sastra

separuh rembulan di payung cah ayu

cah ayu, begitu aku memanggilnya

mungkin sudah begitu banyak waktu, tak bisa ku menghitungnya
semalam bersamanya, bagaikan sedetik yang berlalu
ah, kamu cah ayu

aku tidak sedang dalam kebingungan
aku hanya merasakan kerinduan
dia yang selalu menanyaiku ‘masak apa?’
sekarang hanya bisaku merabanya lewat kaca

kamu sedang apa?
menatap langitkah?

sebentar lagi rembulan separuh
namun payungmu masih saja mingkup
mauku merengkuh
namun bagimu mungkin takkan cukup

kamu sedang apa?

kalau ada waktu, mampirlah
mataku menahan lelah
sebelum pipiku mulai basah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s