sastra

Kenapa Tak Kau Potong Saja Kepalaku?



Agar tak perlu ku berlama-lama mencari kata yang tepat,
Membuatmu menunggu, padahal malam semakin pekat
Dan iya kan, Matamu sudah berat?
Kenapa tak kau lakukan ritualmu itu,
Mencuri isi kepalaku hingga tak perlu ku terbata-bata lagi.
Membaca desah suaramu yang ini
Dan membaca desah suaramu yang itu
Kenapa tak kau potong saja kepalaku?
Ketika kau berkata “Jangan kemana-mana”
Dan aku akan menjawab, “Sayang, aku bisa kemana?”
Tadi malam,
Sebenarnya kau bisa melakukannya dengan mudah,
Ruangan itu sudah gelap dan tanganku pun kau genggam erat.
Jadi, kenapa tak kau potong saja kepalaku?




Nb.
Dari semuanya itu sebenarnya aku hanya ingin berkata:
“aku bahagia, denganmu.”
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s