Ketika Seseorang Bertanya “Apa maumu?”

aku tak bisa berkata apa-apa
ketika seseorang itu bertanya
“apa maumu?”
dan dengan bergumam kubalas bertanya, “apa mauku?”

sebenarnya aku tahu arah pertanyaan itu
berulang-ulang, menggema, menggelayuti kepalaku
entah berapa lama ada
dan mungkin beranakpinak
menjadi momok yang sangat menakutkan
menyayat, mungkin
tapi toh aku masih bisa membuka mata
jadi kenapa tak kuhiraukan saja sakitnya, pikirku

aku enggan menjawab pertanyaan itu
karena seseorang itu pasti tahu jawabannya
dan yang aku tahu, dia selalu ingin aku mengatakannya
lewat bibirku,
bukan dengan membaca gerak mataku
atau dengan merasakan sesuatu di kepalaku

aku tak bisa berkata apa-apa
ketika pertanyaan itu bukan hanya hinggap di kepala
hidungku ini jadi tersumbat,
matakupun mulai berat,
tanganku berkeringat,
dan ketika kutoleh hatiku, ada sesuatu yang berkarat
mungkin karena lama,
waktukah itu ?
ah waktu,
tertunduk lagi padamu..

tapi,
jika dia benar – benar ingin tahu
apa mauku,
tak perlu dia tanyakan padaku
karena mauku adalah kamu,
dan dia tahu itu…

repost – 16 Februari 2010

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s