jurnal

beruntungnya saya

Saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan, karena disaat itu saya dipertemukan dengan seseorang yang sekarang (finally, akhirnya) menemani saya, selalu berada disamping saya disaat apapun.

sungguh, saya merasa kejadian saat itu benar2 disetting oleh Tuhan. Dia-lah sutradara filmnya. Seperti sebuah FTV di slah satu tivi swasta (hahaha).

Ya, di bis itu. Di bis putra perdana (magelang-wonosobo), malam itu, di bulan-bulan akhir pada tahun 2007, saya bertemu dengan dengan dia. Pertemuan singkat yang sangat aneh. Kami baru bertemu namun merasa seperti teman lama. Mengobrol kesana kemari dan panjang lebar, sungguh aneh. (karena biasanya saya malas ngobrol dgn org asing di bis, tapi ini beda )

di bis itu, cinta kita bersemi

Melalui proses, akhirnya kami dipersatukan Tuhan (lagi) dan menjadi seperti sekarang ini.

Kadang, saya berpikir, apa yang dia lihat dari diri saya. Saya tidak cantik, saya tidak begitu pintar, apalagi bahasa Inggris dan komputer,hehe. Saya juga tidak ada apa2nya dibandingkan dia yang pintar apapun, jago menulis, suka sastra dan musik, karismatik, manis, dll dsb (tak cukup ditulis disini semua tentangnya). Saya hanya punya cinta dan selalu menyayanginya sepenuh hati saya. Tuhan, terima kasih. Betapa beruntungnya saya.

nb.

only you, E.A

Semoga Tuhan mengabulkan do’a kami. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s