jurnal

Penggelapan : Pasal 372 KUH Pidana (KRONOLOGI)

Karena banyak pihak yang ingin membantu dan membutuhkan informasi lengkapnya, berikut kronologi ceritanya :

 

Akhir Desember 2013

Singgih datang ke Warnet sekitar 2 kali. Dari obrolan ringan mengaku orang Jawa Timur dan mengaku ada kerjaan di Wonosobo. Kemudian menghilang.

 

Pertengahan Maret 2014

Muncul kembali sekitar pertengahan bulan Maret 2014 dan mulai mengaku menetap. Berusaha dibuktikan dengan ngekos di tetangga kami dan mulai buka usaha servis elektronik disana. Terlihat sangat rapi dan terlihat membuktikan kalau dia sedang merintis usaha. Mulai aktif setiap malam datang ke warnet.

 

1958525_709490109114038_136440454_n
servis elektronik Singgih

29 Maret 2014

Singgih datang ke Warnet kami seperti biasa, kebetulan bertemu Ayah dan membahas masalah servis elektronika. Dia mengaku bisa membantu Ayah membetulkan accu dan aliran listrik di mobil Ayah.

 

30 Maret 2014

Terlihat Singgih mulai pagi mengerjakan mobil Ayah, dari pagi sampai sore di halaman rumah. Malamnya masih main juga ke warnet.

 

31 Maret 2014

Paginya masih mengerjakan mobil, dan dikabarkan sudah selesai. Dan saya ingat mulai malam itu saya masuk angin, lemes banget. Malamnya dia juga masih main di warnet. Kebetulan juga ada Ayah datang membayar upah mengerjakan mobil dan ngobrol dengan dia dan suami saya.

 

01 April 2014

Singgih tidak terlihat sama sekali. Saya tepar di kamar,tambah masuk angin. Suami sibuk mengurus saya, rumah dan warnet.

(Dari informasi Mas Ari, pemilik kos dan partner usaha elektroniknya, malamnya Singgih pulang ke rumah kos jam 1 malam)

 

02 April 2014 – 08.00

(Dari informasi kakak Mas Ari, Singgih terlihat mengemasi barang-barang elektronik yang diservis dalam sebuah tas. Terlihat sangat buru-buru)

02 April 2014 – 10.00

Singgih datang kerumah kami, kebetulan saya sedang pijetan dan suami sedang cuci piring (pokoknya sibuk sendiri-sendiri) meminta uang sekitar Rp 150.000 dengan menunjukkan SMS yang katanya dari Ayah untuk sementara meminjam uang kepada saya untuk membetulkan riting mobil. Kebetulan suami saya tidak pegang uang dan nanti akan diambilkan di ATM dan akan menyerahkan uangnya di rumah Ayah. Tapi, Singgih terlihat sangat terburu-buru.

 

02 April 2014 – 11.00

(Dari informasi adik saya dan temannya) Singgih meminta kunci mobil kepada adik saya dan temannya, beralasan akan mereparasi accu dan disuruh Ayah.

 

02 April 2014 –  12.00

Suami saya membawa uang dan menuju rumah Ayah. Namun Singgih sudah tidak ada, mobilnya juga.

 

02 April 2014 – 17.06

Perut saya tambah mules saat Ayah saya mulai bertanya ‘agresif’ dimana Kenthung (aka Singgih). Saat saya masih agak tidak enak badan *yang kata bu bidan yang kebetulan kakak sepupu saya, saya cuma stress. Mungkin saat itu Ayah sudah punya firasat tidak enak. Karena nomer HP Singgih yang biasa aktif, sudah tidak bisa dihubungi.

 

02 April 2014 – 18.00

Kami mulai mengumpulkan fakta dan dugaan-dugaan bahwa mobilnya memang dibawa lari. Facebook teman-teman yang di daerah kami diblokir olehnya. HP tidak bisa dihubungi. Barang-barang elektronik yang sedang diservis (Laptop, beberapa HP, TV) sudah raib.

Ternyata Singgih adalah residivis pencurian kendaraan bermotor di Bali. Ada berita di Pengadilan Negeri Bali dan muncul beberapa kali di media cetak Bali.

berikut link-nya : PN Bali  , Denpost , Fajar Bali

Kami mengumpulkan gambar, menyebar berita melalui online dan media sosial.

Pengumuman yang kami sebar online disini.

Ayah menghubungi  beberapa pihak berwajib : polisi Selomerto , polisi yang tinggal di dekat rumah, polisi Banjarnegara  dan pihak lain berembug di rumah membahas langkah selanjutnya, sambil mengumpulkan data untuk dibuat laporan di kepolisian.

 

02 April 2014 – 21.00

Ayah, suami, adik saya dan teman adik saya di Polsek Selomerto untuk membuat laporan.

Sementara itu, kami terus melakukan penyebaran informasi melalui online. Dari forum Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Purwokerto, sampai Yogyakarta.

 ***

Semua kejadian pasti ada hikmah dan pelajarannya. Khususnya untuk hal ini, kami memetik banyak sekali pelajaran.

Sampai saat ini, sudah banyak sekali pihak yang membantu untuk menemukan keberadaan Singgih. Dari keluarga, kerabat, teman, dari kalangan pelajar, mahasiswa, guru, wartawan, pihak kepolisian, forum-forum jual beli mobil, masyarakat luas, dan siapapun yang mengetahui informasi ini.

Terima kasih semuanya, semoga kita bisa segera menemukan orang yang menggelapkan barang-barang ini, memutus rantainya sehingga tidak meresahkan masyarakat.

Advertisements

8 thoughts on “Penggelapan : Pasal 372 KUH Pidana (KRONOLOGI)”

  1. Orang jahat sekarang banyak akal dengan modus operandi macam2
    Hati2 ya Jeng, semoga segera diketemukan
    Semoga barang yang hilang diganti dengan yang lebih baik
    Salam hangat dari Surabaya

  2. Wah, sudah ada perkembangan baru? Orang jahat memang banyak muslihatnya. Dulu tetangga ibuku yang punya utang banyak ke orang2 bisa2nya pindah tanpa ketauan, padahal dia buka toko kelontong dirumahnya. Entah kapan beres2nya. Semoga cepet ketemu penjahat itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s