sebungkus nasi kuning di pagi hari

pagi ini teringat kamu,
tapi tak menyangka kamu menghampiriku ,sayang…

kamu yang selalu bisa mengeja kata hatiku dengan amat fasih,
yang selalu mengusap mataku yang tiba-tiba bisa menjadi berat,

“aku tahu kamu berusaha menjadi pintar, berusaha menjadi dewasa,
tapi sebenarnya kamu sudah dewasa, hanya tanpa kamu sadari “
kata-katamu pagi ini terngiang- ngiang di kepalaku,
saat kujejalkan sesendok nasi kuning ke mulutku

entah berapa kali kita melihat bulan itu, bersama – sama
tawa yang kita bagi, isak tangis yang kita hela

ada secuil kenangan ketika aku melihat jauh kesana,
dan aku hanya akan tersenyum dan tersipu malu
tentang bus di malam itu,
taxi,
sms di radio, 
pos polisi colombo, 
masjid mujahidin, 
rumah di tamansiswa, 
kos E24, 
bahkan tentang es nutrisari dan telurbakar saat kita buka puasa,
dan akan ada banyak hal gila yang mengingatkanku,
padamu…

aku tak bisa begitu bangga,
karena aku tak seindah bunga bungur itu, yang mungkin selalu mengingatkanmu padaku,
namun aku begitu bangga,
memiliki kamu,

dan kita akan selalu seperti biasa , 
saling belajar,
saling mengeja,
saling memahami,
untuk kita…


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s