jurnal, mbakyublogger, referensi, wonosobo

Rangkaian Kegiatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo Ke-189 Tahun 2014

” PELESTARIAN NILAI BUDAYA MENUJU KOTA INVESTASI , WISATA, ADIPURA DAN BUNGA ” 

 

logo hari jadi 189Wonosobo adalah salah satu kawasan dengan udara yang sejuk, memiliki kekayaan dan keindahan alam yang berlimpah meliputi pegunungan dan telaga, kaya akan tradisi adat istiadat, kesenian tradisional serta peninggalan sejarah, merupakan salah satu kota tujuan wisata kedua Jawa Tengah yang paling banyak dikunjungi wisatawan baik mancanegara maupun dari berbagai penjuru nusantara setelah Borobudur.

Sebagaimana diketahui di era globalisasi ini, tantangan pembangunan kedepan semakin beragam dan kompleks, bermacam fenomena seperti hal baru terus bermunculan kita senantiasa mengikuti arah dan perkembangan wacana tersebut.

Sudah barang tentu berbagai kepentingan pelaku pembangunan harus dipadukan sehingga mampu memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi semua pihak khususnya untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Wonosobo, yang dimotori oleh tiga domain yaitu kalangan birokrasi pemerintah, pengusaha dan lembaga sumberdaya masyarakat. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk menjadikan Wonosobo sebagai Kota Investasi, Kota Wisata, Kota Adipura dan Kota Bunga.

***

S  I  N  O  P  S  I  S

1. SERAH TERIMA PANJI DAN KIRAB BUDAYA : 19 JUNI 2014

wonosoboUntuk mengawali pelaksanaan hari jadi Wonosobo, dengan konsep kegiatan prosesi serah terima panji dari Bupati dan Muspida Kabupaten Wonosobo untuk diserahkan kepada 15 Camat dan Muspika, selanjutnya dikirabkan keliling kota didalamnya juga terdapat kesenian dan budaya yang selanjutnya diteruskan ke 265 desa/ kelurahan yang tersebar di 15 Kecamatan sebagai genderang dimulainya rentetan kegiatan peringatan hari jadi, seantero Wonosobo, dikemas dalam bentuk satu budaya lokal yang lekat dengan tradisi, sehingga sajian ini menjadi tuntunan dan tontonan yang mengasikkan dan betul-betul menjadi pesta rakyat Wonosobo mengandung makna yang sangat dalam. Adapun atribut yang digunakan antara lain :

  1. Songsong agung kamulyan melabangkan pengayom atau kekuasaan, merupakan simbul penguasa yang berkewajiban melindungi rakyatnya tanpa pandang bulu/pilih kasih ( simbol Bupati).
  2. Tumbak korowelang atau tumbak katentreman melabangkan senjata kepercayaan diri, piyandel sama dengan sifat kandel, seorang pemimpin harus memiliki senjata untu menjaga keamanan, ketentraman dan perlindungan menyeluruh, dalam tata pemerintahan yang dilakukan oleh Kapolres .
  3. Bendera merah putih/ gula kelapa adalah mengedepankan perjuangan bela negara yang berkibar di setiap dada, dengan gagah berani yang dilandasi dengan kesucian untuk mengobarkan semangat perjuangan (Kodim)
  4. Panji lambang daerah melambangkan pemimpin atas potensi, kemajuan, kekayaan dan segala bentuk potensi daerah yang menjadi kebanggaan seluruh rakyat .

2. PENGAMBILAN AIR TUJUH SUMBER : 21 – 22 JUNI 2014

hari jadi wonosobo 189Prosesi pengambilan air sumber merupakan rangkaian kegiatan Prosesi Ritual Berat Sengkala, diambilkan dari 7 mata air yang ada di Kabupaten Wonosobo yaitu :Tuk Bimo lukar, Gua Sumur, Mudal, Surodilogo, Tempurung, Kaliasem, Mangli masing-masing mata air mempunyai makna sendiri-sendiri sebagai salah satu syarat Upacara Prosesi Berat Sengkala, Bermakna sebagai pitulung bagi masyarakat wonosobo agar terbebas dari sukerta/sengkala karena dari tujuh sumber mata air tersebut sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat Wonosobo.

3. ZIARAH MAKAM PENDIRI KABUPATEN WONOSOBO : 21 – 22 JULI 2014

Sebagai bentuk penghargaan atas jasa para pendiri Wonosobo, setiap peringatan Hari Jadi, akan dilaksanakan ziarah ke makam paratokoh pendiri Kabupaten Wonosobo antara lain makam Setjonegoro di Secang, Tumenggung Jogonegoro di Pakuncen Selomerto, Kyai Selomanik di Ds Selomanik Kaliwiro, Kyai Asmoro Sufi di Ds Pecekelan Sapuran, Kyai Muntaha,di Ds Dero Mojotengah, Ki Mangunkusumo di Ds Ketinggring Wonosobo.

