sastra

Kenapa kamu lama sekali, Sayang

Punggungku sakit, seharian ini menanggung rindu.
Bertemu. Kamu.

Punggungku sakit, sepertinya sayap mulai tumbuh.
Tuh. Kambuh.

Tangisan langit jangan dulu Kau turunkan,
Tuhan.

Karena hanya pelukanku yang bisa dia andalkan,
Di bulan Desember yang katanya musim hujan,
Walau sudah tiga hari ini belum ada satupun tetesan.

Cepat pulang, Sayang.
Kenapa kamu lama sekali?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s