Cara Mendapatkan Nilai A untuk Mapel di Sekolah (?)

Gak tahu kenapa saya pingin nulis tentang ini, mungkin udah klise banget ya.. Tapi, rasanya ngganjel aja deh kalo gak diceritakan, Aihhh… kok muter-muter aja..

Jadi gini, dalam 2 minggu ini  saya menghadapi 2 kasus tentang bagaimana anak-anak di sekolah merasa sedikit “terbebani” gara-gara ingin mendapatkan nilai A untuk mata pelajaran. 

Ada gerombolan anak SMP yang mendapatkan tugas kliping mapel PPKN tentang pakaian adat, baju adat dan adat-adat lain. Setelah bolak-balik ke warnet, akhirnya mereka memutuskan untuk ngeprint. Ada 2 file yang disodorkan ke saya. Yang satu 18 halaman, dan satunya 42 halaman. Tadinya saya kasih saran, kalau mau hemat ya yang 18 lembar saja, paling gak kan sudah mencakup materinya. Trus terjadilah aksi tanya jawab sambil grundelan dan grenengan. “Deke hapan sing endi?” (Kamu mau yang mana?). Tadinya mereka minta dihitungkan untuk total ngeprint yang 18 berapa, yang 42 berapa. Ketika saya menyebutkan angka, mereka grundelan dan grenengan lagi. “Deke hapan sing endi? (Kamu mau yang mana?), duite nyong ra cukup”(uang saya tidak cukup). Lalu, ketika mereka meminta saya untuk mngedit yang 18 halaman, tiba tiba si anak satu, sebut saja Mawar, bilang “Kulo sing 42 mawon Mbak, ben nilaine apik. Bayar mangke bar Maghrib mboten nopo-nopo nggih” (Saya yang 42 halaman saja Mbak, biar nilai saya bagus. Bayar nanti setelah Maghrib, gak papa ya..). Lalu 2 temannya, sebut saja Melati dan Anggrek juga tampak seperti terpaksa mengiyakan. Mereka juga ingin nilai bagus. Lalu saya tanyai,”Kan materinya hampir sama, yang penting kalian kan tahu pelajarannya, paling gak tahu materinya? Emang gurunya mengharuskan yang banyak ?” Lalu Anggrek menjawab, “Nggih Mbak, kedah sing komplit lan kandel, ture gurune ben bijine apik”. (Iya Mbak, harus yang komplit dan tebal, kata gurunya biar dapat nilai bagus). Woaaaa… mantap kali. Kliping paling tebal dapat nilai paling bagus?

Lalu seminggu yang lalu ada 4 anak sekolah menengah kejuruan memasang gambar di media sosial dan mengirimi saya pesan untuk membeli sebuah produk teh herbal. Lucunya, yang ditugaskan oleh guru Kewirausahaan untuk menjual adalah bukan anak Jurusan Bisnis Manajemen. Mungkin maksudnya mau semua murid di SMK pintar berwirausaha, bermarketing dan lain sebagainya, tapi… memberikan nilai pada produk yang terjual paling cepat bukan hal yang bijak menurut saya. Mereka diberikan 8 buah produk teh herbal tersebut, dengan harga jual belasan ribu rupiah. Lalu, anehnya disini, dengan jangka waktu 1 minggu, ketika ke-8 produk itu sudah laku, maka mereka akan dapat nilai A. Namun jika dalam kurun waktu 2 minggu baru terjual, mereka akan dapat nilai B, begitu seterusnya sampai nilai yang gak tau sampai Z mungkin, hehe. Saya memang tidak tahu menahu soal darimana teh herbal itu, yang tertulis disana yang jelas itu bukan buatan SMK tersebut, tapi menurut saya ini kurang adil.

Untuk anak yang memiliki ekonomi menengah ke atas, tentu ngeprint berpuluh-puluh lembar atau sekedar membeli produk teh herbal dengan uang sendiri tidak masalah. Namun, untuk yang lain yang dengan keterbatasan? Tentunya mereka akan sangat berusaha keras untuk mengeprint lebih banyak semampu dia dan juga melakukan proses marketing kemanapun untuk menjual teh demi nilai.

Waah, kok semacam ‘menjual’ nilai ya…

Note to self  😥

Advertisements

2 thoughts on “Cara Mendapatkan Nilai A untuk Mapel di Sekolah (?)

  1. Nah itu, yang terjadi seperti itu karena kita sendiri tidak dibiasakan menilai sesuatu secara kualitatif. Kita lebih condong memandang pada kuantitas. Misalnya suatu hal X kita nilai baik bila banyak orang yang menilai X itu baik. Seperti itu kan? Alhasil penilaian semacam ini ya mengakar di tingkat pendidikan dasar kita di sekolah-sekolah.

    • Iya, sedih je Mas.. soalnya banyak anak-anak yang “curhat” sedikit tidak adil. Saya juga kalau misal di situasi mereka mungkin akan berpikiran seperti itu. Ke-mainstream-an orang masih sangat berpengaruh, mayoritas lebih dinilai “baik” daripada minoritas, padahal belum tentu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s