Hey, Kamu !

Dan, sampai pada satu kesimpulan : Menjadi lelaki itu susah.
Apalagi lelakiku.

Aku yang menjahit celana sobek saja kesusahan.
Aku yang mengira-ngira proporsi garam di telur dadar saja kewalahan.
Aku yang emosinya berantakan.

Menjadi lelaki itu susah.
Apalagi lelakiku.
Tapi, sebegitukah kamu mencintaiku?
Sampai membiarkanku menangis di pundakmu, hingga bajumu basah.
Sampai sedia menemaniku berkeliling , dan berhenti saat aku lelah.
                                       
 Lelakiku,
Sebegitukah kamu mencintaiku?
Hingga pelukmu tiap malam kurasakan menggelora sampai di dada.
Hingga kecupmu tiap pagi membuatku berseri-seri sepanjang hari.
Maafkan aku membuatmu repot dengan senyumku, sedihku, galauku, marahku, tawaku.
Menjadi lelaki itu susah, ya.

 Hey, Kamu !
                         

 Terima kasih untuk segelas teh panas di setiap soreku.
I love you to the moon and back.
                                       

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s