jurnal, referensi

mie ayam terenak di Jogja

ritual kami yang lain adalah makan siang bersama, dan sebagian besar kami sempatkan makan siang di warung mie ayam di Kepuh, dekat musholla Ar-Rahmat (kalo tidak salah, hehe). siang tadi udara cukup panas, setelah pacar saya mengajar di dua tempat (SD Tinom Godean dan SMP 8 Yogyakarta), dijemputlah saya di kosan. lalu kami berboncengan menuju warung mie ayam tersebut. pesanan yang sama seperti biasanya : “Mie ayam 2, gak pake micin. Teh anget dan es teh“. lalu kami berdua mengobrol aktifitas sepagi tadi sambil menunggu pesanan datang. kebetulan tidak antri, jadi kita bisa segera memulai makan kita (kebetulan juga, sangat kelaparan, hehe)

.

mie ayam terenak di jogja

mie ayam pesanan saya 🙂

hmmm,,,, enaknyaaa

mie ayam pesanan mbem sayang, hmmmm…slurrrpppp

tempat mie ayam itu sangat sederhana. bangku dari bambu, meja biasa, di dekat gerobaknya mungkin hanya cukup untuk 4orang, tapi kemudian ditambah di suatu ruang terbuka seperti pos ronda yang kita sebut gubuk cinta (haha) yang muat mungkin 6-8orang. penjualnya seorang bapak-bapak seumur baya yang dibantu oleh istrinya, dan kadang ada juga keponakannya, tapi tadi kami hanya dilayani oleh bapak dan ibu saja. saya sependapat dengan pacar saya yang mengatakan bahwa mie ayam ini adalah mie ayam terenak di Jogja. bukan hanya bumbu yang pas, porsi yang pas, pangsit yang banyak, tapi juga karena kita makan bersama.

warungnyawarung mie ayamnya

kami sangat merekomendasikan tempat ini untuk makan siang bersama pacar, sahabat, teman atau keluarga. Try it !!! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s