Galau? Gak Lah Yaauuww..

Apa sih sebenarnya galau atau kegalauan itu? Sekarang sedang ngetrend dan menjamur, anak-anak muda atau remaja yang dikit-dikit bilang : “Aku lagi galau nih”. Padahal, hal yang dialami belum tentu masuk kategori dari arti kata yang kurang lebih mirip dengan bingung, gundah gulana dan gelisah. Namanya juga anak muda, hehe..

Saya juga masih (agak) muda lho.. *dikeplak. Umur saya sekarang masih 24 tahun. Saya pernah mengalami galau tingkat tinggi akibat saya harus meninggalkan pekerjaan saya di suatu Bank BUMN yang cukup bonafit. Sebenarnya, hal pertama yang saya pikirkan kenapa saya harus resign, ketika saya masih bekerja disana adalah bagaimana cara membagi waktu dengan keluarga saya nantinya, kebetulan saat itu saya akan menikah. Tentunya, saya  memilih untuk lebih memprioritaskan keluarga. Dan lagi, situasi di kantor yang saya tempati tidak kondusif dan saya mulai tidak nyaman. Banyak faktor juga yang akhirnya memutuskan saya untuk keluar dari pekerjaan ini.

Galau pertama. Ketika sudah mendekati hari-hari menuju resign, saya disodori dengan banyaknya tawaran kenaikan jabatan dan promosi, bahkan kenaikan gaji. Mungkin ada rasa sedikit tergiur, dan sedikit terbujuk untuk berpikir ulang. Namun kembali saya membulatkan tekat saya bahwa Insya Allah rejeki saya tidak akan pernah tertukar dengan siapapun. Amin.

Galau kedua. Setelah saya benar-benar resign, saya merasa seperti anak panah yang hilang dari busurnya melesat entah kemana. Saya merasa tidak ada kegiatan yang bisa saya lakukan. Setelah melakukan kegiatan rumah, kadang saya menjadi seperti orang bingung yang seperti merasa marah-marah sendiri, ngambek sendiri, hingga sedih yang tidak jelas juntrungannya. Apalagi banyak yang melihat dengan sebelah mata dan mengejek saya, kenapa saya begitu bodohnya keluar dari pekerjaan saya. Sungguh, saya saat itu merasa sangat galau.

Saya jadi lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, sholat istikharah, dan doa untuk mengusir kegalauan saya.  Alhamdulillah hal ini tidak lama. Suami saya mengarahkan saya untuk kembali meluruskan niat saya kenapa saya memilih resign. Dan dengan sabar, beliau berkata : “Sayang, tunjukkan kepada mereka bahwa kamu bisa berprestasi. Kalau kamu suka hal sosial dan suka menulis, kenapa tidak coba dengan hal itu?” .Kata-kata beliau sungguh membuat saya termotivasi. Saya yakin Allah SWT sedang memberikan pertolongan untuk saya, melalui suami saya! Saya jadi bersemangat dan mematahkan mitos bahwa galau itu menjadikan kita nglokro, tidak bersemangat dan gagal. Saya harus tunjukkan bahwa galau saya ini galau yang bisa menumbuhkan prestasi!

Tidak lama kemudian, saya mulai merintis sebuah komunitas perempuan yang suka menulis di kota saya. Awalnya memang banyak yang pesimis, namun saya merasa yakin dan optimis. Ternyata banyak juga yang sudah mengharapkan ada sebuah komunitas menulis seperti ini. Berbagai kegiatan sudah kami lakukan, seperti membuat event talkshow dan pelatihan menulis, lomba cerita pendek bertemakan Kartini, menjadi brand ambassador produk suatu butik, melakukan bakti sosial di desa-desa tertinggal, menyalurkan buku-buku ke perpustakaan yang membutuhkan, dan puncaknya komunitas kami menjadi partner tetap Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam hal penyelenggaraan Lomba Blog. Waaah, sungguh tidak terbayangkan berbagai prestasi dan pencapaiannya. Apalagi, kami juga sudah mulai dilirik oleh tabloid lokal dan majalah online, sehingga membuat saya sendiri khususnya merasa bangga dan lenyaplah kegalauan saya selama ini.

Saya jadi semakin percaya bahwa semua galau akan bisa kita wujudkan menjadi prestasi asal niat kita baik, mau berusaha, berani melangkah, dan tentunya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Yuk bareng-bareng teriak yang kenceng :Galau? Gak Lah Yaauuww..”

 

 

Artikel ini diikutsertakan dalam Giveaway “Ya Rabb, Aku Galau”

ya rabb aku galau rev22-1-1

Advertisements

10 thoughts on “Galau? Gak Lah Yaauuww..

  1. Galau adlah cara pandang kita terhadp masalah Чăπğ sedang kita hadpi.menjadi apa Чăπğ kita inginkan btuh pengorbanan mari para kawula muda maju demi msa depan Чăπğ lebih gemilang.rumusnya masalah membuat kita mnjadi dewasa masalah mmbuat kita mnjadi kreativ maka berdamailah dengan maslah.maju trus sobat dari harapan anak wonosobo

    • Hihihi, Amiin!
      Yang jelas selain hadiah, lebih kepada “tersedianya bahan buat nge-blog” hihihi, trus jadi gak males nulis, juga jadi silaturahmi ke blog lain (alternatif BW) *halaah..
      Salam hangat dari kota dingin Wonosobo 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s