giveaway, jurnal, kuliner, lomba blog, referensi, wonosobo

Tiga Potensi Unggulan Wonosobo : Sandang, Pangan, Papan

Bulan Mei ini, masyarakat Wonosobo sedang “punya gawe” , yaitu event tahunan Pemerintah Kabupaten Wonosobo : Wonosobo Fair 2014 yang bertajuk Gelar Ekonomi Kreatif dan Potensi UMKM. Acaranya diadakan tanggal 8-12 Mei di Gedung Korpri Wonosobo. Salah satu wadah kreatif untuk menampilkan berbagai potensi UMKM yang ada di Wonosobo. Tidak hanya kreasi berupa olahan variasi makanan saja, namun juga dipamerkan hasil pertanian, dan banyak kreasi lain dari mulai kerajinan tangan sampai layanan jasa yang membuat kami bangga menjadi warga Wonosobo. Kenapa disebut ajang kreatif? Nhah, dengan perkembangan jaman dan kemajuan era teknologi, untuk dapat bersaing masuk ke dalam suatu industri khususnya industri ekonomi, kreativitas harus menjadi sahabat kita. Salah satunya adalah menciptakan inovasi yang lebih “segar” sehingga dapat menarik masyarakat.

weningts - potensi daerah wonosobo9
Gerbang masuk Wonosobo Fair 2014

Wonosobo Fair 2014 kali ini lebih mengedepankan potensi UMKM dari berbagai kecamatan, SKPD dan juga industri-industri rumahan yang sedang berkembang. Total saya hitung kemarin mungkin sekitar 30an lebih stand yang terdiri dari Dinas Koperasi dan UMKM, beberapa Kecamatan di Kabupaten Wonosobo, hingga beberapa BUMN/BUMD. Ada Kecamatan Kejajar dengan produk pertanian sayuran organik. Produk unggulannya adalah Terong Belanda, dimana banyak diolah menjadi makanan berupa dodol dan minuman berupa jus. Oiya, di acara pembukaan Wonosobo Fair 2014 kemarin, kami juga secara serentak meminum 1000 jus kemar atau yang lebih sering disebut Terong Belanda ini. Lalu ada stand Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kabupaten Wonosobo, yang menampilkan batik khas Wonosobo, batik Kembang Keli namanya. Batik ini merupakan inovasi dan karya dari Mbak Yohana seorang desainer ternama asal Wonosobo. Batik ini mengambil ‘kekhasan’ Wonosobo dengan corak Buah Carica, daun Carica, hingga Purwaceng. Selain itu ada pula Kecamatan Kalikajar yang menampilkan stand “Coffee Corner” lengkap dengan cara pembuatan kopi dan kopi fresh yang bisa langsung disajikan dan diminum disana. Ada pula stand Kecamatan Sukoharjo yang selain memajang hasil perkebunan salak dan duku, mereka juga memberikan informasi bahwa diadakan acara wisata di perkebunan salak kepada wisatawan daerah maupun manca, sehingga mereka bisa merasakan bagaimana memetik salak dan langsung menikmatinya.

weningts - potensi daerah wonosobo6
Berbagai cara menarik pengunjung. Stand PKBM Cemerlang dengan “Gratis Membuat Assesoris”, dan Stand Dekranasda dengan memajang semua kerajinan unik asli Wonosobo
weningts - potensi daerah wonosobo5
Gak ada yang nyangka kalau daun bisa jadi hiasan kupu-kupu yang cantik, hanya ada di Stand Go_Dhong Craft. Bahkan di stand Kec. Kalikajar, kita bisa beli minum kopi yang fresh langsung dibuat di tempat.
weningts - potensi daerah wonosobo4
Stand Kec. Garung menarik banyak pengunjung dengan bagi-bagi bunga krisan gratis. Beda lagi dengan Kec. Kejajar yang produk unggulannya adalah pertanian organik, ditinjau langsung oleh Bapak Bupati.
weningts - potensi daerah wonosobo2
Berbagai produk makanan Wonosobo kreasi dan inovasi terbaru. Ada sirup Kemar (Terong Belanda), Jipang Opak, sampai dodol salak.
weningts - potensi daerah wonosobo1
Kita juga bisa melihat langsung proses pengerjaan macam-macam kerajinan , contohnya kerajinan membuat sapu dan caping
weningts-caricagemilang-5
Salah satu produk unggulan Wonosobo : Carica. Merk Carica Gemilang ini sudah membawa nama Wonosobo sampai di tingkat nasional.
???????????????????????????????
Selain batik Kembang Keli, Wonosobo juga mempunyai batik khas yaitu batik Talun Ombo yang berasal dari Kec. Sapuran.

Wonosobo Fair 2014 ini sendiri digelar untuk 5 (lima) hal penting yaitu : sarana promosi, apresiasi produk-produk unggulan, meraih prestasi, menumbuhkan kreatifitas para penggiat UKM Wonosobo di bidang apapun, dan juga tentunya sebagai sarana informasi bagi masyarakat untuk lebih mengetahui perkembangan UMKM di Wonosobo.

weningts - potensi daerah wonosobo10
Antusiasme pengunjung saat mengunjungi Wonosobo Fair 2014

Acara ini juga disisipi berbagai lomba dengan hadiah yang menarik dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan juga sponsor. Banyak pula penampilan kesenian dari para penggiat seni asli Wonosobo. Selain  parade band setiap malamnya, juga ada penampilan apresiasi dan lomba Musikalisasi Puisi dari Komunitas Sastra Bima Lukar. Adapun lomba lain yang diadakan antara lain :

