jurnal

saya dan sampah saya

saya menganggap setiap kesalahan di masa lalu saya adalah sampah. yang harus dibuang, dan tidak akan pernah dibongkar-bongkar atau dikorek-korek lagi. sampah. tahu kan bentuknya? baunya? rasanya?

saya sudah tidak akan pernah berenang ke dalam sampah saya. sebusuk-busuknya sampah itu, akan saya jadikan pelajaran saja. harus.

saya pernah menyakiti seseorang yang sangat berharga dan berarti di hidup saya. dan itu sampah terbesar dan terbusuk yang pernah saya buat (*nyampah). dan sampai saat inipun rasa bersalah itu, rasa ingat saya terhadap sampah saya sangat besar, bukan karena saya menyesali kesalahan itu, tapi saya menyesali kenapa saya bisa berbuat seperti itu kepada seseorang yang sangat saya sayangi.

sumpah demi apapun. saya tidak akan pernah mengulangi dan menyelam ke dalam sampah saya. saya tipe orang yang bisa melakukan apapun untuk seseorang yang sangat saya sayangi. ketika dia bilang sudah, saya sudah. ketika dia bilang belum, maka saya belum. entah dia sadari atau tidak.

itulah saya.

menyayangi dengan hati.

kepala saya dibawah hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s