Our Wedding Invitation

Hihihi, telat banget ya baru nge-post tentang undangan nikah kami. Soalnya, banyak temen yang nanya desain dan prepare buat nikah mereka. Jadinya inisiatif aja deh ngepost ‘Our Wedding Invitation’.

Dasarnya suami suka desain, jadilah undangan kami yang desain total sang suami. Dari warna, gambar dan semuanya sudah saya serahkan sepenuhnya.  Dan lagi, biasanya dia ndesain dan nyetakin undangan buat orang lain, masa buat nikahan sendiri mau didesainkan oranglain juga, hehe.. 

Undangan kita bagi 3. Undangan untuk resepsi di gedung buat dikasihkan teman dan rekan Ayah dan Bunda. Trus undangan resepsi di gedung buat teman-teman kami (saya dan suami) tapi tanpa cetak. Trus undangan untuk ngunduh mantu di Parakan Temanggung, rumah suami.

Khusus undangan resepsi di gedung punya teman Ayah dan Bunda, disisipi puisi pilihan Ayah, dari Sapardi Djoko Damono yang judulnya “Aku Ingin”, trus isinya pun simpel. Cuma nunjukin peta dan waktu pelaksanaan. Warnanya biru gelap, dengan ornamen huruf warna emas dan biru terang.

Our Wedding Invitation - weningts

Tampak depan Undangan Resepsi, warna biru gelap, dengan ornamen huruf berwarna emas. Jika dilipat, huruf W dan E akan menyatu.

Our Wedding Invitation - weningts

Bagian dalam undangan resepsi. Bagian kiri ada puisi Sapardi Djoko Damono (pilihan Ayah), tengah bagian isi undangan, dan bagian kanan peta lokasi

 

Untuk undangan untuk teman-teman, karena banyak yang di luar kota, kami membuatnya digital dan dikirim lewat email dan media sosial, namun tetap private dan khusus, jadi gak sekedar di tag-tag gitu, biar kesannya lebih pribadi dan personal 🙂 Fotonya juga dari hasil jepret-jepret kemarin yang ceritanya prewedding, hehe

Undangan untuk teman, versi 1

Undangan untuk teman I

Undangan untuk teman versi 2

Undangan untuk teman II

 

Laluuu, yang ketiga undangan untuk Ngunduh Mantu atau selamatan di rumah suami, di Parakan Temanggung. Yang ini lebih simpel lagi karena bolak balik , unik dan “berbeda” dari undangan sebelumnya, hehe. Warna pink fuschia dengan aksen vintage. Kebetulan acaranya dilaksanakan tepat “sepasaran” setelah akad nikah.

Tampak dalam dan luar undangan "Ngunduh mantu"

Tampak dalam dan luar undangan “Ngunduh mantu”

 

Oiya, untuk menghemat biaya juga, kami mencetak undangan yang sudah didesain di percetakan langganan suami, di Percetakan Fisindo, alamatnya di Jl. Gejayan CT X No. 59 Yogyakarta Cp: 0274-6411908, 6411913. Meskipun di Yogya, tapi kami kesana kebetulan pas nyari kain juga, jadi sekalian deh hehe.. Untuk cetak undangan, asal dimasukkan pagi hari, kalau gak antri banyak, bisa banget diambil malemnya, atau keesokan paginya. Sudah komplit bisa minta dengan dilaminasi (doff atau glossy), minta dipotong (kalau gak salah cuma nambah Rp 30.000) dan minta di-rel-kan (dikasih lipatan) sekalian. Harga tergantung bahan yang digunakan, kebetulan kami pakai kertas Ivory 230gr. Harganya juga kalau diitung perbuah kayaknya gak sampai Rp 3.000-an untuk yang biru, dan separonya untuk yang pink. Tapi tergantung juga kuantitas atau cetak berapa lembar. Lebih banyak tentunya lebih murah 🙂

Plastik undangan juga kami beli sendiri, di Toko Merah Yogyakarta (sekalian), Daaan, masalah masukkan ke dalam plastik undangan, kami gotong royong barengan lhoo.. Kayaknya si buanyaakk.. tapi pas udah selesai ya seneng juga sih, sambil nonton TV, sambil ngobrol, tangan kami juga ubet masukin undangan dan nempelin label nama.

 

Oiya, sedikit tips dan trik untuk menghemat biaya pernikahan, khususnya untuk undangan :

1. Membuat daftar tamu yang prioritas. Tujuan kita membuat undangan cetak adalah agar tamu kita diharapkan hadir, namun pilih tamu yang bisa diundang secara digital/lewat media sosial (misal teman jauh, luar kota, dll), lisan, dan memang yang membutuhkan undangan cetak. Memang akan agak ribet pada awalnya, disini, harus bisa se”tega” mungkin memilah-milah. Namun, akan bisa sedikit mengurangi biaya cetak lhoo..

2. Usahakan mendesain sendiri. Bukan berarti harus kita yang melakukan sendiri kok, misal kita punya teman, keluarga atau kerabat yang hobi desain undangan, bisa banget lho kita minta tolong didesainkan. Ini juga akan menghemat biaya. Usahakan mendesain undangan yang simpel dan jelas (nama, waktu, tempat, dan peta), karena seperti yang kita tahu, selain dirawat oleh memang yang hobi koleksi undangan, berakhir dimana coba undangan kita? hehe…

3. Jika bisa, cetaklah sendiri. Misalnya mencetak di tempat penyedia layanan undangan juga bisa, namun bisa juga dan dijadikan opsi kalau memang mau mencetak di percetakan sendiri. Jatuhnya lebih murah, meskipun kita harus memberikan keterangan dan request yang jelas (misal, dipotong, direl dan dilaminasi).

4. Belanja sendiri kelengkapan undangan. Beli plastik undangan, label nama, atau pita dan kelengkapan lain di toko grosir atau toko buku yang kita percaya bisa lebih hemat.

5. Libatkan keluarga dan sahabat, hehe. Masalah lipat melipat undangan, membungkus undangan, tempel menempel label nama jangan dipusingkan doong.. Disini akan lebih mudah jika kita mengerjakan bersama. Misal punya adik, kakak, sepupu, teman, sahabat dan keluarga lain bisa banget kan minta tolong buat mengerjakan hal satu ini. Di sela-sela mengerjakan sesuatu, hal ini gak akan memberatkan kok. Dari banyak pengalaman yang pernah saya alami, melibatkan keluarga dan teman itu penting, mereka juga pasti senang kalau merasa dibutuhkan dan didelegasikan sebuah tugas di hari penting kalian. Selain kerjaan lebih cepat selesai, juga untuk menambah kehangatan dan keakraban.

Daaan, undangan memang suatu yang penting, meski bukan prioritas utama untuk kita memusingkan dengan banyaknya biaya yang akan kita habiskan untuk sebuah undangan. Pastikan tujuan awal jelas yaitu mengundang tamu untuk bisa hadir memberikan doa. Usahakan undangan didesain dengan simpel, jelas, dan maksudnya tersampaikan. Banyak jalan dan cara untuk membuatnya berkesan, dengan menghemat biaya, tanpa harus mahal :))

***

Portfolio desain suami bisa dilihat di sini 😀

Advertisements

11 thoughts on “Our Wedding Invitation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s