jurnal

Bukan Bibik Biasa

Siang itu, saya mampir ke rumah calon kakak ipar saya (sekarang sudah kakak ipar beneran, hehe), pas masuk rumah, disambut  Budhe dan Haqi, keponakan saya. Orangtua Haqi, dua-duanya belum pulang dari kantor. Mbak Vita, ibunya bekerja sebagai PNS di Kantor Catatan Sipil. Sedangkan ayahnya, Mas Joko bekerja di salah satu perusahaan pembiayaan syariah. Kakaknya, Alif, sedang tidur siang. “Haqi kalau tidur siang suka susah, maunya diajak jalan-jalan”,kata Budhe. Akhirnya, karena kasihan dengan Budhe yang terlihat capek dan kewalahan, saya menawarkan diri untuk mengajaknya  bermain, siapa tahu capek terus bisa tidur, hehe…

Baihaqi Althaf Fatih, Haqi panggilannya. Dengan berat sekitar 11kg, menjadikan dia terlihat lebih besar diantara teman-temannya. Berbeda dengan kakaknya, Kak Alif yang bertubuh kecil, Haqi cenderung lebih berisi. Haqi ini doyan apapun. Nasi tim, dengan sayur apapun pasti habis dilahapnya. Belum lagi tahu goreng dan buah yang harus selalu ada. Dia juga hobi sekali ngemil wafer dan biskuit Marie yang menjadikannya tambah bulat. Tapi paling seneng kalau nyuapin Haqi, apa-apa langsung Haapp, habis tak bersisa.

Haqi juga senang jika mendengarkan cerita. Dia akan duduk manis atau berbaring sambil menyimak apa yang diceritakan. Budhe hobi bercerita tentang misteri, sedangkan kakaknya yang baru TK senang bercerita tentang teman-temannya di sekolah. Selain cerita, Haqi sangat suka bermain dengan keranjang mainan kakaknya, dibongkar, dimasukkan lagi, dipisah-pisah, dan dibongkar lagi. Seperti gak ada capek-capeknya.

Tiba-tiba terdengar suara motor parkir di depan rumah. Suara motor Mbak Vita, ternyata. “Bik…bik…bik…”,suara Haqi merengek. Itulah pertama kali saya mendengar kata pertama yang dia ucapkan, di umurnya yang menginjak 11 bulan. Langsung saya heboh menyerbu Mbak Vita yang sedang di kamar mandi, sambil menggendong Haqi. “Mbaak, Haqi bilang bibikk…!!”,seruku kegirangan. “Kok tahu ya, kalau tante itu bibi!”. Mbak Vita ikut terkejut, mengambil alih Haqi dari gendonganku dan duduk di sofa, memangkunya. “Haqi bilang apaaa?”,tanya Mbak Vita. “Bibiikkk….bik…”,jawabnya. “Ini bibi Wening, Tante Wening!”, sahut Mbak Vita, sambil menunjuk saya.”Bik, bik, biik…”, sahut Haqi, terlihat kesal. “Iya sayang…”, tanya ibunya. “BIBIK…BIK…BIBIK…”, serunya tambah kesal, namun sambil memukul-mukul dada ibunya. “Mimik? Haqi mau mimik susu ibu?”, Mbak Vita masih penasaran.”Bik..bibikkk…”,sahut Haqi mengangguk-angguk sambil terus memukul dada ibunya dan berusaha membuka kancing depannya. “Owalaaaaah, mimik to Dek…”, kami berdua tertawa geli. Saya sudah ge-er duluan, ternyata yang dimaksud bukanlah Bibi, yaitu saya tantenya. Melainkan mimik, atau minum ASI ibunya. Bik Haqii… Bik Haqii….

haqi

Terima kasih untuk Mbak Vita, kakak ipar saya yang membuat saya punya cerita untuk dibagikan disini, *kecuupppp…. based on true story, lho! Tulisan ini saya dedikasikan (ecieee…) untuk program GiveAway Bicaralah Yang Lantang Jangan Hanya Diam -nya Mak Isnuansa Maharani. Ayo pada ikutannn! Oiya, ini pertama kalinya saya ikutan GiveAway!!! *excited

GiveAway-nya Mak Isnuansa Maharani!

Note :

  • Menurut Alzena Masykouri M.Psi., Saat anak mengucap kata pertama bisa menjadi bukti bahwa si kecil sudah berkembang, dan memungkinkan si kecil akan segera berbicara dengan mama papanya.
  • Di tahap echolalia bayi menginjak usia 10 bulan ia mulai meniru suara-suara yang di dengar dari lingkungannya, serta ia juga akan menggunakan ekspresi wajah atau isyarat tangan ketika ingin meminta sesuatu.
Advertisements

8 thoughts on “Bukan Bibik Biasa”

  1. hihihih kesian si bibik kegeeran..tp mmg senang klu dengar kata pertama dari anak kecil..apalagi anak sendiri hehehe…fitry termasuk cepat pandai bicara.usia 1 tahun sudah banyak kosa katanya dan umur 2,5 thn skrg..udah lancar ngomongnya..ceriwiiis dan kadang terkaget2 dengarnya hehehe

    1. hehe, iya.. dulu pas jadi calon bibi sih, jadinya wahhhhh ‘pertanda ini’ hahahaha… tapi seneng juga ya Mak, menganalisa kata-kata pertama si kecil, besok kalo udah punya beneran, banyak nanya Mak Ina pastinya, hehe :*

    1. Iyaaaa, Ge-er banget nih bibiknya… hihi
      Makasih ya Mak Isnuansa, saya dapet pulsanya pas banget pulsa habis 😀
      Ayo adaain lagi, hehe
      Maaf baru bales, yg ini masuk spaam 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s