4. DO’A KESELAMATAN DAN PROSESI RITUAL BERAT SENGKALA : 23 JULI 2014

hari jadi wonosobo 189Prosesi Ritual Beratsengkala merupakan ritual doa secara tradisional yang dilaksanakan oleh sesepuh adat (HPK) yang dilaksanakan tepat jam 00.00 Wib (tengah malam) tepatnya ditengah-tengah Alun-alun Wonosobo di bawah pohon beringin walik, bermakna membalikkan sengkolo, berat artinya menyingkirkan, sengkala artinya segala bentuk kesialan seperti kerusuhan , malapetaka, rintangan, hambatan, sehingga isi dan doa beratsengkala yang dipanjatkan agar rakyat Wonosobo dibawah Pemerintahan sekarang ini diberi kekuatan menanggulangi segala bentuk kesiatan dan dikarunai keselamatan, kedamaian, ketentraman dan kesejahteraan sehingga dapat mencapai kondisi yang tata titi tentrem karta raharja gemah ripah lohjinawi, sebur kang sarwa tinandur , murah kang sarwo tinuku, murih raharjaning praja. Bermakna sebagai koreksi diri antara manusia dengan pencipta, alam dan sesama, agar kedepan dapat hidup lebih baik lagi, diwujudkan melalui “hening rasa”, untuk memerangi kebatilan yang ada di bumi Wonosobo, melalui prosesi Birat Sengkala, sebagai laku untuk mengusir segala “sukerta dan rubeda” sehingga Wonosobo kedepan “ayem tentrem, gemah ripah loh jinawi”.
Kegiatan ini juga dilaksanakan diberbagai tempat – tempat ibadah dari Agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu dan Budha dengan tujuan yang sama untuk memohon kepada Tuhan YME agar Kabupaten Wonosobo terhindar dari segala petaka dan penuh dengan kemakmuran.

5. PROSESI BOYONG KEDATHON HARI JADI : 24 JULI 2014

hari jadi wonosobo 189Hari jadi pada hakikatnya merupakan awal daripada perjalanan sejarah suatu bangsa/ Negara/Daerah, dan sejarah itu sendiri merupakan guru abadi bagi suatu bangsa,negara, daerah yang sedang membangun, Dengan ditetapkannya hari jadi Wonosobo, maka diharapkan rakyat mengetahui arti dan perkembangan sejarah daerahnya dan akan hari jadi wonosobo 189lebih meningkatkan semangat membangun daerahnya, dalam rangka satu kesatuan sebagi wujud kesinambungan generasi dan guna menanamkan patriotisme dikalangan generasi penerus bangsa, dan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pemimpinnya .
Merupakan prosesi perpindahan kekuasaan dan pemerintahan dari Selomerto yang merupakan cikal bakal berdirinya Wonosobo dipindahkan ke Kota Kabupaten Wonosobo yaitu Pendopo kabupaten Wonosobo.

6. PESTA RAKYAT : 4 AGUSTUS 2014

hari jadi wonosobo 189Adalah pestanya rakyat Wonosobo yang didalamnya terangkai beberapa kegiatan yang melibatkan masyarakat dan disuguhkan untuk masyarakat Wonosobo, Terangkai beragam kegiatan antara lain: Halal Bil Halal, Lomba Permainan Tradisional, Lomba Makanan Tradisional, Lomba Lukis, Pagelaran Wayang Kulit dan rebutan gunungan hasil bumi bermakna sebagai lambang kemakmuran bentuk manivestasi dari hasil bumi masing-masing wilayah,Adalah sebagai lambang kemakmuran Wonosobo “gemah ripah loh jinawi” artinya terhindar dari kemiskinan Merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME atas segala karunia dan Rahmat yang dlimpahkan kepada seluruh masyarakat Wonosobo . Ungkapan tersebut diwujudkan dalam bentuk makan bersama antara pemangku pemerintahan bersama dengan masyarakat wonosobo, sehingga terjadi interaksi dan kebersamaan antara pemerintah dan rakyatnya tanpa ada perbedaan status sosial “ ajur, ajer manunggal dadi siji “

