jurnal, kuliner, memory, referensi, wonosobo

Kisah Dibalik Roti Sobek

Calon ibu mertua sahabat saya sangat menggemari roti sobek, sehingga sahabat saya ini ketika berkunjung ke rumah calonnya membawakan roti sobek. Almarhum kakek saya dan nenek saya juga sangat menyukai roti sobek. Seingat saya, sewaktu kecil, pasti selalu ada roti sobek yang sudah dipotong-potong dimasukkan ke dalam toples Sugus bertutup merah (kelihatan jadulnya ya..) Yang saya ingat lagi, roti sobeknya bukan sembarang beli di toko roti. Melainkan harus beli di Toko Roti ABC (Jalan Angkatan 45) sebelum Toko Buku Siswa. Ya. Disana biasanya setiap 3 atau 4 hari sekali Almarhum Mbah Kakung mengajak saya membeli roti sobek, ketika saya bertanya “Kok tumbas roti sobek terus sih Mbah Kung?”, Mbah Kakung menjawab, “Mbah Utimu seneng, Nduk”. Meskipun akhirnya roti sobek itu nanti untuk barengan,hehe..

Nama sebenarnya dari Toko Roti ABC saya kurang tahu, soalnya terkenalnya dengan nama itu, meskipun sekarang sudah ganti nama menjadi Nira, tapi orang-orang tetap saja memanggilnya dengan Toko Roti ABC. Toko ini (katanya) adalah peninggalan jaman Belanda, dan resepnya pun resep asli Belanda. Tidak heran juga jika roti ini memang rasanya enak dan “beda” dengan roti kebanyakan. Toko yang beralamatkan di Jl. Angkatan 45 no. 33 Wonosobo ini, memang menyediakan roti yang “fresh from the oven”. Selain teksturnya yang lembut, roti sobek ini juga kaya akan coklat yang tidak bikin eneg. Jadi dulu waktu saya dan Mbah Kakung beli, rotinya masih hangat, masih ada di cetakan loyangnya dan langsung diplastik untuk dibawa pulang. Ketika memasuki toko kecil ini, hidung akan dimanja dengan aroma tepung terigu yang sudah bercampur mentega, coklat, susu, butter, margarin… hmmm…

 

Toko Roti Nira ABC Wonosobo
Tampak depan toko Roti Nira / Toko Roti ABC Wonosobo
Toko Roti Nira ABC Wonosobo
Tampak depan Toko Roti Nira/ Toko Roti ABC Wonosobo
Toko Roti Nira ABC Wonosobo
Tampak dalam Toko Roti Nira ABC Wonosobo, rak dengan berjajar kaleng/toples roti kering
Toko Roti Nira ABC Wonosobo
Tampak dalam Toko Roti Nira ABC Wonosobo. Etalase bagian kiri dengan jajan pasar dan tradisional
Toko Roti Nira ABC Wonosobo
Etalase berisi roti sobek yang fresh the oven.. Hmmm…
Toko Roti Nira ABC Wonosobo
Harga Roti di Toko Roti Nira ABC Wonosobo
rotisobeksaatdidinginka
Roti sobek saat keluar dari panggangan… Hmmm baunyaaa. Gambar dari sini
Toko Roti Nira ABC Wonosobo
Roti Sobek Isi Coklat
Toko Roti Nira ABC Wonosobo
Cokelat yang manisnya pas, dan rotinya lembut. Perpaduan yang pas.

Jika mendengar roti sobek, ingatan saya langsung tertuju pada hangatnya rumah Mbah Kakung dan Mbah Putri. Jadi ada kejadian yang tidak terlupakan. Rumah Simbah memang paling pojok dan di depan jalan raya, sehingga saya jadi tidak banyak teman. Kadang, teman-teman yang rumahnya di belakang rumah (agak jauh karena terhalang sungai) dijemput Mbah Kakung  untuk main di rumah dengan diiming-imingi roti sobek, hehe. Lalu, suatu ketika pula, hujan deras berhari-hari ketika saya sedang libur sekolah. Mbah Putri menemani saya bermain bekel. Tepatnya di lantai depan kamar saya. Kami bergantian memainkannya, dan ketika giliran saya yang bermain, tangan Mbah Putri asyik membulat-bulatkan roti sobek dengan bentuk bulat sempurna. Bisa dibayangkan, potongan roti sobek coklat yang kotak besar, dibentuk menjadi bulat-bulat kecil seukuran “bite size” dengan selalu ada isian coklat di dalamnya. Seperti membuat onde-onde namun dari roti sobek. Di sela-sela saya bermain, tangan saya juga tak kalah terampil selalu mengambil dan melahap habis “roti sobek onde-onde” itu, hehe..

Tapi, semenjak Mbah Kakung meninggal dan Mbah Putri tidak bisa meninggalkan kamar dikarenakan katarak dan kakinya yang sakit, saya belum pernah menginjakkan kaki di Toko Roti ABC itu untuk membeli roti sobeknya. Namun, pasti InsyaAllah saya sempatkan membelikannya untuk Mbah Putri.

Advertisements

34 thoughts on “Kisah Dibalik Roti Sobek”

  1. baca ini malem2 bikin laper mak, enak kali ya makan roti sobek malem2 gini… hehe First BW ni mbak.. salam kenal ya… 🙂

    1. Salam kenal Mak Mirna 🙂 Makasih udah berkunjung..
      Iyaaa, roti sobek emang enak dinikmati di saat apapun, apalagi kalo masih anget hehe

      1. wah aku malah belum pernah tuh makan roti sobek pas masih anget, oke2 kapan patut dicoba 🙂

  2. ngiler liatnya…apalagi sambil ngeteh ya…mertua saya malah suka bikin roti sendiri..tp ga spt roti sobek yg coklat…roti panggang biasa n manisnya dikit krn sengaja dibuat teman ngeteh

  3. roti sobek jaman dulu beda ya dg roti sobek jaman sekarang. Duu juga favorit eyangku ya roti sobek, jadi kalau kita datang ke eyang pastia da roti sobek, jadi sy juga penggemar roti sobek. Hanya sekarang dikemas berbeda .

    1. Iya Mak Tira, dulu seingat saya masih polosan, sekarang udah banyak inovasi isian, bentuk sampai kemasannya ya.. Tapi rasanya masih nempel di hati 🙂

  4. Ya, saya ingat. Dulu eyang saya pas beliau masih ada, juga kalau beli roti ya pasti roti sobek. Padahal ya ada roti-roti lain ya macamnya roti tawar atau roti coklat tapi ya pasti yang dicari roti sobek. Hampir semua toko-toko roti di kota Jogja menyediakan roti sobek.

  5. Banyak kenangan dari suatu benda,tempat atau kejadian ya Jeng.
    Jika saya kangen sama kampus saya di Fort Huachuca saya biasanya jala-jalan ke mall yang ada breadtalk nya. Baunya mengingatkan commissary yang ada di kampusku tahun 1983.

    Salam hangat dari Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s