jurnal, tips & trik

Jangan (Terlalu) Kecewa

Kapan dulu itu saya pernah mencoba mengikuti lomba menulis cerpen. Karena deadline-nya masih lama, jadi bisa untuk self-editing berkali-kali dan saya kira cerpen saya sudah lumayan laah… Berasanya udah pede banget kalau bisa mengalahkan saingan-saingan lain. Namun, saat pengumuman, saya nangis bombay karena cerpen saya tidak masuk! Kecewa.

Trus ada lagi, saya ikutan lomba artikel (Giveaway blogger). Perasaan artikel saya udah komplit kok, udah disertai gambar menarik juga. Tapi, setelah beberapa hari kemudian ada pengumuman dan nama saya tidak terpampang disana yang ada cuma nyeseg. Ya. Kecewa.

Ehhm, trus ngirim flashstory juga. Udah pake ngebut, bertapa, meditasi. Ehhh, akhirnya gagal juga. Kecewa.

Ada juga yang saya ngirim ke penerbit, kumpulan cerita pendek, yang nantinya akan diterbitkan, meleset lagi. Kecewa.

Dan ada puluhan lebih pengalaman ‘menulis’ maupun lebih spesifiknya ya ‘lomba menulis’ yang ternyata tidak sesuai harapan. Sudah terlalu tinggi ekspektasi yang pada realitanya tidak sesuai, membuat kita semakin kecewa.

Rasa kecewa pasti akan selalu ada. Tapi…Β TIDAK BOLEH dipelihara, nanti semakin menjadi-jadi. Kita harus percaya bahwa kesempatan akan selalu muncul di hadapan kita. Ada baiknya kok kalau kita saat mengikuti lomba menulis itu tujuannya gak cuma mengikuti lomba. Karena, seharusnya, mengikuti lomba atau tidak kan kita harus selalu meningkatkan kualitas tulisan kita, jadi semangat menulis tetap terpelihara. Dan jika, suatu ketika kita belum terpilih menjadi juara, bisa jadi karena tulisan kita yang memang belum layak dan menjadi cambuk penyemangat bagi kita untuk lebih rajin belajar lagi. Kalau nanya ke ahlinya atau ketik di Google juga banyak kok tips triknyaΒ πŸ™‚

Eh, tapi yaaa… kekecewaaan yang muncul karena gagal setelah mencoba itu, lebih ringan daripada rasa kecewa yang muncul karena tidak pernah mencoba sama sekali lhoh. Jadi semacam sudah tidak ada rasa penasaran karena sudah mencoba, hehe. Menurut saya sih. Kalau menurut Anda?

Advertisements

2 thoughts on “Jangan (Terlalu) Kecewa”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s