7. SIMPONI NEGERI DIATAS AWAN : 9 AGUSTUS 2014

Dieng dengan yang sarat dengan kelebihan disektor sejarah, seni, budaya dan pemandangan alamnya , kami mencoba
mengemas beragam rangkaian kegiatan selama satu hari satu malam di Dataran Tinggi Dieng dengan harapan akan menjadi daya tarik untuk mempromosikan Dieng agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Kegiatan meliputi:

o> KIRAB BUDAYA
hari jadi wonosobo 189Potensi terbaik yang dimiliki Kabupaten Wonosobo saat ini akan ditampilkan dengan keunikan, kekhasan dan kualitas
penggarapan dengan menyiratkan kearifan lokal budaya Kabupaten Wonosobo, disuguhkan dalam bentuk arak-arakan yang terdiri Parade kesenian tradisional dan beragam budaya yang ada di Kabupaten Wonosobo yang terdiri dari 15 kecamatan. Dikemas a la carnival, masing-masing kontingen menyuguhkan tarian kolosal nan semarak. Berlomba merepresentasikan potensi wilayahnya melalui tarian. Semua terlihat ingin menampilkan keunggulan wilayahnya. Mulai dari aransemen musik iringan yang berpadu antara gamelan, kenthong, angklung dan lain sebagainya, dimodifikasi menjadi lebih cepat dan enerjik tanpa menghilangkan gending-gending aslinya untuk mengiringi gerak para penari dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Wonosobo, tidak hanya tarian, make up dan  dan pakaian pun menampilkan sesuatu yang baru.
Yang dipadukan dengan potensi keunggulan daerah masing-masing dari hasil pertanian, perkebunan, kehutanan dan
peternakan semua terangkai dalam satu kegiatan “Parade Seni dan Budaya “

o> RITUAL CUKUR RAMBUT GEMBEL

Tradisi dan budaya merupakan warisan bangsa yang tidak ternilai harganya, oleh karena itu menjadi kewajiban dan tanggung jawab Bangsa Indonesia untuk melestarikan keberadaannya sehingga tidak punah begitu saja Ritual cukur rambut gembel adalah ikon Kabupaten Wonosobo sudah menjadi tradisi turun temurun warga Kabupaten Wonosobo. dilakukan terhadap anak-anak yang memiliki rambut “gembel” atau “gimbal”.

hari jadi wonosobo 189Bahkan ada yang menyebutnya sebagai anak bajang yang tidak dapat ditemui di Kabupaten lain. Konon, anak-anak ini merupakan titisan Kyai Kolodete, salah satu pendiri Wonosobo, selain Kiai Karim dan Kiai Walik. Banyak dijumpai di kawasan lereng sebelah barat Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing Secara fisik dan psikologis, mereka mempunyai tabiat (watak) dan menunjukkan perilaku yang khusus, seperti pendiam, suka bergaul, enerjik, nakal, suka mengatur dan heroik. Karenanya, mereka disakralkan dan disebut anak “Sukerta”, yakni anak yang disajikan menjadi mangsa”Bathara Kala”. Agar menjadi anak yang wajar, mereka harus dibersihkan atau disucikan dari gembelnya (sukertanya) dengan menghilangkannya. Proses inilah yang disebut dengan “ruwatan” , yang menurut Bahasa Jawa berarti “lepas” yang bermakna lepas dari karakteristik sebagai anak gembel, dengan cara mencukur rambut gembelnya.

o>OPERA MAHAKARYA DIENG

Adalah suguhan karya putra Wonosobo dalam bentuk tari kolosal yang berdurasi 30 menit, merupakan suguhan seniman dan seniwati Kabupaten Wonosobo yang menceritakan tentang peradaban Dieng sebagai negeri para Dewa yang terletak di kahyangan .
Opera Mahakarya Dieng adalah bentuk seni pertunjukan kolosal yang menceritakan sejarah awal Dieng di jaman Hindu-Budha cikal bakal peradaban Hindu-Budha di tanah Jawa. Konsep ini dibuat berdasarkan referensi Buku yang berjudul “Dieng Poros Dunia” karangan Otto Sunandar dan H.A. Kholiq Arif dan “Sejarah Wonosobo” cetakan tahun 2008. Rencana kegiatan Opera akan melibatkan Bintang Tamu Artis ternama tanah air untuk bergabung menjadi pemaran utama.

o>INTERNATIONAL DIENG ACOUSTIC FESTIVAL

– Orkestra adalah sebuah grup yang terdiri dari musisi-musisi yang memainkan alat-alat musik. Dalam Yunani kuno,
orkestra berarti area antara tempat duduk penonton dan panggung, yang digunakan oleh penyanyi koor dan pemain musik. Kata orchestra dalam bahasa Yunani diterjemahkan sebagai tempat menari. Di beberapa teater, istilah orchestra merujuk ke tempat-tempat duduk di depan panggung, atau yang sering disebut dengan primafila atau platea. Tetapi istilah ini lebih tepat disebut dengan panggung atau aula konser.Alat musik yang dimainkan dalam orkestra simfoni biasanya berupa alat musik gesek atau string, tiup antara lain woodwind dan brass, dan pukul atau perkusi.
– Pada kegiatan ini kami ingin menampilkan musisi-musisi Kabupaten Wonosobo yang tergabung dalam kelompok musik orkestra “Simponi Negeri Diatas Awan”

