Museum Collection Make Connection, Sebuah Jembatan Semua Karya dan Masa

Video dari sini

Ada yang masih ingat pelajaran sejarah tentang manusia jaman purba? Pasti pikiran kita langsung tertuju pada museum. Nhah, salah satu  museum yang ada di Indonesia adalah Museum Nasional yang juga menjadi aset terbesar dari negara Indonesia. Sejak awal berdiri, Museum Nasional selalu teguh dengan motto ” Untuk Kepentingan Masyarakat Umum” yang berarti setiap kegiatan atau program yang ada di dalamnya selalu mengedepankan kepentingan masyarakat umum dan tentunya harus selalu ‘mesra’ dengan masyarakat.

1535487_404868716314584_1765351412_n

Museum Nasional Republik Indonesia atau Museum Gajah. Museum ini merupakan museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara. Terletak di Jalan Medan Merdeka Barat 12. Foto berasal dari Fan page Museum Nasional Indonesia

Oiya, Museum Nasional kita ini juga menjadi salah satu dari anggota International Council of Museums (ICOM), yang kebetulan pada tanggal 18 Mei ini adalah “International Museum Day” atau Hari Museum Internasional. Jika pada tahun lalu “International Museum Day” mengusung tema “Museums (Memory + Creativity) = Sosial Change”, untuk tahun 2014 ini bertema “Museum Collections make Connections”, yang akan diadakan bertepatan dengan perayaan hari jadi ke-236 Museum Nasional, dengan tema  “Museum Nasional Dulu, Kini dan Masa yang akan Datang”. “International Museum Day” atau Hari Museum Internasional ini sendiri sebenarnya mempunyai 3 (tiga) tujuan yaitu : sosialisasi, promosi, dan hiburan tentunya untuk masyarakat luas.

Sebenarnya, ketika kita disuguhi kata museum, pasti yang terbayang adalah rasa malas karena sudah membayangkan suasana yang membosankan, patung-patung yang berjejeran, dan suasana sepi yang membuat kita enggan memasukinya. Dari kita kecil, sampai anak-anak kita sekarang juga pasti punya bayangan yang sama tentang sebuah museum. Mungkin memang dulu museum masih berkutat pada seputar “penyimpanan barang”, yang hanya sekedar memenuhi tugas sekolah, tugas penelitian, dan “kegiatan wajib” lainnya, sehingga masyarakat merasa bahwa berkunjung ke museum itu bukan kebutuhan, karena ya memang fasilitas yang tersedia yang sekedar untuk “memamerkan”. Namun, bayangan kita mengenai museum yang tidak menyenangkan pasti akan hilang seketika, saat kita mulai menginjakkan kaki ke dalam Museum Nasional. Museum yang merupakan peninggalan Belanda ini mempunyai koleksi kurang lebih 141.899 benda, yang terdiri atas 7 jenis koleksi yaitu prasejarah, arkeologi, keramik, numismtik-heraldik, sejarah, etnografi dan geografi. Museum ini juga menampilkan berbagai peninggalan dari berbagai masa. Tidak meninggalkan kesan museum pada masa lampau, ruang-ruang yang ada diantaranya Ruang Prasejarah, Ruang Tekstil dan lainnya, namun sekarang sudah ada pembagian ruangan yang tematik. Ada subtema Manusia dan Lingkungan, Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Ekonomi, Organisasi Sosial dan Pola Pemukiman hingga Khasanah dan Keramik. Lalu ada lagi subtema Religi dan Kesenian yang sedang dikembangkan oleh Museum Nasional. Museum tidak seseram yang kita bayangkan, tidak ada lagi yang harus merasa takut dan jenuh dengan berbagai patung tengkorak atau fosil yang dipajang disana, karena semua kebutuhan hiburan baik kesenian dan kegiatan menyenangkan lainnya akan selalu dikemas dalam setiap event yang diadakan Museum Nasional.

