Menyesal? Tidak sama sekali.

Banyak orang yang nyinyir dengan keputusan yang saya ambil. Entah dinilai tidak bersyukur atau hal-hal nyinyir lainnya. Dan, benar kata suami saya. “Kamu harus siap mendengar dan melihat ataupun merasakan apapun dari luar. Orang lain.”
Ya. Saya siap.
Entah bagaimana saya harus menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul. Kadang, memang nampak mudah sekali, tapi saya hanya tidak ingin orang lain meremehkan semua pekerjaan. Apapun itu.
Apa salahnya saya berusaha mewujudkan keinginan dan cita-cita saya? Paling tidak, sekarang ini. Saya menikmati.
Memang semua serba “sawang sinawang”. Tapi, disana bukan dunia saya. Tidak bermaksud menjelekkan atau lainnya, tapi setelah saya rasakan, saya pikirkan, disana BUKAN saya.
Saya memang senang berkomunikasi dengan banyak orang, membantu banyak orang, dan bukannya sombong, saya orang yang tidak begitu pandai tapi tidak begitu bodoh. Saya suka belajar hal baru. Dan, hal kemarin saya anggap itu sebagai batu loncatan dan pengalaman saya.
Tidak munafik, semua orang butuh materi. Tapi, jika akhirnya harus mengorbankan waktu, dan tenaga yang kadang hampir tidak dilirik seberapa besarnya, dan bertentangan dengan hati? Saya memilih untuk TIDAK. Hidup ini pilihan kan?
Maka, jangan benci saya. Kadang saya hanya agak risih dengan banyak tanggapan orang yang bersliweran. “Eman-eman.., Gak nyesel?”
Tapi, saya belajar sesuatu dari semuanya.
Dengan tersenyum lebar, saya jawab : Menyesal? Tidak sama sekali.

Whatever they said ….*ngiiiiiinnnnnggggggg*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s