sastra

ada baliho di dekat bangjo perempatan jalan kaliurang

di bangjo perempatan jalan kaliurang,

kita selalu mengejar lampu merah,

bukan hijau, seperti yang orang lain kejar,

kita selalu tersenyum jika kita bisa berhenti di barisan depan,

bukan untuk mengejar nomor satu,

tapi karena kita bisa melihat dengan jelas baliho yang ada disana,

bukan karena kita suka warna baliho yang hitam itu,

bukan karena kita suka membaca tulisan yang panjang itu,

tapi karena sorot lampu yang mengarah ke baliho itu, ada cicak. bukan sembarang cicak.

kita berebut menghitungnya.

kamu bilang tigabelas, aku bilang sebelas.

aku tanya, mana yang dua?

kamu bilang : kita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s