339711_10152165315420451_1663649205_o

Wayang Merentang Jaman Exhibtion. Foto dari Fanpage Museum Nasional Indonesia

1379573_10153357547340451_1512549353_n

Ruang Pamer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Lantai 2). Foto dari Fanpage Museum Nasional Indonesia

468751_10152332952565451_549024940_o

Dalam Ceramah Ilmiah “PERSPEKTIF TERHADAP TATA PAMERAN Geduang Arca. Foto dari Fanpage Museum Nasional Indonesia

Kenapa saya tadi menyebut museum adalah jembatan? Ya. Museum menurut perspektif saya adalah sebuah jembatan. Sebuah penghubung diantara masa ke masa, bahkan diantara karya dan karya. Sesuai dengan tema yang diusung di Hari Museum Internasional yaitu “Museum Collection Make Connection”, Museum Nasional merupakan satu-satunya museum yang memberikan “semuanya” untuk menghubungkan semua lapisan masyarakat, menghubungkan semua karya dalam berbagai kemasan. Contohnya, dalam merayakan dua event besar tahun 2014 ini, yaitu “International Museum Day” dan perayaan Hari Jadi Museum Nasional ke 236  ada banyak  acara dan kegiatan yang diadakan Museum Nasional , antara lain : acara pembukaan yang mengangkat budaya seni tari dan seni musik Indonesia, perlombaan menulis essai dan komik, demo membatik, demo membuat wayang, pameran Potret Museum Nasional, nonton film gratis, Children Corner, workshop, demo kreativitas seni, seminar mengenai kerajaan di Indonesia, sampai nanti di puncak acara adalah Gebyar Festival yang menampilkan berbagai macam kesenian. Disini bisa kita lihat bahwa proses “menghubungkan” tidak hanya terjadi pada suatu masa di masa lalu dengan masa sekarang, namun juga berbagai karya kesenian dan masih banyak lagi yang tumpah ruah sebagai perwujudan sebuah motto ” Untuk KepentinganMasyarakat Umum”. Bahkan Museum Nasional juga menyediakan tempat dan wilayahnya secara penuh untuk bisa dijadikan sebagai sarana publik bagi semua lapisan masyarakat, seperti untuk kegiatan pemerintahan , contohnya Tes CPNS Kementerian Pendidikan & Kebudayaan, kegiatan pelajar contohnya Fun Bike Tour The National Museum Pramuka SMAN 7 Jakarta, hingga kegiatan workshop contohnya Pameran dan Workshop Responsible Consumer.

169673_10151899698630451_1721620574_o

Mari mewarnai batik. Semua umur, semua kalangan. Foto dari Fanpage Museum Nasional Indonesia

10256307_10154187751340451_7786601829496037133_n

Pentas mini Teater Koma “Bhairawa Sang Pengasah Parang” .Foto dari Fanpage Museum Nasional Indonesia

1975146_10153908514865451_1959932491_n

Pameran dan Workshop Responsible Consumer. Foto dari Fanpage Museum Nasional Indonesia

976097_10152872816500451_474091899_o (1)

Antusias siswa dalam Lomba Melukis Payung di Museum Nasional. Foto dari FanPage Museum Nasional Indonesia

 

Dan untuk waktu kunjungan, khusus di hari Senin dan hari besar Nasional Museum Nasional ini tutup, jam operasional Selasa – Jum’at : 08.00 – 16.00, Sabtu – Minggu : 08.00 – 17.00. Untuk tiketnya, dari harga Rp 1.000 – Rp 2.000 (anak-anak), dan Rp 3.000 – Rp 5.000 (dewasa), khusus pengunjung asing sebesar Rp 10.000,-. Terjangkau bukan?

Jadi masih ragu dengan istilah museum adalah sebuah jembatan? Tentunya tidak. Karena diharapkan ketika kita berkunjung ke museum khususnya Museum Nasional, kita tidak hanya akan tersadar bahwa di belakang kita ada banyak sekali serentetan karya dalam kekayaan sejarah yang membuat kita bisa seperti sekarang ini, namun juga lebih kepada bagaimana kita “membutuhkan” museum sebagai ruang publik yang menyenangkan, yang tersedia berbagai macam fasilitas yang nyaman dan membuat betah, menghubungkan banyak karya seni, menghubungkan kekayaan negeri, dan akhirnya kita bangga bahwa bilang : “Yuk hangout ke Museum Nasional!”

 

“Terwujudnya Museum Nasional sebagai pusat informasi budaya dan pariwisata yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan peradaban dan kebanggaan terhadap kebudayaan national, serta memperkokoh persatuan dan persahabatan antar bangsa”.

(Visi Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan )

Sumber Referensi:

1. http://www.museumnasional.or.id/

2. http://236museumnasionalindonesia.com/

3. http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2578

4. http://www.geminimitra.com/index.php option=com_content&view=article&id=86:museumnasional&catid=1:latest-news&Itemid=50

5.http://www.merdeka.com/artis/seru-museum-nasional-putar-film-gratis.html

Sumber Video:

http://www.youtube. com/watch?v=RL7Y52GdE0o

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s