jurnal, mbakyublogger

Latah : Selamat Hari Pendidikan Nasional

Oke.

Yang ini saya beneran latah. Ikut-ikut ngasih selamat hari pendidikan nasional.

Mungkin kalau dihitung-hitung, sudah hampir 20 kali saya mengikuti upacara di tanggal 2 Mei ini. Mungkin kita terlalu hapal dengan semboyan Ki Hajar Dewantara yang cetar membahana itu. Tapi, pikir lagi, sudah pantaskah pendidikan kita diselamati? Atau diselamatkan?

Hei, bukannya saya pesimis atau memandang sebelah mata. Secara keseluruhan, saya ataupun banyak orang masih berpikir bahwa pendidikan di Indonesia memang masih kalah dengan negara berkembang lainnya. Coba deh tengok, sebelum Hari Pendidikan Nasional ini, media kita memberitakan apa sih? Kasus pencabulan anak di bawah umur di suatu lembaga sekolah yang (bahkan) internasional, lalu ada jembatan roboh di suatu desa yang membuat anak-anak yang mau berangkat sekolah harus menyeberangi sungai (yang bahkan arusnya sangat deras, dengan taruhan nyawa), lalu ada peredaran narkoba di pesantren, bahkan masalah Ujian Nasional yang tidak tahu dimana ujung pangkalnya. Mediakah yang salah? Pendidikan di Indonesiakah yang salah? Atau malah kita-kita yang salah?

Pendidikan yang sebenarnya adalah bermula dari lingkungan keluarga. Orangtua. Ya. Orangtua adalah guru pertama bagi setiap anak. Coba baca ini, dijelaskan bahwa sebenarnya pendidikan itu malah dimulai sebelum bayi lahir ke dunia, ketika berada di kandungan ibu. Dan ketika lahir, dimulailah peran sang orang tua sebagai pendidik, bukan hanya mencerdaskan intelektual, tapi yang utama adalah kecerdasan spiritual, emosional, & moral akhlak. Setelah itu, anak baru diperkenalkan dengan pendidikan dalam lingkungan sekolah dan lingkungan luas yang akan lebih kompleks lagi. Masalah dan isu yang timbul mau tidak mau akan berpengaruh pula pada individu masing-masing.

Saya tidak akan mengkritisi sistem pendidikan di Indonesia. Saya hanya mencoba mengingatkan diri saya sendiri bahwa pendidikan itu luas artinya. Tidak hanya pada di dalam sebuah ruang berukuran 6×6 saja. Tidak hanya terikat pada seragam yang sama. Tidak hanya pada dibatasi pagar dan gerbang yang menjulang tinggi. Tidak hanya dengan sejumlah uang yang dibayarkan setiap bulan atau setiap semester. Tidak hanya pada tugas-tugas yang menumpuk, ujian-ujian semester. Tidak hanya pada gaji dan sertifikasi guru . Tidak hanya pada peraturan yang mengikat. Tidak hanya pada upah honorer. Tidak hanya itu. Tidak hanya pada itu saja.

Pendidikan adalah akar dari segala bangsa. Jika ingin bangsa kita maju, otomatis kita juga harus meningkatkan sistem pendidikan kita. Pemerintah tidak akan pernah sanggup sendirian. Apalagi kita. Padahal dari hal yang besar selalu dimulai dengan hal kecil, kan.

Berbagi.

Berbagi? Ya. Berbagi. Semua orang pada dasarnya mempunyai sifat individual dan sosial. Kenapa untuk hal yang satu ini (red:pendidikan) tidak kita tajamkan sifat sosial kita? Kita tajamkan kelima indera kita (bahkan ke-enamnya), untuk berbagi kepada sesama. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membantu Indonesia maju. Hal sekecil apapun pasti akan dapat merubah sesuatu. Misalnya, selain ikut jalur pemerintah, yang non pemerintah juga seabreg. Banyak kok komunitas yang bergerak di jalur sosial yang programnya “mencerdaskan kehidupan bangsa”, seperti menyumbang buku, pengadaan taman baca, bahkan sekolah untuk pengemis dan pemulung. Banyak jalan menuju Roma. Banyak cara untuk berbagi demi terlaksananya pendidikan yang lebih baik.

Hari Pendidikan Nasional.

Bukan hanya sekedar ‘menyelamati’, namun lebih kepada berusaha ‘menyelamatkan’.

 

kihajar

 

 

Nb.

Terimakasih untuk kedua orang tua saya, suami saya, kakek nenek saya, adik adik saya, sahabat-sahabat saya, guru saya, dan semua orang yang sudah ‘mendidik’ dan ‘mengajari’ saya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s