  • Lomba pembuatan jingle iklan dan packaging produk kerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM
  • Lomba foto produk UMKM yang bekerjasama dengan HPPW (Himpunan Penggemar Photografi Wonosobo) ,
  • Lomba Blog Promosi Wonosobo Fair kerjasama dengan Komunitas MbakYu Blogger,
  • Lomba Poster yang bekerjasama dengan WYC (Wonosobo Youth Center),
  • Lomba Fashion Show dan Desain Batik Wonosobo kerjasama dengan Butik Omah Tjilik,
weningts - potensi daerah wonosobo7
Berbagai macam lomba dan apresiasinya. Ada lomba rancang motif batik yang peminatnya dari banyak kalangan. Bapak Bupati yang langsung meninjau para peserta lomba poster. Hingga Ibu Bupati yang memberikan apresiasi kepada pemenang lomba Fashion Show.
weningts - potensi daerah wonosobo8
Hasil lomba poster dan lomba foto yang dipajang di area Wonosobo Fair 2014
weningts - potensi daerah wonosobo
Produk kesenian pun ikut serta dalam memeriahkan Wonosobo Fair 2014
weningts
Tagline Wonosobo Fair 2014 : Bangga-Bela-Beli Produk UMKM Wonosobo

Terlepas dari UMKM dan Wonosobo Fair 2014, ada yang sudah pernah ke bukit Sikunir? Ini juga jadi salah satu objek wisata terfavorit di Wonosobo. Jika beruntung, kita bisa melihat “Golden Sunrise” yang biasanya muncul jika hari tidak hujan. Hampir setiap malam minggu, Alun-Alun Wonosobo ramai dengan orang yang berkumpul dengan berkendara sepeda motor, memakai tas gunung dan peralatan lengkap, ternyata mereka juga penasaran dan ketagihan dengan Bromo-nya Wonosobo alias bukit Sikunir.

weningts - potensi daerah wonosobo89
Salah satu objek terfavorit di Wonosobo : bukit Sikunir

Ide saya sebenarnya sangat sederhana, namun saya yakin jika ini ditelateni dan diseriusi, maka kita akan mendulang “hasil positif” yang berlipat-lipat. Konsep Wonosobo Fair 2014 sudah sangat bagus, namun sayangnya hanya diadakan setahun sekali. Padahal, banyak wisatawan baik lokal maupun manca yang paling tidak, tiap tahun jumlahnya bertambah, berarti paling tidak setiap minggu-nya atau saat liburan pasti ada saja yang berkunjung di Wonosobo. Objek wisata dan produk khas juga sudah semakin banyak yang dikenal dan dicari masyarakat luas. Kenapa kita tidak membuat event  “Wonosobo Center” ? Yang mungkin bisa diadakan secara sederhana secara periodik, dalam 1 bulan sekali atau malah 1 minggu sekali. Dengan memanfaatkan ruang publik di jantung kota Wonosobo. Misal jika setiap hari Minggu diadakan “Sunday Morning” atau Pasar tiban di Alun-alun, tidak akan sulit untuk “memindahkan keramaian”, karena Agenda “Wonosobo Center” ini bisa diadakan di gedung atau area di dekatnya, misal Gedung Wanita yang berseberangan dengan Alun-Alun. Nhah, kita konsep sederhana sedemikian rupa sehingga bisa menampilkan banyak produk UMKM Wonosobo, menampilkan banyak informasi objek wisata Wonosobo, istilahnya seperti Wonosobo Fair namun lebih sederhana. Karena jika sebenarnya ada sistem yang terpusat seperti ini akan memudahkan juga untuk para wisatawan memperoleh informasi dan produk khas Wonosobo. Tidak luput juga bisa menjadikan event ini sebagai ajang promosi dan persaingan secara sehat agar para penggiat ekonomi dan produk ataupun wisata bisa lebih kreatif.

weningts - wonosobo statistik

Kenapa saya menyebutkan potensi unggulan Wonosobo berupa Sandang, Pangan, Papan? Karena kita semua tahu, kebutuhan primer setiap manusia adalah 3 aspek penting itu dan Wonosobo sudah mempunyai semuanya, hanya perlu lebih ekstra mengembangkan sumberdaya manusia dan sumber daya alam yang sudah dimiliki. Sandang dengan berbagai macam corak batik khas Wonosobo, ada Talun Ombo dan Kembang Keli. Pangan dengan berbagai macam inovasi dan kreasi dari para produsen, seperti olahan Carica, Kripik Jamur, Opak, Mi Ongklok, Tempe Kemul, dan lainnya. Dan untuk Papan sendiri adalah bermacam tempat atau objek wisata, seperti Sikunir, Kalianget, Telaga Menjer, Dieng, hingga kunjungan ke desa wisata Giyanti dan lainnya. Hasil akhirnya adalah untuk : meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia pada umumnya, dan masyarakat Wonosobo pada khususnya. Dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.

Oiya, sedikit mengingatkan, bahwa tanggal 24 Juli 2014 nanti Wonosobo akan berulang tahun yang ke- 189. Pastinyaa.. akan banyak sederetan acara yang menarik seperti Kirab Budaya, Festival Balon dan acara lain yang tidak kalah seru. Ayo dolan Wonosobo!

 

Sumber referensi :

1. Jateng.bps.go.id

2. Wonosobokab.go.id

3. ewonosobo.com

 

Artikel ini diikutsertakan dalam :

Kontes Blog #3TahunWB – Warung Blogger Peduli Potensi Daerah

Advertisements

2 thoughts on “Tiga Potensi Unggulan Wonosobo : Sandang, Pangan, Papan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s