o>INTERNATIONAL DIENG FUN BIKE , PARADE HARLEY DAVIDSON DAN MOBIL MODIFIKASI

Lebih dari 10 tahun olah raga bersepeda di kabupaten wonosobo mengalami perkembangan yang signifikan, bahkan telah tumbuh berbagai komunitas penggemar bersepeda, bersepeda motor dan koleksi mobil modifikasi, Dalam rangka usaha menasyarakatkan olah raga bagi masyarakat wonosobo khusunya dan penggemar touring pada umumnya juga untuk memperkenalkan potensi wisata pegunungan dan alam kepada masyarakat luas sebagai pendorong wisatawan untuk berkunjung ke Wonosobo. Adalah sebuah eksplorasi potensi alam dan wisata di Komplek Wisata Dieng melalui kegiatan olah raga touring baik sepeda, sepeda motor maupun mobil modifikasi disamping sebagai ajang kreativitas.

o> DIENG INTERNATIONAL PHOTOGRAPHY
Kegiatan eksplorasi potensi alam dan wisata pegunungan Dieng melalui kegiatan fotografi yang diikuti oleh Himpunan
Penggemar Photography Nasional dan Internasional yang dilombakan dengan hadiah yang menarik.

o> DIENG INTERNATIONAL CAMPING AND ADVENTURE
Upaya menikmati potensi Dieng melalui kegiatan camping dan petualangan dan ekpedisi menyusuri pegunungan Dieng dan obyek-obyek wisata yang ada di Dieng dilaksanakan di Komplek wisata Telaga Cebong dan Sunrise Sikunir.

 

8. FESTIVAL BALON UDARA : 10 AGUSTUS 2014
hari jadi wonosobo 189Festival balon udara tradisional yang di selenggarakan memperingati Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ini telah menjadi acara tahunan, merupakan ajang adu kreasivitas masyarakat Wonosobo sehingga para peserta pun semakin mengasah skill & ketrampilan dalam membuat balon udara tradisional tersebut.
Balon udara tradisional yang terbuat dari kertas pilus di Wonosobo Sudah di kenal sejak puluhan tahun yg lalu, biasanya balon2 tersebut di buat untuk menyambut Lebaran,namun sudah diagendakan rutin memperingati Hari Jadi kabupaten Wonosobo
9. WONOSOBO COSTUM CARNAVAL FESTIVAL KESENIAN DAN MUSIK : 10 AGUSTUS
2014

hari jadi wonosobo 189Wonosobo Costum Carnaval adalah sebuah even yang diadakan oleh pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk yang ketiga kalinya setelah di tahun 2012 sukses, dengan menggunakan bahan kain sebagai bahan utama pembuatan kostum lengkap dengan akcesorise yang digunakan tak hanya kain, namun juga terpal, jaring, kertas karton, keping CD, gelas plastik, balon tiup, hingga bulu ayam. Para peserta karnaval akan membuat kostum
karnaval dengan tema-tema yang di tentukan. Para peserta akan mengenakan kostumnya sendiri dan berjalan di atas catwalk dengan iringan musik berlenggak lenggok dengan lemah gemulai. Untuk menyemarakkan kegiatan ini dirangkai dengan Pentas kesenian dan pentas musik.

10.KETOPRAK MBELING : 17 AGUSTUS 2014

Setelah masyarakat secara serempak memperingati HUT Kemerdekaan RI malam hari kami mencoba menyuguhkan sebuah hiburan segar berupa garapan seni tradisional yang sarat dengan pesan-pesan moral dalam pagelaran Kethoprak, yang dimainkan oleh para pejabat Pemerintah bersama seniman dan seniwati Kabupaten Wonosobo. Adalah sebuah hiburan menarik yang merupakan keterpaduan antara pemerintah dengan rakyat untuk disuguhkan kepada masyarakat wonosobo.

11. RESEPSI HARI JADI WONOSOBO DAN HUT KEMERDEKAAN RI : 23 AGUSTUS 2014
Sebagaimana konser musik yang mengusung artis ibukota sebelumnya yang selalu sukses, aman, tertib, dan dibanjiri
penonton dari berbagai penjuru daerah bahkan luar daerah, konser musik kali ini pun diyakini akan menyedot perhatian warga Wonosobo yang memang selalu haus hiburan apalagi yang berskala nasional

***

Jadwal Rangkaian Kegiatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-189

hari jadi wonosobo 189

hari jadi wonosobo 189

***

Sumber :

1. Artikel ini disadur dari http://www.wonosobokab.go.id/ , download disini

Advertisements

12 thoughts on “Rangkaian Kegiatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo Ke-189 Tahun 2014”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s