Teman Tapi Tidak Mesra (Ooo, cuman teman Facebook kok)

Teman tapi tidak mesra? Judul lagu baru? Bukan. Bukan lagu saingan Teman tapi Mesra-nya Ratu lhoh. Ini sekedar ungkapan saja. Ada Teman Tapi Mesra, tapi boleh dong ada Teman Tapi Tidak mesra, *ngeles, hehe

Artikel ini dipersembahkan oleh banyak teman-teman saya yang cerita tentang ‘pertemanan’ yang mereka alami. Ada teman saya yang merasa lingkungan di kantornya tidak kondusif dikarenakan adanya banyak oknum ‘tong kosong nyaring bunyinya’, ada juga teman saya yang merasa lingkungannya bekerja itu tidak ada ‘suasana hangat’. Lalu ada lagi yang merasa bahwa dalam pertemanannya hanya ‘dimanfaatkan’, dan banyak cerita-cerita lainnya.

Lalu kasus yang sedang lumayan populer. Ada yang punya teman di Facebook atau Twitter atau media sosial lainnya tapi tidak ‘mengenal’? Jawabnya pasti : Ada. Banyak. Sebenarnya, tujuan media sosial dibuat kan untuk ‘mendekatkan’ yang jauh, bukan ‘menjauhkan’ yang dekat. Ada anak SMP yang marahan dengan teman sekelasnya gara-gara di-unfollow di Twitter. Lalu ada yang bertengkar gara-gara permintaan pertemanannya tidak di-Accept. Atau jangan-jangan orang dewasa pun seperti itu ya?

Baru tiga hari ini saya ‘berteman di Facebook’ dengan dua orang wanita hebat . Padahal sudah bertahun-tahun kami saling mengenal, namun mungkin memang ‘tidak mesra’ di Facebook. Ini pun karena kami sedang mengurus suatu proyek yang membuat kami lebih mudah melakukan komunikasi dengan salah satu media sosial ini karena kesibukan masing-masing. Dan kamipun tidak mempermasalahkan ‘tidak mesra-nya’ kami di dunia maya. Yang penting, kan kami ‘mesra’ di dunia nyata, hehe.

Mungkin setiap orang punya pandangan lain, namun ada baiknya kan fungsi media sosial memang dimaksimalkan untuk ‘mengenal’ dan membuat ‘mesra’ hubungan pertemanan. Tetap selektif, tetap jaga pertemanan yang sehat. Upps jangan salah persepsi mengenai kata ‘mesra’ disini ya.. Namun paling tidak masih ‘mending’ kan jika kita ‘mengenal’ teman kita, jangan hanya sekedar cap atau label ‘Ooo, cuman teman Facebook kok…’

Terlepas dari semua itu, menurut saya pertemanan itu simpel. Dimana ketika ketemu atau  ngobrol bisa seperti “tumbu ketemu tutup”, tidak bisa dijeda jarak, tidak bisa dijeda waktu. Dan yang lebih penting, pertemanan itu : nyata.  Terasa disini *nunjuk hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s