jurnal, kuliner

Hujan, Roti Bakar dan Suami

Jadi, apa sebenarnya korelasi hujan, roti bakar dan suami?
Kemarin malam saya ngepost gambar roti bakar dengan caption : hujan-hujanan demi ini. makasih suamiii :’)
Dan, sekitar empat sampai lima teman saya nanya dan komentar mengenai “ngidam”.

Pertama. Sebenarnya hal wajar karena kami pasangan baru menikah, sekitar empat bulan. Tapi tidak tahu kenapa, saya sedikit terusik. Kadang, nanya atau menyinggung hal itu hampir sama saja dengan nanya “Kapan kawin?” , “Lulus kapan?”, dan sebagainya. Apapun alasannya, pertanyaan itu seperti pertanyaan prinsip yang tidak harus ditanyakan. Basa basi mungkin (?)

Kedua. Apa salah seorang suami membelikan sebungkus rotibakar, malam-malam, hujan deras untuk seorang istrinya? Hanya karena suami kepingin saja membelikan istrinya sesuatu, kepingin bikin seneng istrinya. Kata orang, suami akan bertambah sayang ketika sang istri sedang hamil/ngidam, misalnya melakukan hal ini. Tapi, suami saya mau hujan-hujanan membelikan roti bakar atau apapun untuk saya. Tanpa saya harus ngidam dulu. Tanpa syarat. Hanya karena dia sangat menyayangi saya. Beruntungnya saya!

Terimakasih untuk suami saya, Erwin Abdillah yang selalu menyayangi saya tanpa syarat 🙂 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s