahal, Sofyan, teman kelasnya yang secara diam-diam dia kagumi, sudah mulai membalas cintanya. Itu yang membuat Solasfiana semakin galau dan sedih karena harus berpisah dengan lelaki pujaannya itu.

Ingatan Solasfiana melayang ketika berada di belakang sadel sepeda Sofyan. Kerikil jalanan yang sedang dititinya tampak sama dengan kerikil jalan raya yang ditinggalkan oleh jejak sepeda Sofyan. Debu-debunyapun tampak sama. (hal. 364)

Waktu  bergulir cepat, kepindahan mereka dari kampung membuat perubahan besar bagi mereka, khususnya Solasfiana. Dari menumpang tinggal di kandang kambing Pak Zairi, hingga sekarang mempunyai tempat tinggal dan usaha sendiri. Kasih sayang yang kuat antara Mak Pinah dan ketiga anaknya membuat mereka masing-masing menjadi lebih tegar dan kuat. Pasrah, ikhlas, dan selalu berprasangka baik terhadap takdir. Dendam terhadap keluarga besar mereka dan orang kampung pun lenyap, membuat perasaan mereka lebih damai.

Namun, secara tak sengaja, surat-surat Sofyan yang ditujukan untuk Solasfiana berhasil membuat Solasfiana mengetahui satu hal : Sofyan selama ini mencarinya. Sofyan mencintainya.

Apa isi surat Sofyan sesungguhnya? Mengapa Solasfiana menangis tergugu membacanya? Apakah sudah terlambat untuk mereka merajut asa?

***

Sebuah novel islami karya Ade Anita yang membuat kita menyadari sesuatu :  bahwa kita harus selalu ikhlas dan juga bersyukur kepada Allah SWT atas apa yang sudah digariskan-Nya kepada kita. Kesabaran, ketabahan  berlipat-lipat yang ada pada tokoh di novel apik yang bersetting di Sumatera Selatan ini, akan mengaduk-aduk perasaan pembaca, membuat perasaan kita getir, sedih, lega, bahagia, geli, bercampur menjadi satu.

Membaca novel ini, membuat saya merasa berada disana. Detil yang dituliskan, membuat saya merasa bisa membayangkan suasana desa, suasana hutan, suasana sungai dan setting lainnya yang menunjukkan keindahan Sumatera Selatan. Suatu kepuasan tersendiri bisa membacanya dari awal hingga akhir, menikmati setiap detail yang dibuat nyata oleh sang penulis, Ade Anita.

Detail saat kematian Aslam, ayah Solasfiana, hampir membuat saya menangis, membayangkan bagaimana perasaan istri dan anak-anaknya. Ditambah, kematian sang kakek, Nek Nang Bayumi. Membuat saya sempat menahan nafas dan berpikir apa yang akan terjadi pada keluarga kecil ini.

Kisah percintaan Solasfiana dan Sofyan, yang dengan umur mereka yang masih remaja, mereka berhasil menumbuhkan dan memelihara cinta mereka dengan cara yang tidak biasa.

Konflik keluarga yang ditulis dengan runtut dan alami. Membuat kita akan selalu haus dan penasaran untuk membuka lembar demi lembarnya. Memberikan banyak pelajaran tentang keluarga, rasa ikhlas, rasa syukur, prasangka baik, dan tentunya cinta sejati.

***

Tentunya, saya masih penasaran pada kisah cinta Solasfiana dan Sofyan. Akankah surat Solasfiana akan dijawab oleh Sofyan dan bisa menghapus air mata Solasfiana? Juga dengan kisah kakak asuh Solasfiana yang membiayai sekolah Solasfiana dan adik-adiknya, dan bagaimana dengan kelanjutan kehidupan keluarga Solasfiana? Semoga gadis ini baik-baik saja dan selalu memberikan kebahagiaan untuk keluarganya 🙂

Saya sangat merekomendasikan Novel Yang Tersimpan di Sudut Hati ini untuk dimiliki dan dibaca. Good job, Mbak Ade Anita 😀  Keren!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s